Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Legenda Studio Alamanda Jogja: Ketika Sheila on 7 dan Endank Soekamti Jadi Pemuda Kampung Biasa

Moddie Alvianto W. oleh Moddie Alvianto W.
22 Oktober 2025
A A
Studio Alamanda: Mesin Penghasil Band Legendaris dari Jogja MOJOK.CO

Ilustrasi Studio Alamanda: Mesin Penghasil Band Legendaris dari Jogja. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dari Alamanda ke Jakarta

Erix Soekamti, dalam sebuah podcast bersama Soleh Solihun dan Ari Lesmana, mengatakan bahwa sulit bagi band Jogja untuk me-nasional. Katanya pula, Captain Jack, salah satu band lama dari Jogja, butuh belasan tahun untuk mendapatkan panggung utama dan menarik perhatian netizen musik nasional.

Sebaliknya, mudah sekali bagi band ibu kota untuk diterima oleh panggung nasional. Ini sebuah fenomena yang menarik, sekaligus bikin miris.

Di Jogja, konon, untuk menjadi band nasional di Jakarta, perlu setidaknya sekali berlatih di studio Alamanda Jogja. Atau setidaknya, pernah nongkrong di sana. Dan mengulang dari beberapa paragraf di atas, sekadar berlatih atau nongkrong saja tidak mudah. Pasti grogi dan gugup! 

Padahal, sebagian besar musisi Jogja, ketika kamu bersua di sana, ya, biasa-biasa saja. Malah kalau jujur, mereka kelihatan nggak kayak artis. Mereka itu malah seperti pemuda biasa yang umumnya nongkrong di sudut-sudut kampung. Para seniman itu bahkan mau berbagi kursi dan sebatang rokok. 

Di sudut Gejayan, yang kini bersalin rupa menjadi Popeye Chicken dan Laundry, studio Alamanda pernah menjadi episentrum musisi Jogja. Dari situlah single atau album dari band-band Jogja hadir. Maka, tidak heran apabila alumni Alamanda sangat kental dan menjadi legenda. Mereka masih berjejaring dan bahkan membuat proyek saat pandemi. Namanya The Alamanders. 

Proyek The Alamanders muncul saat pandemi

Pandemi menjadi musibah untuk kita semua. Namun, di balik musibah itu, selalu ada satu titik “berkah” tak terduga. Namanya blessing in disguise.

Dari kesepian, hingga berakhir reuni. Tak mampu bertatap muka, jadinya malah bertatap layar. Dari situlah sebagian kecil alumni studio Alamanda Jogja berkumpul. Reuni kecil itu akhirnya melahirkan sebuah single yang mendapat nama “Menjadi Alasan Bertemu”. 

Proyek itulah yang mengobati rasa rindu netizen musik, khususnya Jogja, tentang Alamanda. Dari lagu itulah, kita jadi lebih tahu, “Oh ini toh alumni Alamanda.”

Namun sayang, proyek menyenangkan itu tidak lagi berjalan. Barangkali karena kesibukan masing-masing personel, jadi tidak ada lagi single terbaru dari The Alamanders. 

Studio musik Jogja terkini

Studio Alamanda Jogja resmi tutup pada 2008. Namanya, mungkin sudah almarhum, tetapi tidak dengan jasanya. Generasi milenial (Y) dan generasi X telah mengenal baik bagaimana Alamanda mampu menghidupkan ekosistem musik di Jogja.

Sekarang, keadaannya sudah berbeda. Kalau kamu di Jogja dan mengetik kata “studio musik”, akan muncul banyak pilihan. Toh, zaman sekarang, rekaman mulai mudah. Tidak seperti dulu. Maka, tidak heran semakin banyak band-band dari Jogja yang me-nasional dengan caranya sendiri.

Alamanda, tetaplah menjadi Alamanda. Di gang itulah kenangan tercipta. Aneka memori terjalin. Sebagian besar musisi tetap bersaudara. Dan memang sudah semestinya hubungan manusia.

Penulis: Moddie Alvianto W.

Iklan

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Sheila on 7, Band Termahal di Indonesia dan Orang yang Paling Rugi di Dunia Adalah Mereka yang Tidak Pernah Mendengarkan SO7 dan catatan menarik lainnya di rubrik ESAI.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 23 Oktober 2025 oleh

Tags: Endank Soekamtierix soekamtijikustikJogjamusik jogjasheila on 7Studio AlamandaStudio Alamanda Jogjastudio musikstudio musik jogjathe rain
Moddie Alvianto W.

Moddie Alvianto W.

Analis di RKI. Tinggal di Yogyakarta.

Artikel Terkait

Stasiun Pasar Senen Jakarta Pusat merampas senyum perantau asal Jogja MOJOK.CO
Urban

Stasiun Pasar Senen Saksi Perantau Jogja “Ampun-ampun” Dihajar dan Dirampas Jakarta, Tapi Terlalu Cemas Resign buat Balik Jogja

15 Maret 2026
Makanan Khas Jawa Timur Obat Rindu Kala Mudik ke Surabaya (Aly Reza/Mojok.co)
Pojokan

Makanan Khas Jawa Timur di Jogja yang Paling Bikin Perantau Surabaya Menderita: Kalau Nggak Niat Mending Nggak Usah Jualan, Bikin Kecewa

14 Maret 2026
Bus ekonomi jalur Jogja Jambi menyiksa pemudik. MOJOK.CO
Sehari-hari

Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”

13 Maret 2026
Naik Travel dari Jogja ke Surabaya Penuh Derita, Nyawa Terancam (Unsplash)
Pojokan

Naik Travel dari Jogja ke Surabaya, Niatnya Ingin Tenang Berakhir Penuh Derita dan Nyawa Terancam

13 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perantau Minang di kantin kereta api Indonesia (KAI) dalam perjalanan mudik Lebaran

Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”

13 Maret 2026
Ogah mudik apalagi kumpul keluarga saat Lebaran. MOJOK.CO

Kumpul Keluarga Jadi Ajang Menambah “Dosa”: Dengar Saudara Flexing hingga Pura-pura Sukses agar Tidak Dihina Tetangga di Desa

9 Maret 2026
gojek instant.MOJOK.CO

Gojek Buka Titik Jemput Instan di Terminal Giwangan, Mudahkan Para Penumpang Bus yang Bingung Mencari Transportasi Lanjutan

12 Maret 2026
lolos snbp, biaya kuliah ptn.MOJOK.CO

Senyum Palsu Anak Pertama Saat Adik Lolos PTN Impiannya, Pura-Pura Bahagia Meski Aslinya Penuh Derita dan Pusing Mikir Biaya

10 Maret 2026
Lepas status WNI dan paspor Indonesia, hidup lebih mudah usai pindah kerja di Jerman MOJOK.CO

Lepas WNI karena Hidup Serba Susah dan Nelangsa di Indonesia, Hidup Jadi Lebih Mudah usai Pindah ke Jerman

10 Maret 2026
Ilustrasi mudik lebaran, perumahan.MOJOK.co

Enaknya Lebaran di Perumahan Kota yang Tak Dirasakan Pemudik di Desa, Dianggap Kesepian padahal Lebih Tenang

11 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.