Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Sekali Lagi, Susi Pudjiastuti

Rusdi Mathari oleh Rusdi Mathari
2 November 2014
A A
Sekali Lagi, Susi Pudjiastuti

Sekali Lagi, Susi Pudjiastuti

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pemberitaan dan perdebatan soal Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan, saya kira sudah tidak proporsional. Sebagian orang mulai serampangan menyebarkan pesan dengan maksud menyindir, bahwa bersekolah tinggi tidak penting lagi karena Susi yang tidak tamat SMA terbukti bisa menjadi menteri. Sebagian yang lain mulai membanding-bandingkan Susi—yang merokok, bertato, dan konon tidak suka mengenakan kutang—dengan pejabat perempuan yang berjilbab, tidak merokok dan tak bertato, yang tersangkut masalah hukum.

Ada salah kaprah yang dipaksakan.

Iklan

Pertama, soal Susi yang perokok, bertato, dan tidak tamat SMA. Karena pilihan hidupnya itu, Susi lalu dianggap tidak pantas atau tidak layak menjadi pejabat negara. Katanya masih banyak orang yang bersekolah tinggi, yang tidak merokok dan tidak bertato,  yang lebih pantas menjadi menteri ketimbang Susi. Pendapat yang sebetulnya tidak salah. Tapi juga tidak sepenuhnya tepat.

Sampai sekarang, tidak ada undang-undang yang melarang orang bertato, perokok, dan bukan sarjana untuk menduduki jabatan menteri.  Dan pelarangan untuk itu memang tidak penting, karena menteri adalah jabatan politis. Karena itu, kalau kemudian Susi diangkat sebagai menteri, itu bukan berarti yang berpendidikan tinggi tidak lebih pintar atau tidak becus bekerja dibandingkan Susi—lalu tidak berguna, melainkan karena Susi pilihan politik Jokowi.

Misalnya, mungkin saja Susi memiliki kedekatan tersendiri dengan Jokowi karena banyak membantu semasa kampanye pilpres. Atau mungkin juga karena dia dinilai punya banyak pengalaman dalam soal kelautan dan perikanan. Siapa yang tahu, kecuali Jokowi dan BIN?

Di atas semua itu, pengangkatan Susi juga karena faktor nasib. Nasib Susi yang tidak tamat SMA , merokok dan bertato mungkin lebih beruntung. Sementara nasib mereka yang bersekolah dan punya berenteng gelar, tidak bertato, dan tidak merokok; mungkin tidak terlalu beruntung. Itu pun jika (diangkat) menjadi menteri atau jabatan lainnya dianggap dan dipercaya sebagai nasib baik, atau ukuran sukses.

Kalau tidak percaya nasib baik dan nasib jelek, pengangkatan Susi sebagai menteri untuk sementara mestinya dianggap sebagai hal yang biasa-biasa saja. Dia membeli rokok dengan uang pribadi dan belum ada kabar, misalnya, Susi pernah memalak orang karena tidak punya uang untuk membeli rokok. Yang dirajah juga tubuhnya sendiri. Dan kalau betul bahwa payudara yang jarang disangga BH bisa kendur, maka Susi sendiri pula yang akan menanggung risiko punya tetek yang tidak kencang. Tidak ada orang lain yang dirugikan. Apalagi merugikan negara dan keuangannya.

Persoalannya akan berbeda kalau kelak Susi mengutil uang negara untuk kepentingan pribadinya. Atau Susi kepergok bercinta  di ruang kerjanya sebagai menteri pada saat jam seharusnya dia bekerja. Bukan soal bercintanya yang dilarang. Tapi soal fasilitas negara yang digunakan bukan untuk mengurus kepentingan negara. Bila Susi melakukan hal-hal semacam itu, barulah dia bisa dianggap tidak pantas jadi menteri dan bisa diminta mundur.

Kedua, soal membandingkan penampilan Susi dengan pejabat lain yang berjilbab, sarjana, tidak merokok dan tidak bertato. Perbandingan ini, juga berlebihan.

Benar, perempuan berjilbab belum tentu menjamin perempuan itu menjadi baik, seperti halnya perempuan-perempuan lain yang juga mengenakan simbol-simbol agamanya masing-masing. Tapi menganggap pejabat berjilbab pasti berkelakuan buruk, juga sangat tidak adil.

Banyak pejabat berjilbab yang baik. Cerdas, bersekolah tinggi, tidak merokok, dan tidak bertato. Khofifah Indar Parawansa, salah satunya. Walikota Surabaya, Tri Rismaharini juga pejabat berjilbab yang berprestasi.

Singkatnya, pengangkatan Susi sebagai menteri sama sekali tidak ada hubungannya dengan bersekolah tinggi, bertato atau merokok. Tidak bisa juga dibandingkan dengan pejabat berjilbab yang kebetulan berkelakuan buruk. Masalahnya bukan di sana.

Silakan bersekolah setinggi mungkin dan mencari ilmu ke mana saja. Silakan memilih untuk bertato atau tidak bertato. Silakan merokok atau tidak merokok. Silakan menggunakan atribut keagaaman atau menanggalkannya. Tapi jangan kemudian menganggap orang yang berbeda dengan kita, pasti jelek, pasti buruk, dan tidak layak jadi pejabat.

Maka adillah sejak dalam pikiran. Atau diam. Atau bercintalah dengan pasangan Anda meski dia bukan seorang menteri.

Terakhir diperbarui pada 11 Agustus 2021 oleh

Tags: Khofifah Indar ParawansaSusi Pudjiastuti
Rusdi Mathari

Rusdi Mathari

Artikel Terkait

Di Balik Gus Dur yang Suka Bikin Pernyataan Kontroversial, Ada Mahfud MD dan Khofifah yang “Repot” buat Ngerem. MOJOK.CO

Di Balik Gus Dur yang Suka Bikin Pernyataan Kontroversial, Ada Mahfud MD dan Khofifah yang “Repot” buat Ngerem

10 Desember 2024
masa jabatan ganjar pranowo mojok.co

Daftar Pejabat yang Segera Habis Masa Jabatan: Ada Ganjar, RK, hingga Khofifah

1 September 2023
cawapres nu mojok.co

Tiga Kader NU Jadi Kandidat Cawapres, Siapa yang Paling Mungkin Maju?

22 Agustus 2023
khofifah anies mojok.co

Yenny Wahid Nilai Khofifah Sosok Paling Pas Jadi Cawapres Anies

14 Agustus 2023
Cek Ombak Anies Baswedan-Susi Pudjiastuti, Hingga Sejauh Mana Kapal Mereka Berlayar?

Cek Ombak Anies Baswedan-Susi Pudjiastuti, Hingga Sejauh Mana Kapal Mereka Berlayar?

8 Agustus 2023
cawapres nu mojok.co

Daftar Tokoh NU yang Masuk Bursa Bakal Cawapres Pemilu 2024

9 Juni 2023
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja MOJOK.CO kredit motor yamaha

Fazzio, Motor “Anak Skena” yang Bikin Perjalanan Sejam Menembus Kemacetan buat Ngonser Tetap Terasa Chill

24 Agustus 2026
dukuh muda di kampung

Seni Menjadi Dukuh Muda di Tengah Gempuran Pemimpin Boomer: Kisah Dukuh Muda yang Rela Mengorbankan Masa Muda untuk Membuat Orang Tua Bangga

24 Agustus 2026
Kolaborasi InJourney dan BUMN Tembus Wilayah Terdampak Gempa NTT, Bentuk Strategi Penyaluran Tepat Sasaran .MOJOK.CO

Kolaborasi InJourney dan BUMN Tembus Wilayah Terdampak Gempa NTT, Bentuk Strategi Penyaluran Tepat Sasaran

20 Agustus 2026
tol Jogja-Solo

Tol Jogja-Solo: Rumah Tak Kena Pembebasan Lahan, Tapi Tetap Kena Debu dan Bising

22 Agustus 2026
Saat adik saya jadi korban bullying (perundungan) di sekolah, pihak guru malah menganggapnya masalah biasa MOJOK.CO

Melabrak Guru usai Adik Jadi Korban Bullying di Sekolah hingga Cedera: Saya Justru Menerima Jawaban Memuakkan

18 Agustus 2026

Sarjana BK Kebingungan Tentukan Arah Masa Depan: Tak Otomatis Jadi Guru BK, Jadi Dosen pun Susah

19 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026
Bukan Sekadar Beternak Karang Taruna Bono dan Upaya Menghidupkan Ekonomi Warga

Dari Ternak untuk Desa: Geliat Karang Taruna Bono Menghidupkan Ekonomi Warga

31 Juli 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.