Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Tiga Nasihat untuk Manusia

Irfan Afifi oleh Irfan Afifi
26 Mei 2018
A A
Manuk Pleci lan Alat-e Wong Jowo Kanggo Njaga Lingkungan

Manuk Pleci lan Alat-e Wong Jowo Kanggo Njaga Lingkungan

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Seorang lelaki mendapat tiga nasihat dari seekor burung. Baru saja nasihat itu dikatakan, ia sudah melanggarnya. Oh, dasar manusia.

Alkisah ada seorang laki-laki sedang berjalan di sebuah jalanan sepi yang ditumbuhi banyak pohon di pinggirnya. Tiba-tiba ia melihat seekor burung hinggap di ranting rendah, tak begitu jauh dari jangkauan tubuhnya. Tanpa menyadari tujuan untuk apa, lelaki itu secara refleks melompat dan menangkap burung tersebut.

Ia kemudian memeriksa jenis burung dalam genggaman tangannya. Setelah meihat-lihat sejenak, Ia putuskan untuk merawat si burung dalam sebuah sangkar. Lelaki itu tersenyum membayangkan kicau merdu burung sebentar lagi akan menghiasi suasana rumahnya. Dengan hati gembira, ia melangkahkan kaki menuju rumah.

Namun, baru beberapa langkah berjalan, tiba-tiba burung tersebut berbicara.

“Hai, teman, lepaskanlah aku. Aku mohon!”

Laki-laki tersebut terkejut dan menghentikan langkahnya. Ia belum benar-benar percaya. Lalu dilihatnya burung tersebut lebih dekat.

“Teman yang baik, lepaskanlah aku… aku mohon,” pinta si burung.

“Bagaimana kau bisa berbicara?” tanya laki-laki tersebut.

“Itulah… aku burung istimewa. Oleh karena itu, jika kau melepaskanku, aku akan memberimu beberapa nasihat yang sungguh akan sangat berguna bagimu.”

Si laki-laki masih terdiam.

“Ayolah! Lepaskan aku. Kau bisa melihat dan mendengar sendiri aku bisa berbicara. Nasihat dari burung yang bisa berbicara pasti istimewa.”

Laki-laki tersebut masih menimbang.

“Baiklah. Aku akan memberi nasihat atas tiga hal padamu jika kamu mau melepaskanku. Untuk menyakinkanmu bahwa aku tidak bergurau, nasihat pertama akan kusampaikan saat aku ada dalam gengaman tanganmu, lalu akan kulanjutkan nasihat kedua saat terbang hinggap mencapai dahan, serta nasihat terakhir akan kuberikan saat telah terbang ke puncak pohon itu,” papar si burung.

“Jika kau masing tidak yakin, kau bisa melepaskanku setelah nasihat pertama kusampaikan. Tapi, kamu harus memberi persetujuan terlebih dahulu. Bagaimana, teman?”

Iklan

“Baiklah kalau begitu,” jawab laki-laki tersebut. Si Laki-laki akhirnya menyetujui dan meminta burung segera mengatakan nasihat pertamanya.

Nasihat pertama, “Jika kamu kehilangan sesuatu yang berharga, bahkan bila itu sesuatu yang kamu anggap paling berharga dalam hidup ini, jangan pernah menyesalinya.”

Mendengar nasihat bijak ini, ia semakin tertarik dan akhirnya melepaskan burung tersebut. Burung itu terbang dan hinggap di sebuah dahan pohon.

“Ayo, burung, keluarkan nasihat keduamu. Aku telah melepaskanmu,” pinta laki-laki.

Nasihat kedua, “Jangan pernah percaya apa pun yang berlawanan dengan panca indra dan akal sehatmu.”

Setelah nasihat kedua, burung tersebut dengan sangat tangkas terbang di pucuk pohon yang tak seberapa tinggi. Burung itu dengan raut gembira berucap,

“Sungguh malang nasibmu mau-maunya kubohongi. Sebenarnya terdapat dua berlian indah yang berukuran besar di dalam tubuhnku yang bisa membuatmu kaya raya. Harusnya kamu tadi membunuhku, bukan malah melepaskanku. Bodoh sekali kau! Benar-benar bodoh!”

Laki-laki tersebut marah. Ia merasa dibohongi oleh si burung. Namun, apa daya, burung telah terlepas dari genggamannya. Untuk mengobati rasa sesalnya, ia berucap,

“Baiklah. Kau berhasil menipuku. Namun, tolong aku minta, tolong katakan padaku nasihat ketiga yang kau janjikan sebelumnya.”

Si burung segera menimpali,

“Tak salah aku, kamu memang benar-benar bodoh! Nasihat pertama dan kedua yang telah kusampaikan baru saja kamu melanggarnya, sekarang kamu ngotot meminta nasihat ketiga. Pada nasihat pertama, kunasihati kau agar jangan pernah menyesali sesuatu yang hilang darimu, namun kulihat sendiri kau menyesali keterlepasanku. Dan pada nasihat kedua, kau kunasihati jangan percaya pada sesuatu yang berlawanan dengan penglihatan dan akalmu, kau terlihat percaya dan kecewa saat kusebutkan bahwa aku mempunyai berlian besar. Kau benar-benar mempercayai aku memiliki berlian besar. Jelas itu tak mungkin. Aku tak memiliki berlian yang besar karena mana mungkin aku kuat mengangkatnya. Itu benar-benar sungguh di luar akal sehat.”

“Kau,” tambah si burung, “memang bodoh! Kau benar-benar terbelenggu dan dipandu oleh keinginan dan harapan-harapanmu dalam menjalani hidupmu, daripada dibimbing oleh akal sehat dan pengetahuanmu. Benar-benar persis seperti manusia-manusia lain pada umumnya. Oh, dasar manusia!”

Dinukil dan disadur serta dikembangkan dari Idries Shah Tale of Dervish, 1969.

Baca edisi sebelumnya: Makhluk yang Dipandu Kebiasaan, Bukan Pikiran dan artikel kolom Hikayat lainnya.

Terakhir diperbarui pada 26 Mei 2018 oleh

Tags: #hikayatcerita bijakcerita sufinasihat
Irfan Afifi

Irfan Afifi

Artikel Terkait

Sowan Gus Yusuf: Tanpa Ada Kekuatan Politik, Maka Kebenaran Akan Menjadi Sia-Sia
Video

Sowan Gus Yusuf: Tanpa Ada Kekuatan Politik, Maka Kebenaran Akan Menjadi Sia-Sia

28 Maret 2024
Kecelakaan Maut di Balikpapan, Cerita Kerampokan, dan Sentilan Nasihat yang Menyebalkan
Pojokan

Kecelakaan Maut di Balikpapan, Cerita Kerampokan, dan Sentilan Nasihat yang Menyebalkan

21 Januari 2022
nasihat kehidupan
Pojokan

Deretan Nasihat Kehidupan Omong Kosong yang Sering Berkeliaran di Sekitar Kita

4 Agustus 2021
Hikayat-2019 - Mojok.co
Esai

Lebaran adalah Hari Kita Ikhlas dengan Keadaan Keluarga Kita

4 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ambisi beli mobil sebelum usia 30. Setelah terbeli Suzuki Ertiga tetap tidak bisa senangkan orang tua dan jadi pembelian sia-sia MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia

3 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026
Punya rumah besar di desa jadi simbol kaya tapi terasa hampa MOJOK.CO

Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

2 April 2026
Kelas menengah ke bawah harus mawas diri Kalau pemasukan pas-pasan jangan maksa gaya hidup dalam standar dan tren media sosial MOJOK.CO

Kelas Menengah ke Bawah Harus Mawas Diri, Pemasukan Pas-pasan Gaya Hidup Jangan Pakai Standar dan Tren Media Sosial

6 April 2026
Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO

Orang Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Salatiga Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup

6 April 2026
Ribetnya lolos seleksi CPNS dan jadi PNS/ASN di desa: dibayangi standar hidup sukses yang merepotkan MOJOK.CO

Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi

8 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.