Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Parkir Liar di Samsat Jogja, Ironi Daerah Istimewa ketika Aktivitas Ilegal Terjadi di Dekat Polisi Bekerja

Moddie Alvianto W. oleh Moddie Alvianto W.
11 Januari 2024
A A
Parkir Liar di Samsat Jogja, Ironi Lainnya dari Daerah Istimewa MOJOK.CO

Ilustrasi Parkir Liar di Samsat Jogja, Ironi Lainnya dari Daerah Istimewa. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sebuah ironi kembali muncul di Daerah Istimewa. Parkir liar, bisa bekerja dengan santai di dekat Samsat Jogja, di dekat polisi sedang bekerja. Lucu banget kamu Jogja.

Perihal parkir liar di Jogja, sebenarnya nggak ada yang aneh, apalagi baru. Setiap musim liburan, selain kemacetan dan naiknya harga kebutuhan pokok, profesi liar itu selalu menjamur. Namun, ketika Merapi Uncover membagikan kegelisahan warga soal parkir liar di Samsat jogja, saya langsung tertawa lepas.

Nggak akan aneh kalau muncul berita soal parkir liar di Malioboro, Jalan Mangkubumi, atau Alun-Alun Kidul. Tiga daerah tersebut bahkan sudah masuk ke dalam radar Dishub Jogja. Namun, apakah penyakit ini bisa mereka sembuhkan? Yah, soal progres ini, tanyakan langsung kepada Dishub, ya. Soalnya, hingga akhir Desember 2023 lalu, saya masih menemukan pemberitaan soal parkir liar di Jogja. Adalah Harian Jogja yang memuat pemberitaan tersebut jadi bukan saya yang mengarang, ya.

Nah, ketika “jukir dadakan” ini muncul juga di Samsat Jogja, mau nggak mau, saya malah tertawa. Kok bisa, sebuah lembaga, di mana di dalamnya ada kepolisian, kecolongan parkir liar.

Sebagai pengantar, kata “samsat” sendiri singkatan dari Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap. Kalau dalam Bahasa Inggris disebut One-stop Administration Services Office. Ia adalah suatu sistem administrasi yang dibentuk untuk memperlancar dan mempercepat pelayanan kepentingan masyarakat yang kegiatannya diselenggarakan dalam satu gedung.

Kompas menjelaskan bahwa samsat adalah suatu sistem kerja sama secara terpadu antara Polri, Dinas Pendapatan Provinsi, dan PT Jasa Raharja (Persero) dalam pelayanan untuk menerbitkan STNK dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Yah, kalau terbiasa mengurus surat-surat kendaraan, kamu pasti sudah akrab dengan istilah ini.

Pengurusan surat-surat kendaraan itu dikaitkan dengan pemasukan uang ke kas negara. Baik melalui Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJJ). Semua pembayaran tersebut kemudian dilaksanakan pada 1 kantor dalam 1 atap yang bernama “Kantor Bersama Samsat”. Setiap instansi memiliki peran masing-masing. Soal peran tersebut, silakan cari tahu sendiri, ya.

Parkir liar muncul di dekat polisi bekerja

Soal parkir liar di Samsat Jogja, kamu bisa membacanya di unggahan Merapi Uncover. Akun yang mengirimkan keluhan bernama @rischelhf_. Jadi, saya kutip utuh tanpa editing dan dia bilang begini:

“Lur ijin mengeluhkan kok saya tadi mau parkir di samsat kota penuh terus ada yang mau markiri tapi 20rb untuk mobil. Mahal banget padahal sebelahnya porlantas kok ya yang markiri kaya pungli 20rb. Niatnya saya tadi mau perpanjang stnk tahunan, karena parkir dalam samsat penuh trus tadi ada yang ndatengin saya bilang kalo “mau dibantu cari parkir 20rb mas.”

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Merapi Uncover (@merapi_uncover)

Akun tersebut juga menegaskan bahwa si jukir liar ini tidak memberikan karcis sebagai wujud resminya kerja. Banyak netizen yang responsnya sama kayak saya; antara heran dan lucu. Heran kok bisa ada aktivitas ilegal di dekat polisi bekerja. Lucu karena… yah, silakan terjemahkan sendiri, lah hehehe.

Satu hal yang bisa saya bagikan hanya kalimat ini. “Jika di dekat polisi bekerja saja parkir liar bisa bekerja dengan tenang, apa yang terjadi di titik-titik strategis di Jogja yang tidak terawasi?”

Makanya, kamu, warga asli Jogja dan wisatawan, jangan kaget, kalau selalu ada “parkir nuthuk” atau jukir yang mematok harga seenak kentutnya sendiri. Di dekat mereka, yang seharusnya mengayomi dan melayani, parkir liar berani mengais rezeki. Yah, apalagi di depan hidung warga yang dirugikan.

Baca halaman selanjutnya: Lapor ke siapa kalau kejahatan terjadi di dekat polisi bekerja?

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 12 Januari 2024 oleh

Tags: BantulJogjamalioboroparkir di Jogjaparkir liarparkir liar di indomaretparkir liar di jogjaparkir liar di samsat jogjaparkir liar di slemanparkir nuthuk malioborosamsat
Moddie Alvianto W.

Moddie Alvianto W.

Analis di RKI. Tinggal di Yogyakarta.

Artikel Terkait

Jogja Bisa Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung MOJOK.CO
Esai

Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 

8 April 2026
Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer MOJOK.CO
Catatan

Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer

7 April 2026
Pekerja Jogja kaget pindah kerja di Purwokerto demi alasan slow living. Tapi kaget dengan karakter orang Banyumas MOJOK.CO
Urban

Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi

6 April 2026
Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah.MOJOK.CO
Sosial

Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah

5 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pekerja Jogja kaget pindah kerja di Purwokerto demi alasan slow living. Tapi kaget dengan karakter orang Banyumas MOJOK.CO

Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi

6 April 2026
Tinggalkan Jakarta demi punya rumah desa untuk slow living, berujung kena mental karena ulah tetangga MOJOK.CO

Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga

7 April 2026
Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah.MOJOK.CO

Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah

5 April 2026
Gaya hidup pemuda desa bikin tak habis pikir perantau yang merantau di kota. Gaji kecil dihabiskan buat ikuti tren orang kaya. MOJOK.CO

Gaya Hidup Pemuda di Desa bikin Kaget Perantau Kota: Kerja demi Beli iPhone Lalu Resign, Habiskan Uang buat Maksa Sok Kaya

6 April 2026
Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer MOJOK.CO

Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer

7 April 2026
kuliah s2.MOJOK.CO

Penyesalan Lanjut S2 Cuma karena Pelarian dan FOMO: Nganggur dan Dicap Overqualified, Sudah Kerja pun Gaji Setara Lulusan SMA

5 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.