Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan

Mendengar Aspirasi Kasir Indomaret dan Alfamart Si Tukang Refleks ‘Pulsanya Sekalian, Kaaak?’

Erwin Setia oleh Erwin Setia
12 Juli 2020
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Saya menjumpai dua orang (masing-masing kasir Indomaret dan kasir Alfamart) demi mendengar suara mereka. Buat apa? Ya iseng aja. Nggak boleh?

Biru dan merah lebih dari sekadar warna. Keduanya adalah simbol dari banyak hal yang bertentangan: laut dan api, Inter Milan-AC Milan, Demokrat-PDIP, dan seterusnya. Tapi rasanya tidak ada persaingan antara biru dan merah seketat persaingan Indomaret (biru) dan Alfamart (merah).

Dua minimarket itu tak ubahnya sepasang mata. Selalu ada bersamaan, di tempat yang berdekatan, dan pandai melihat peluang. Seandainya kamus peribahasa baru dibuat hari ini, kita tak perlu heran kalau muncuk peribahasa “Ada Indomaret ada Alfamart” alih-alih “Ada gula ada semut”.

Lha gimana, tiap beberapa langkah sekali, kita gampang betul menjumpai dua minimarket berprofit trliunan itu. Pada 2017 saja tercatat sudah ada 15.335 gerai Indomaret dan 13.400 gerai Alfamart. Ntaps.

Dengan jumlah gerai sebanyak itu, jika berevolusi menjadi parpol bukan tidak mungkin keduanya bakal menggeser kedigdayaan PDIP dan Golkar. Bisa-bisa PDIP berganti nama jadi Partai Demokrasi Indomaret Perjuangan dan Golkar menjadi Golongan Keluarga Alfamart.

Hmm, mayan juga.

Omong-omong soal dua minimarket ternama ini, yang kerap absen dari perbincangan adalah nasib para kasir yang suka menawarkan promo dan “pulsanya sekalian, Kaaak.”

Eksistensi kasir lumrah dipandang sebagai sosok yang berfungsi untuk menuntaskan persoalan transaksi belaka. Kita jarang mendengar aspirasi dan suara hati mereka. Yang kita saksikan paling-paling cuma senyuman formal atau sambutan ramah mereka.

Untuk itulah saya menjumpai dua orang (masing-masing kasir Indomaret dan kasir Alfamart) demi mendengar suara mereka. Mengutip Chairil Anwar (biar keren aja sih, xixixi), “keduanya harus dicatat, keduanya dapat tempat.”

Penggalan puisi yang sangat kontekstual untuk menggambarkan posisi kasir Indomaret dan Alfamart. Mari~

“Kebanyakan orang mengira kerja di Indomaret itu sangat mudah dan enak karena kerja di ruangan ber-AC. Saya sih cuma bisa senyum dan mengiyakan aja. Padahal, mah… hehehe,” ujar Iyad Hibatullah (21) yang pernah bekerja selama setahun sebagai kasir di Indomaret, saat saya tanyakan tanggapan orang di sekitarnya seputar profesi yang digelutinya tak lama setelah lulus SMA tersebut.

Iyad bilang bahwa bekerja sebagai kasir di minimarket semacam Indomaret nggak segampang yang orang bayangkan. Ia sering mendapati pengalaman pahit yang bikin dongkol. Baik dalam hal sistem kerja maupun pelanggan yang isengnya kebangetan.

“Dulu saya pernah nemuin seseorang masuk cuma keliling muter-muter. Eh, taunya dia nggak beli-beli apa. Ketika dicek lewat CCTV, ternyata dia nyolong susu kemasan berukuran besar. Parah!”

Hal lain yang kerap membuat Iyad sebal adalah ibu-ibu yang bertanya panjang-panjang soal promoan, tapi ya sudah, nanya doang, beli mah nggak. Mungkin ibu-ibu itu jenis orang yang kelewat ekstrem menafsirkan pepatah “malu bertanya sesat di jalan” tapi lupa pepatah lanjutannya, “banyak bertanya, jadi memalukan”.

Iklan

Meski demikian, dua hal di atas bukanlah yang terburuk. Ada lagi yang bikin spaneng: sistem kerja yang habis-habisan.

Bagi Iyad, walaupun gaji sebagai kasir tidak buruk-buruk amat (sesuai UMR DKI Jakarta), ia kadang tidak kuat dengan sistem kerjanya yang kebablasan. “Kerjanya tuh capek, bahkan istirahatnya itu hanya secukupnya. Misal istirahat tuh cuma untuk makan, ya kira-kira 10 menit doang,” keluhnya.

Ia juga menuturkan bahwa seorang kasir Indomaret atau Alfamart harus memiliki kemampuan berdiri dalam waktu yang lama. Iya, berdiri secara harfiah. Monmaap, itu kasir apa tentara lagi upacara yak?

Tak berbeda dengan Iyad, Lutfianto Budiman (21) yang empat bulan belakangan bekerja sebagai kasir di salah satu gerai Alfamart di Tambun Selatan, Bekasi mengungkapkan bahwa respons keluarga dan teman-teman terhadap pekerjaannya positif-positif saja. Malah kelewat positif.

Soal hal yang paling tidak mengenakkan selama menjadi kasir, Lutfi menjelaskan, “Paling nggak enak tuh ketika kita harus mengganti kekurangan/selisih, saat uang yang terdata di sistem berbeda dengan yang ada di kas. Umpamanya pendapatan hari ini tercatat di sistem sebesar Rp5 juta, eh di kas cuma ada Rp4 juta 750 ribu. Kan lumayan besar itu uang yang harus kita (kasir) ganti.”

Selain itu, banyaknya target yang harus dicapai dan jam kerja yang sering melebihi batas waktu kadang-kadang membuat Lutfi jadi pusing dan kepusingan itu tetap nggak hilang walaupun Emyu—klub favorit Lutfi—akhir-akhir ini menang terus.

Tapi ia juga menemukan sejumlah pengalaman unik dan lucu saat menjadi kasir. “Salah satu yang paling saya ingat, pernah ada ibu-ibu. Waktu itu dia ingin membayar tagihan listrik. Nah, setelah dia tahu bahwa tagihan listriknya lumayan banyak, spontan dia berteriak-teriak histeris nggak keruan menanyakan kenapa total tagihan dia besar sekali. Ada-ada saja.”

Mengenai anggapan bahwa menjadi kasir itu mudah, Lutfi buru-buru menyanggah. Ia mengatakan bahwa menjadi kasir itu tidak mudah. Seorang kasir harus fokus pada customer dan memberi pelayanan kepada customer sebaik mungkin, tak peduli kondisi hati sedang bad mood atau lagi galau-galaunya. Sebuah totalitas.

Selain itu, seorang kasir juga harus memiliki kemampuan matematika yang baik (yaiyalah, Bambaaang). Sebab ia harus bergelut dengan banyak hitung-hitungan setiap harinya. Mulai dari menghitung total barang yang datang, jumlah stok barang di rak, selisih uang di kas, hingga menghitung jumlah orang yang datang ke dalam gerai cuma untuk ngadem.

“Saya paling senang itu ketika saya bisa melayani customer dengan baik,” ungkap Lutfi waktu saya menanyakan pengalaman paling menyenangkan selama menjadi kasir minimarket. Betul-betul pegawai yang teladan. Sepuluh jempol. Jangan lupa naikkan gaji pegawai-pegawai macam blio, Pak CEO, heueheu.

Pada akhirnya, menjadi kasir minimarket punya lika-liku dan tantangannya sendiri. Meskipun di hadapan pelanggan para kasir tampak senantiasa good-looking, bukan berarti mereka nggak punya keluh kesah. Kasir juga manusia, Bos. Ada hati dan gaji yang harus dijaga.

Menutup tulisan ini, saya kutip perkataan Iyad, “Jangan pernah pandang remeh mereka (kasir), karena bagaimanapun mereka sedang kerja keras cari uang yang halal.”

Ashiyaaap.

BACA JUGA Awas, Bahaya Kinder Joy! atau tulisan Erwin Setia lainnya.

Terakhir diperbarui pada 9 Agustus 2021 oleh

Tags: AlfamartIndomaretkasir
Erwin Setia

Erwin Setia

Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Tinggal di Bekasi. Aktif menulis cerita pendek dan esai.

Artikel Terkait

produk indomaret, private label.MOJOK.CO
Sehari-hari

Private Label Indomaret Penyelamat Hidup Saat Tanggal Tua Bulan Ramadan, Murah tapi Tak Murahan

24 Februari 2026
3 Dosa Indomaret yang Bikin Kecewa karena Terpaksa (Unsplash)
Pojokan

3 Dosa Indomaret yang Membuat Pembeli Kecewa tapi Bisa Memakluminya karena Keadaan lalu Memaafkan

21 Februari 2026
alfamart 24 jam.MOJOK.CO
Ragam

Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota

14 Januari 2026
Drama sepasang pekerja kabupaten (menikah sesama karyawan Indomaret): jarang ketemu karena beda shift, tak sempat bikin momongan MOJOK.CO
Ragam

Menikah dengan Sesama Karyawan Indomaret: Tak Seperti Berumah Tangga Gara-gara Beda Shift Kerja, Ketemunya di Jalan Bukan di Ranjang

17 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Parijoto, pecel pakis, hingga lalapan kelor. Khazanah kuliner di Desa Colo yang erat dengan dakwah Sunan Muria MOJOK.CO

Rasa Sanga (2): Sajian Parijoto, Pecel Pakis, dan Lalapan Kelor di Desa Colo yang Erat dengan “Syiar Alam” Sunan Muria

27 Februari 2026
Mie ayam surabaya untuk quality time. MOJOK.CO

Makan Mie Ayam, “Quality Time” Orang Surabaya dan Balas Dendam Terbaik untuk Melampiaskan Getirnya Hidup

25 Februari 2026
Penerima beasiswa LPDP serba salah, penerima beasiswa LPDP dalam negeri dan LPDP luar negeri diburu

Penerima LPDP Dalam Negeri Terkena Getah Awardee Luar Negeri yang “Diburu” Seantero Negeri, padahal Tak Ikut Bikin Dosa

25 Februari 2026
Curhat Jadi Ketua RT: Pekerjaan Kuli yang Dibalut Keikhlasan MOJOK.CO

Anak Muda Jadi Ketua RT: Antara Kerja Kuli, Keikhlasan, dan Dewasa Sebelum Waktunya

27 Februari 2026
Culture shock mahasiswa Kalimantan dengan budaya guyub Jawa di Jogja

Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman

26 Februari 2026
Omong kosong menua dengan bahagia di desa: menjadi orang tua di desa harus memikul beban berlipat dan bertubi-tubi tanpa henti MOJOK.CO

Omong Kosong Menua Tenang di Desa: Menjadi Ortu di Desa Tak Cuma Dituntut Warisan, Harus Pikul Beban Berlipat dan Bertubi-tubi Tanpa Henti

21 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.