Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Menyambut AADC Jilid 2

Puthut EA oleh Puthut EA
10 Oktober 2015
A A
Menyambut AADC Jilid 2

Menyambut AADC Jilid 2

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Saya mendengar kabar bahwa film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) jilid 2 sedang dipersiapkan. Beberapa media massa mengabarkan bahwa film tersebut sedang memasuki babak pengambilan gambar. Kira-kira akan seperti apakah?

Saya menuliskannya dengan imajinasi terbaik untuk memindai itu semua. Bahwa sebagian besar nanti keliru, tak jadi soal. Setidaknya, Anda sudah bisa menonton versi saya lewat imajinasi Anda. Versi saya tentu tidak perlu diperbandingkan dengan versi film yang konon akan meluncur awal tahun nanti. Hanya melengkapi saja. Cukup disandingkan saja supaya lebih kaya.

Kita semua tahu, AADC bukan sembarang film. Ini film yang ketika diluncurkan di tahun 2002, seorang bocah di berbagai pelosok Indonesia rela melakukan banyak cara agar bisa menonton. Ada yang menjual sapi bapaknya, ada yang menggadaikan sepeda motor kakaknya, ada pula yang rela tidak masuk sekolah karena untuk mencapai gedung bioskop harus melakukan perjalanan panjang selama berhari-hari.

Baik. Marilah kita mulai. Tapi sebaiknya Anda minum air putih dulu, kalau perlu mengambil air wudhu.

Pertama, apakah jenis pekerjaan Cinta yang diperankan oleh Dian Sastro? Mungkin dia jadi sastrawan. Karena pengaruh puisi Chairil Anwar, selepas SMA, Cinta memutuskan untuk masuk kuliah di Fakultas Filsafat, tetapi memilih berkecimpung dalam dunia sastra. Tapi pada akhirnya dia meninggalkan puisi, dan memilih cerpen serta novel sebagai bentuk ekspresi sastrawinya. Dia telah menerbitkan beberapa buku kumpulan cerpen dan sebuah novel. Dan tentu saja dia tidak berangkat ke Frankfurt Book Fair sebab sedang gamang menanti kedatangan Rangga.

Tapi masuk akal juga kalau Cinta memilih profesi sebagai seorang wartawan. Bukankah dia mantan pengurus Mading? Setelah lulus dari SMA, dia kuliah di jurusan Komunikasi, dan kemudian aktif di lembaga pers mahasiswa. Tapi hakulyakin kalau dia tidak memilih aktif di B21 UGM, apalagi Ekspresi UNY, tambah musykil lagi kalau dia aktif di Tegalboto UNEJ.

Setelah lulus kuliah, dia memilih menjadi wartawan. Tentu orang seperti Dian, eh, Cinta, tak akan masuk media massa konvensional semacam Tempo atau Kompas. Ayolah, hari gini masak masih Tempo dan Kompas? Paling pas kalau dia jadi jurnalis di Mojok.co. Lho, kan Mojok isinya bukan tulisan berita? Ya enggak apa-apa. Demi film AADC, pastilah Mojok dengan senang hati akan berubah sebentar menjadi portal berita. Rileks saja, Bro…

Kedua, AADC 2 pasti seperti AADC pertama, membutuhkan sebuah buku sebagai bagian penting dari hubungan Rangga dengan Cinta. Kalau dulu, buku yang dipakai adalah buah karya Sjumandjaja berjudul Aku. Lalu buku seperti apakah yang akan dipilih oleh sang sutradara Riri Riza? Baiklah, begini imajinasi saya bergerak.

Kalau buku itu berupa karya fiksi, saya kira Mas Riri tidak akan memilih buku Laskar Pelangi. Memang ketika novel laris karya Mas Andrea Hirata itu diangkat ke layar lebar diproduseri oleh Mbak Mira Lesmana, orang yang sama yang memproduseri AADC pertama dan kedua. Tapi saya kira novel itu tak begitu cocok. Kemungkinan yang lain adalah novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer. Tapi rasanya juga bukan itu. Agak kurang pas dengan jalan cerita AADC 2.

Memangnya saya tahu bagaimana kelak jalannya cerita AADC 2? Ya enggak tahu. Tapi kan boleh-boleh saja menebak. Novel Pulang karya Mbak Leila S Chudori pun sepertinya juga tak mungkin, begitu pula novel Amba karya Mbak Laksmi Pamuntjak. Anda tentu mengira yang paling cocok adalah novel Cinta Tak Pernah Tepat Waktu. Tapi rasanya juga bukan itu, walaupun sangat mungkin novel itu pas dengan situasi Rangga dan Cinta. Kemungkinan selera sastra Rangga tak akan berubah jauh, bisa jadi yang dipilih adalah buku puisi WS Rendra, atau Widji Thukul. Kalau memang dipilih buku kumpulan puisi dari sastrawan muda Indonesia, rasanya salah satu buku puisi karya M Aan Mansyur akan sangat cocok.

Kalau buku yang dipilih adalah karya nonfiksi, maka saya menjagokan buku-buku ringan penuh candaan macam buku Iqbal Aji Daryono atau buku karya Agus Mulyadi. Tapi sekalipun saya jagokan, rasanya buku-buku tersebut tak akan dipilih. Sebab Rangga kan penyendiri dan ‘dingin’, susah membayangkan dia cekakakan sambil membaca buku-buku Iqbal atau Agus.

Sialnya, ada kemungkinan buku yang dipilih adalah salah satu seri dari Catatan Pinggir karya Pak Goenawan Mohamad. Rangga membaca buku Catatan Pinggir saat di bandara atau di dalam pesawat, rasanya pas. Walaupun tentu membuat geram banyak orang. Ya, suka-suka yang bikin film dong. Sebab segeram apapun Anda, tidak akan afdol kalau tidak menonton film ini.

Dan bukan AADC kalau tak ada toko bukunya. Kalau dulu toko buku bekas di kawasan Kwitang, kali ini mungkin akan sedikit berbeda. Mungkin Gramedia Matraman Jakarta, atau Togamas Gejayan Yogya. Tidak begitu penting sih toko buku mana, tapi yang paling penting ada sosok penjual buku yang akrab dengan Cinta. Lho kok Cinta? Ya kan Cinta yang tinggal di Indonesia. Masak Rangga yang tinggal di New York yang akan jadi sorotan utama?

Kalau menilik kisahnya kira-kira seperti itu maka Cinta cocok untuk menjadi pelanggan dari Eka Pojok Cerpen, salah satu pedagang buku onlen yang beromzet tinggi di Yogya. Atau setidaknya dia akan kenalan dengan salah satu maestro desainer sampul buku di Indonesia: Ong Hary Wahyu. Sebab konon salah satu burung merpati Pak Ong diberi nama Dian Sastro. Konon lho ya…

Iklan

Terakhir, tidak lengkap rasanya AADC 2 kalau tidak ada latar belakang kafe-nya. Jelas yang cocok kalau tidak Coffee War Jakarta, ya Klinik Kopi Yogya. Kalau untuk soal itu, saya amat yakin.

Nah, sampai di sini mulai muncul persoalan. Tentu seperti AADC jilid pertama yang punya efek domino multisektor, maka kemungkinan AADC 2 ini juga akan punya imbas sosial besar. Salah satunya akan menimpa Dian Sastro yang tak lekang dimakan zaman. Soalnya khusus untuk Dian, zaman tak rakus-rakus amat.

Anda pasti mengira saya bakal bilang Dian akan menjadi kompetitor kuat Pak Jokowi dalam persaingan Pilpres 2019. Kali ini Anda keliru. Saya kira Dian Sastro akan menjadi kompetitor kuat calon gubernur DKI. Baik Pak Ahok maupun Pak Sandiaga Uno, termasuk Pak Ridwan Kamil dan Bu Risma yang kemungkinan juga bakal unjuk gigi dalam ‘Perang Bintang DKI 1’, tidak bakal bisa meremehkan Dian jika dia maju sebagai calon independen gubernur DKI. Tapi untuk maju sebagai politikus, tak perlulah Dian Sastro menjadi aktivis ‘save-save-an’. Tak perlu ‘save ini save itu’. Dan biarkan pembaca setia Mojok alias para Mojokers yang akan mendukung dengan gelak tawa dan riang gembira.

Balik ke soal film AADC 2, konon tokoh Mamet akan muncul lagi. Ya, laki-laki yang paling apes di film AADC itu. Tapi tenang saja, di dunia nyata nanti, ada semacam komedi nyata terjadi. Agus Mulyadi berkali-kali akan datang ke gedung bioskop dengan pertanyaan yang sama: Kapan AADC 2 akan diputar? Si Mbak yang ditanya, yang wajahnya mirip tokoh Alya yang diperankan Ladya Cherill, selalu menjawab tidak tahu. Saking bosannya dengan jawaban tidak tahu, Agus tidak pernah datang lagi ke gedung bioskop selama berbulan-bulan.

Ketika kemudian dia datang dengan pertanyaan yang sama sekian bulan kemudian, Si Mbak petugas yang ditanya menjawab: Basi, AADC 2 sudah kelar tayang!

Matek!

Terakhir diperbarui pada 16 Oktober 2018 oleh

Tags: Ada Apa Dengan CintaDian SastroRangga
Puthut EA

Puthut EA

Kepala Suku Mojok. Anak kesayangan Tuhan.

Artikel Terkait

Menunggu Dian Sastro di Gudeg Ceker Mbok Joyo
Liputan

Menunggu Dian Sastro di Gudeg Ceker Mbok Joyo

30 Oktober 2021
ilustrasi Rekomendasi Lagu Karaoke buat Mbak Dian Sastro biar PPKM-nya Semakin Asyik mojok.co
Pojokan

Rekomendasi Lagu Karaoke buat Mbak Dian Sastro biar PPKM-nya Semakin Asyik

15 Juli 2021
aadc gita cinta dari sma film cint remaja terbaik Nicholas Saputra Punya Saingan Berat, dan Orang Itu Adalah Rano Karno mojok.co
Pojokan

Nicholas Saputra Punya Saingan Berat, dan Orang Itu Adalah Rano Karno

27 Februari 2021
Video

Q&A dan Giveaway Spesial Awal Tahun 2021

4 Januari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Curhat dan ziarah di makam ibu, tempat terbaik pulang tanpa penghakiman MOJOK.CO

Curhat di Makam Ibu Dianggap Lebay dan Sia-sia, Tapi Jadi Tempat Pulang Terbaik yang Penuh Makna dan Rasa Lega

5 Juni 2026
Godaan modifikasi motor Honda Vario 125 demi sinematik kebodohan soal harga jual di Facebook, berakhir jadi motor sampah dan jamet MOJOK.CO

Modifikasi Motor Honda Vario 125 Hasil Tabungan Ibu-Kakak demi Sinematik dan Kebodohan Harga Jual di FB, Berakhir Jadi Motor Jamet dan Sampah

7 Juni 2026
Pengalaman Kuliah di Polandia, Eropa Sambil Jadi Tour Guide. MOJOK.CO

Pengalaman Kuliah di Eropa Sambil Jadi Tour Guide bikin Enggan Kembali ke Tanah Air, tapi Tak Ada Jalan Lain Selain Pulang

4 Juni 2026
Dompet digital selamatkan pedagang UMKM. MOJOK.CO

4 Kiat Pedagang Es Campur dan Roti Kukus yang Tetap Laris di Tengah Situasi Pelik

3 Juni 2026
Event lari Merbabu Skyrace makin diminati banyak orang lintas negara, jadi potensi sport tourisme di Jawa Tengah dengan daya tarik lari lintas alam di Gunung Merbabu MOJOK.CO

Merbabu Skyrace: Event Lari Melintasi Keindahan Gunung Merbabu, Sport Tourism yang Bikin Sebuah Dusun Mendunia

6 Juni 2026
Peluncuran program pendidikan koperasi (perkoperasian) untuk sekolah-sekolah yang dipelopori Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) MOJOK.CO

Jawa Tengah Bikin Pendidikan Koperasi di Sekolah: Bekal Kewirausahaan dan Alternatif Lapangan Kerja untuk Gen Z-Gen Alpha

5 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.