Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Tempel Sleman, Desa di Pinggiran Jogja yang Justru Mampu Menjaga Warganya Tetap Waras di Tengah Kegilaan Dunia

Fathna Saadati Choliliyah oleh Fathna Saadati Choliliyah
3 Juni 2025
A A
Tempel Sleman, Desa di Pinggiran Jogja yang Tetap Waras MOJOK.CO

Ilustrasi Tempel Sleman, Desa di Pinggiran Jogja yang Tetap Waras. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Keramahan khas Jogja itu benar adanya

Orang bilang keramahan sudah menjadi identitas warga Jogja. Nah, Tempel Sleman menjadi salah satu wujud dari keramahan itu sendiri.

Kalau kita kelihatan butuh bantuan, warga nggak akan banyak bertanya dan langsung turun tangan. Waktu saya pindahan, belum sempat ngomong butuh ini-itu, tahu-tahu ada yang membawakan tikar, beberapa anak muda membantu mengangkat galon. Tidak perlu ada komando untuk sebuah solidaritas di desa.

Dan kalau kita punya anak kecil, wah, makin menjadi kesayangan satu RT di desa Tempel Sleman. Seperti punya segerombolan simbah dadakan yang siap sayang-sayang. 

Contohnya anak saya sendiri. Para orang tua mengajak anak saya main, membelikan jajan, sampai menyuapi buah potong. Bahkan ada yang datang ke rumah hanya untuk bolang, “Anaknya jangan dimandikan terlalu sore, Mbak. Angine nggak enak.” Rasanya seperti punya keluarga besar yang jumlahnya susah dihitung.

Kehangatan itu juga terasa lewat makanan

Dapur saya sering mendadak ramai oleh kiriman hasil masakan atau panen tetangga. Kadang ada sayur lodeh muncul, kadang tempe goreng. Atau yang mentah-mentah seperti sekantong kacang, seplastik cabai, atau salak, muncul juga. Semuanya diberikan begitu saja, tanpa pamrih.

Bisa dibilang, dalam seminggu, saya makan lebih banyak dari “sumbangan” tetangga dibanding hasil masak sendiri. Bukan karena malas, tapi karena budaya berbagi masih kental di Tempel Sleman. Orang desa di pinggiran Jogja ini nggak butuh alasan untuk berbagi. Nggak pakai caption panjang-panjang, cukup dengan ketulusan dan plastik kresek.

Oh iya, soal sinyal. Banyak yang mengira tinggal di pinggiran Jogja berarti harus rela hidup tanpa internet. Eits, jangan salah. Di sini, sinyal stabil. Mau streaming, ya lancar saja. Video call aman, kerjaan daring juga tetap jalan. 

Saya bisa ikut rapat online sambil dengar suara jangkrik dan sesekali teriakan ayam tetangga. Jadi, kalau ada yang bilang desa itu ketinggalan zaman, mungkin belum pernah mampir ke Tempel Sleman.

Sisi gelap yang biasa muncul

Tentu, hidup di desa nggak 100% manis. Kadang-kadang ada juga yang terlalu penasaran, suka menanyakan hal pribadi yang bikin mikir keras nyari jawabannya. 

“Lho, kok belum nambah momongan?” atau “Masih kerja di situ, ya?” Tapi itu bagian dari kehidupan sosial yang, meski kadang menyebalkan, sebenarnya bentuk perhatian juga.

Tinggal di desa mengajari saya bahwa hidup yang baik bukan soal cepat-cepatan. Justru seringnya soal pelan-pelan. Bangun pagi tanpa klakson, kerja santai ditemani suara angin, sore yang bisa diisi ngopi di teras, dan malam yang tenang tanpa deru motor lewat.

Dan setiap kali duduk sambil makan pepaya pemberian simbah belakang rumah, saya merasa bersyukur. Hidup begini bukan bentuk mundur, tapi justru kemajuan menuju hidup yang lebih sadar, hangat, dan cukup.

Soalnya, bahagia kadang cuma perlu udara bersih, tetangga baik, dan sebiji pepaya yang jatuh matang di pangkuan.

Penulis: Fathna Saadati Choliliyah

Iklan

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Kecamatan Tempel Sleman Tak Cocok Bagi Mahasiswa UGM-UNY Mageran, Terlalu Jauh Buat Nglaju Tapi Terlalu Dekat Untuk Ngekos dan catatan menarik lainnya di rubrik ESAI.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 3 Juni 2025 oleh

Tags: DIYJogjakecamatan tempelslemantempel slemanWidodomartani
Fathna Saadati Choliliyah

Fathna Saadati Choliliyah

Ibu rumah tangga yang sehari-hari jadi guru. Suka nulis yang random untuk mencurahkan isi hati dan pikiran, bukan isi dompet.

Artikel Terkait

5 Hal Wajar di Pati yang Ternyata Nggak Lumrah di Jogja, Bikin Syok Saat Pertama Kali Merantau Mojok.co
Pojokan

5 Hal Wajar di Pati yang Ternyata Nggak Lumrah di Jogja, Bikin Syok Saat Pertama Kali Merantau 

25 Februari 2026
Pertama kali merantau ke Jogja: kerja palugada di coffee shop dengan gaji Rp10 ribu MOJOK.CO
Urban

Pertama Kali Merantau ke Jogja: Kerja di Coffee Shop 12 Jam Gaji Rp10 Ribu Perhari, Capek tapi Tolak Pulang karena Gengsi

24 Februari 2026
Destinasi Baru Wisata Jogja: Dari Klitih hingga Perang Sarung, Harusnya Masuk Wonderful Indonesia MOJOK.CO
Esai

Destinasi Baru Wisata Jogja: Dari Klitih hingga Perang Sarung, Harusnya Masuk Wonderful Indonesia

23 Februari 2026
Pemilik kos di Depok, Sleman, Jogja muak dengan tingkah mahasiswa asal Jakarta yang kuliah di PTN/PTS Jogja MOJOK.CO
Urban

Pemilik Kos di Jogja Muak dengan Tingkah Mahasiswa Jakarta: Tak Tahu Diri dan Ganggu Banget, Ditegur Malah Serba Salah

20 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Vokal kritisi kebijakan uin alauddin makassar, berujung fatal. MOJOK.CO

Pahitnya Jadi Mahasiswa Kritis di UIN Makassar: Berujung Skors, Beasiswa Dicabut, hingga Kecewakan Orang Tua yang Seorang Guru Honorer

24 Februari 2026
Honda Supra X 125

Maunya Motor Matic, tapi Terpaksa Pakai Supra buat Kuliah di Fakultas “Elite” di UGM demi Menyenangkan Ayah

24 Februari 2026
Jangan Remehkan Supra X 125, Usianya Boleh 16 Tahun, tapi Masih Kuat Diajak Mudik Bali-Semarang Mojok.co

Jangan Remehkan Supra X 125 Lawas, Usianya Boleh 16 Tahun, tapi Masih Kuat Diajak Mudik Bali-Semarang

25 Februari 2026
Kapok dan muak buka bersama (bukber) di restoran atau tempat makan bareng orang kaya. Cerita pelayan iga bakar Jogja jadi korban arogansi MOJOK.CO

Muak Buka Bersama (Bukber) sama Orang Kaya: Minus Empati, Mau Menang Sendiri, dan Suka Mencaci Maki bahkan Meludahi Makanan

20 Februari 2026
Pekerja gila Surabaya yang melamun di Danau UNESA. MOJOK.CO

Danau UNESA, Tempat Pelarian Pekerja Surabaya Gaji Pas-pasan dan Gila Kerja. Kuat Bertahan Hanya dengan Melamun

24 Februari 2026
Innova Reborn Terlahir Jadi Mobilnya Orang Bodoh dan Pemalas (Wikimedia Commons)

Innova Reborn Bikin Orang Lupa Diri karena Ia Mobilnya Orang Bodoh dan Pemalas

25 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.