Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Seperti Yuri, MasterChef Indonesia Bisa Jadi Solusi Member JKT48 di Masa Pandemi

Haris Firmansyah oleh Haris Firmansyah
12 November 2020
A A
Seperti Yuri, MasterChef Indonesia Bisa Jadi Solusi Member JKT48 di Masa Pandemi

Seperti Yuri, MasterChef Indonesia Bisa Jadi Solusi Member JKT48 di Masa Pandemi

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Dengan nama besar JKT48, Yuri sukses bertahan di MasterChef Indonesia. Ini hal yang cukup mashoook bagi mantan memMber yang lain.

Setelah Yuri eks JKT48 terdepak dari galeri MasterChef Indonesia, Melody selaku General Manager JKT48 mengumumkan bahwa bisnisnya mengalami kerugian. Kemungkinan bakalan ada PHK member dan staf di struktur organisasi dari sister group dari Jepang AKB48 ini.

Seperti popcorn bioskop yang sebelumnya dilarang buka, teater JKT48 pun demikian. Ceruk usaha JKT48 seperti hand shake (salaman dan ngobrol bentar dengan idol) menjadi yang pertama terdampak pandemi. Bagaimana tidak, masyakarat sempat dilarang bersalaman sebagai protokol kesehatan, sedangkan salaman (hand shake) adalah jualannya JKT48? Masa mau diganti salam namaste?

Kepulangan Habib Rizieq ke Tanah Air bisa saja menginspirasi JKT48 untuk membuat ukhti group bernama JKT212. Mengingat jamaah yang menyambut Imam Besar FPI itu bisa bikin bandara penuh. Kalau massanya dipindah ke fX Sudirman, bayangkan berapa cuannya? Tapi nanti lagu JKT48 yang berjudul “Aitakatta” digubah menjadi “Alif ba ta tsa” aja ya?

Namun, ide itu terlalu liar. Yang masih masuk akal adalah JKT48 berafiliasi dengan MasterChef. Member JKT48 yang graduate (lulus) atau di-PHK, bisa melanjutkan jenjang karier di bawah asuhan juri-juri MasterChef. Yuri yang mencuri perhatian di MasterChef Indonesia season 7 adalah contohnya. Yuri membuktikan bahwa di luar JKT48, entertainer sepertinya tetap bisa sukses. Paling tidak sukses bikin penonton gregetan.

Ada yang berteori bahwa Yuri bisa bertahan di MasterChef sampai mengalahkan setengah kontestan, termasuk rekayasa. Dengan nama besar JKT48, Yuri seolah sengaja tidak buru-buru dieliminasi karena masih dibutuhkan untuk kepentingan rating dan sharing programnya.

Padahal hal itu masuk akal, mengingat Yuri adalah eks member JKT48. Di galeri MasterChef, Yuri tampaknya dibenci oleh peserta lainnya. Namun, psy war dari sesama peserta dan cyberbullying penonton di media sosial tidak membuat Yuri patah semangat. Kalau Yuri adalah orang biasa dan tak tahan komentar negatif yang menjatuhkan, dia sudah pasti akan menyerah dan gantung panci.

Dari mana Yuri belajar kegigihan itu? Tentu saja, JKT48.

Sewaktu di JKT48, Yuri tidaklah seterkenal Melody atau Nabilah. Di saat member JKT48 yang punya basis fans solid kelimpahan antrean panjang hand shake, member medioker seperti Yuri mungkin hanya tersenyum atau main hape sampai acara kelar. Dibandingkan dengan dikritik juri, bisa jadi momen canggung ini lebih berat untuk dihadapi.

Sementara di galeri MasterChef, Yuri bisa jadi sorotan. Yuri lebih sering dipanggil menghadap juri karena masakannya selalu bikin penasaran. Setelah dicicipi juri, masakannya mengantarkan Yuri ke babak pressure test.

Nah, alasan mengapa Yuri selalu lolos pressure test karena dia sudah terbiasa under pressure. Di JKT 48, member bisa latihan sampai subuh. Jadi, masak sampai gosong sih belum ada apa-apanya.

Alasan lain mengapa Yuri tidak langsung dieliminasi di awal-awal karena beberapa kali diselamatkan oleh pemenang tantangan yang dapat privilese. Mentang-mentang dianggap bukan saingan yang berat, Yuri disimpan untuk babak terakhir. Kalau semua peserta punya mindset demikian, Yuri bisa masuk grand final hanya untuk dikalahkan dengan mudah.

Masalahnya, MasterChef punya aturan kompetisi yang aneh. Peserta yang menang babak pertama, tidak perlu masak di babak selanjutnya. Lalu, peserta yang tidak lolos tantangan juri, harus kembali masak di babak pressure test.

Nah, kalau seseorang benar-benar menyukai suatu pekerjaan bukankah dia ingin melakukannya terus-menerus seolah tak kenal lelah? Sampai saat ini, belum ada peserta pemenang tantangan yang minta dirinya ikut pressure test secara sukarela karena memang masih ingin memasak. Kalau sampai ada peserta yang senekat itu, berarti dia sudah punya mental juara dan cocok jadi idola.

Iklan

Peserta yang sering masuk pressure test dan selalu lolos, jika dikalkulasikan punya jam terbang yang lebih tinggi di kitchen set dibandingkan dengan peserta yang sering menang tantangan. Dengan seringnya memasak di bawah tekanan, bisa saja skill memasak peserta meningkat semakin baik. Yang artinya juri semakin suka masakannya dan membuatnya bertahan lebih lama di kompetisi.

Oleh karena itu, alangkah baiknya babak penentuan eliminasi ini diganti dengan lomba cuci piring saja. Selama ini, kita sudah kenyang diperlihatkan proses memasak, tetapi belum ada babak yang mengedukasi tentang cuci piring yang baik dan benar dan bersih.

Padahal tahap pembersihan pasca-kegiatan produktif juga penting. Jangan seperti pemerintah yang fokus mengundang investor untuk membuka lapangan usaha, tetapi kerap abai dengan limbah industri yang mengancam lingkungan.

Sepak terjang Yuri di MasterChef Indonesia memang kontroversial. Jika dibandingkan dengan MasterChef Australia di mana adiknya Chef Arnold, Reynold Poernomo bisa membuat makanan berbentuk golden snitch Harry Potter, jelaslah tidak ada apa-apanya dengan Yuri yang bikin roti maryam aja malah jadi genteng. Namun, Yuri adalah tugu peringatan bahwa setiap idol punya caranya sendiri untuk bersinar.

Mungkin baru Yuri, peserta MasterChef yang sering dighibahi netizen. Sementara season terdahulu, penonton hanya fokus pada ketiga juri.

Ayo, ditunggu prorgam JKT48 x MasterChef Indonesia. Biar nanti event hand shake diganti dengan bertemu idola dan makan masakannya. Lebih ketahuan kenyangnya ketimbang salaman doang.

BACA JUGA Chef Arnold Poernomo Adalah Nyawanya MasterChef Indonesia dan tulisan Haris Firmansyah lainnya.

Terakhir diperbarui pada 12 November 2020 oleh

Tags: Chef JunaJKT 48masakmasterchefpandemiYuri
Haris Firmansyah

Haris Firmansyah

Pegawai Bank Ibukota. Selain suka ngitung uang juga suka ngitung kata.

Artikel Terkait

Pekerja muda hobi bikin kue
Sehari-hari

Dicap Hobi Kuno, Bikin Kue Jadi Jalan Gen Z Jakarta Tetap Waras dari Beban Kerja Usai Ibu Tiada

10 Februari 2026
Bukber di Tempat Makan Menyiksa Juru Masak MOJOK.CO
Ragam

Mahasiswa Aceh Terselamatkan Usai Pindah Jogja: Dianggap Beban Orang Tua, Balas Dendam Lewat Masak

7 Februari 2024
Keluh Kesah Laki-laki Perantau yang Tidak Bisa Masak MOJOK.CO
Uneg-uneg

Keluh Kesah Laki-laki Perantau yang Tidak Bisa Masak

1 Oktober 2023
Subvarian XBB Sudah Terdeteksi di Indonesia Mojok.co
Kesehatan

Subvarian Omicron XBB yang Bikin Singapura Kewalahan Sudah Ditemukan di Indonesia

25 Oktober 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa MOJOK.CO

Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa

24 Februari 2026
Siksaan naik bus ekonomi Surabaya Semarang seperti Indonesia dan Sinar Mandiri MOJOK.CO

Siksaan di Bus Ekonomi Rute Surabaya Semarang bikin Frustrasi dan Kapok Naik Lagi: Murah tapi Harus Pasrah Jadi “Ikan Pindang” Sepanjang Jalan

22 Februari 2026
Muhammadiyah selamatkan saya dari tabiat buruk orang NU. MOJOK.CO

Saya Bukan Muhammadiyah atau NU, tapi Pilih Tinggal di Lingkungan Ormas Bercorak Biru agar Terhindar dari Tetangga Toxic

25 Februari 2026
Mudik ke desa pakai motor setelah bertahun-tahun merantau di kota seperti Jakarta jadi simbol perantau gagal MOJOK.CO

Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga

26 Februari 2026
kuliah di austria, rasisme.MOJOK.CO

Kuliah di Austria Bikin Kena Mental: Sistem Pendidikannya Maju, tapi Warganya “Ketus” dan Rasis

20 Februari 2026
Kuliah online di universitas terbuka: meski tak ngampus tapi dirancang serius untuk mudahkan mahasiswa, meski diserang hacker MOJOK.CO

Kuliah Online di Universitas Terbuka (UT): Meski Tak Ngampus tapi Tak Asal-asalan, Sering Diserang Hacker tapi Tak Mempan

23 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.