Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Purwokerto Layak Mendapat Penghargaan Anumerta Sebagai Kota Pungli Terbaik di Indonesia

Imam Safii oleh Imam Safii
18 September 2025
A A
Purwokerto Adalah Kota Pungli Terbaik di Indonesia MOJOK.CO

Ilustrasi Purwokerto Adalah Kota Pungli Terbaik di Indonesia. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Saya yakin Pemda Purwokerto tahu masalah kronis bernama pungli parkir liar. Namun, banyak yang resah mereka maunya tutup mata dan cuci tangan.

Orang semakin akrab dan menyukai istilah slow living. Khususnya masyarakat urban, yang mulai muak. Khususnya dengan kehidupan metropolitan yang serba cepat dan tekanan yang kian berat. Ini membuat alam bawah sadar mereka merindukan kehidupan yang lebih perlahan, santai, dan jauh dari kebut-kebutan waktu dan pekerjaan. 

Maka, muncul sederet city list. Sebuah daftar, yang isinya nominasi kota paling enak untuk slow living. Salah satunya Purwokerto.

Sebagai sebuah kota, Purwokerto terbilang cukup lengkap dan memadai. Untuk menikmati hawa pegunungan, cukup setengah jam perjalanan ke utara, kita sudah bisa menikmati segarnya udara Baturraden dan keindahan alamnya. 

Di sana, kamu bisa mengeksplorasi ratusan curug dan wisata alam lainnya. Satu jam perjalanan ke selatan, kita sudah bisa menikmati keindahan pantai di pesisir Cilacap. Jika mau lebih usaha lagi, bisa bergeser ke arah pesisir timur untuk menikmati keindahan di wilayah pesisir Kebumen dengan pantai-pantai eksotisnya bertebing curam tapi dengan tawaran indahnya matahari tenggelam.

Kalau mau menikmati keindahan perkebunan teh, kunjungi kawasan Agro Wisata Kaligua di bagian barat daya kota, tepatnya di wilayah Bumiayu. Hanya satu jam lebih sedikit dari pusat kota. 

Ingin menikmati Dieng? Cukup menempuh perjalanan sekitar dua sampai sampai jam. Simple to say, untuk urusan travelling dan having fun, Purwokerto tidak akan pernah kekurangan destinasi. 

Jika definisi slow living adalah hidup dengan santai, menikmati keindahan alam, dan menjalani hari-hari dengan perlahan, boleh memasukkan Purwokerto ke dalam daftar tersebut. 

Pungli menjadi identitas Purwokerto 

Saya tinggal cukup lama di Purwokerto. Tidak kurang dari 24 tahun. Jika kita mengonversi angka tersebut menjadi durasi masa tempuh studi, rasa-rasanya saya sudah sampai di S3. 

Selama 24 tahun ini, saya melihat laju Purwokerto dari tahun ke tahun. Salah satu masalah yang mulai merepotkan warga Purwokerto adalah kemacetan.

Selain kemacetan, ada satu lagi masalah yang cukup serius, tapi minim penanganan. Masalah itu adalah masifnya pungli dalam bentuk tarikan parkir. 

Saya yakin Pemerintah Purwokerto tahu masalah pungli ini. Namun, sejauh ini, saya malah merasa mereka seakan tidak mau tahu. Tak usah jauh-jauh, deh. Di sepanjang Alun-Alun, tepat di depan hidung Pendopo Kabupaten, bertebaran juru parkir yang lebih mirip pemalak.

Pasalnya, mereka menarik uang di awal untuk kemudian pergi dan menghilang entah ke mana. Jangan tanyakan apakah motor yang kita bawa aman atau tidak. Para oknum jukir itu seakan-akan menganut falsafah “Kendaraan hilang bukan tanggung jawab kami.” 

Baca halaman selanjutnya: Masalah kronis yang didiamkan oleh pemerintah.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 18 September 2025 oleh

Tags: alun-alun Purwokertojukir Purwokertoparkir liarparkir liar PurwokertoPemda PurwokertoPurwokertoslow living Purwokerto
Imam Safii

Imam Safii

Penulis buku fiksi & non-fiksi best seller Indonesia.

Artikel Terkait

Busuknya Romantisasi ala Jogja Ancam Damainya Salatiga (Unsplash)
Pojokan

Sisi Gelap Salatiga, Kota Terbaik untuk Dihuni yang Katanya Siap Menggantikan Jogja sebagai Kota Slow Living dan Frugal Living

5 Januari 2026
Malioboro Jogja Sakit Parkir Nuthuk, Pemkot Cuma Diam Saja? (Unsplash)
Pojokan

Nama Baik Kawasan Wisata Malioboro Jogja Rusak karena Kejahatan Parkir Nuthuk, Bikin Emosi Wisatawan dan Muak Warga Lokal karena Didiamkan

20 Juli 2025
Setelah 6 Tahun Merantau ke Luar Jawa, Saya Jadi Takut untuk Kembali Kerja di Jakarta MOJOK.CO
Esai

Setelah 6 Tahun Merantau ke Luar Jawa, Saya Jadi Takut untuk Kembali Kerja di Jakarta

11 Juni 2025
Purwokerto Punya Sisi Kelam yang Belum Terkuak MOJOK.CO
Esai

Sisi Gelap Purwokerto: Sisi yang Tidak Terlihat karena Romantisasi Berlebihan dan Menutupi Kenyataan yang Ada

18 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rekomendasi penginapan di Lasem, Rembang. MOJOK.CO

Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal

6 Februari 2026
Pertama kali makan donat J.CO langsung nangis MOJOK.CO

Orang Berkantong Tipis Pertama Kali Makan Donat J.CO, Dari Sinis Berujung Nangis

3 Februari 2026
Krian Sidoarjo dicap bobrok, padahal nyaman ditinggali karena banyak industri serap kerja dan biaya hidup yang masuk akal MOJOK.CO

Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

5 Februari 2026
Sesi mengerikan kehidupan di desa: orang tua nelangsa karena masih hidup tapi anak-anak (ahli waris) sudah berebut pembagian warisan MOJOK.CO

Nelangsa Orang Tua di Desa: Diabaikan Anak di Masa Renta tapi Warisan Diperebutkan, Ortu Sehat Didoakan Cepat Meninggal

3 Februari 2026
Derita punya pasangan hidup sandwich generation apalagi bonus mertua toxic MOJOK.CO

Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia

5 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.