Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Ada Apa dengan Kos-kosan Putri yang Eksklusif dan Bebas di Jogja?

Edi AH Iyubenu oleh Edi AH Iyubenu
9 Juli 2017
A A
ESAI KOS Kos-kosan bebas mojok

ESAI KOS Kos-kosan bebas mojok

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Jika anda berkelana ke berbagai sudut Jogja, sebutlah Babarsari, Seturan, Nologaten, atau Jalan Kaliurang (asal jangan sekitaran UIN, ya), terlihat jelas bahwa keterbatasan hidup anak kos tinggal mitos belaka. Kafe-kafe selalu ramai, cowok-cewek, jilbaban atau tank top-an, dari bergerombol hingga nyempil yang-yangan.

Di saat bapak-ibu di desa tersedu di atas sajadah dalam tahajud yang panjang, memohon kesuksesan kuliah anaknya di Jogja, si anak lagi main kartu, nobar, atau rangkul-rangkulan dan elus-elusan. Maha suci Allah ….

Sebagai pengamat kos-kosan eksklusif dengan tarif di atas sejuta perbulan (cirinya kamar mandi di dalam, parkiran luas, dan—ehm—bebas), saya kerap mbatin: anak-anak kos ini dikirimi duit berapa ya sama ortunya; ortunya kerja apa; mereka ke Jogja hendak kuliah atau nongkrong; hingga, engg, nyambi apa ya mereka kok bisa segitu mayak pengeluarannya?

Mari berhitung. Jika bayar kos saja sejuta, mana mungkin living cost-nya sejuta. Dua juta saja mepet. Taksiran rasional saya ya tiga juta. Berarti empat juta. Itu belum termasuk tipu-tipunya; Laporan ke ortu buat les bahasa Prancis, beli buku penunjang kuliah, studi tour ke Suriah, dan lain-lain. Sabar ya, Pak, Bu, anak-anak milenial memang gitu, penginnya jadi anak presiden semua.

Ada fakta menarik yang nyaris selalu saya hadapi setiap ada calon anak kos bertanya-tanya seputar kosan putri yang saya teliti. Nyaris artinya dominan, dapat diklaim 90 persen!

“Ini kos bebas ya, Pak?”

Bebas. Ya, itu kata koentji yang amat sering disodokkan setelah berbasa-basi tentang harga dan fasilitasnya. “Soal harga saya tak masalah, Pak.” Begitu biasanya kalimat berikut yang mereka desingkan untuk menggoda anggukan pada harga “bebas” itu. Mahal ndak apa-apa asal bebas … kenthu.

Sangat banyak (itu artinya dominan!) calon anak kos putri yang batal ngekos setelah dapat jawaban begini: “Iya, bebas, Dek, makanya setiap anak kos dapat kunci pagar. Bebas saja mau pulang jam berapa. Toh itu bukan urusan saya. Urusan saya sekadar memastikan kos ini tidak dijadikan tempat kumpul kebo dan narkoba. Makanya lawan jenis dilarang masuk kamar, Dek, jam berapa pun. Tak usah khawatir, ada ruang tamunya kok. Di dekat sini juga ada pos ronda, rumah Pak RT, dan Pak Dukuh. Dijamin aman.”

“O …. Ya udah, Pak, nanti saya kabari lagi jadi atau nggaknya.” Begitu responsnya kemudian.

Ada pula yang bertanya lebih lanjut, “Bapak tahu kos bebas di sekitaran sini di mana?”

“Tahu.”

“Ada, ya, Pak. Di mana?”

“Hotel.”

Mamam tuh, hotel! Sebenarnya sih saya tahu nama beberapa kos yang laris manis, bahkan kudu inden, karena faktor bebasnya walaupun dibandrol dua juta lebih. Penasaran? Inbox, gih. Bhaaa!

Iklan

Setelah meneliti, mengamati, dan merenungkan dalam-dalam, ihwal betapa koentjinya kata “bebas” bagi anak-anak kos milenial ini bisa saya uraikan alasan-alasan rasionalnya.

Pertama, anak kuliahan zaman sekarang jelas beda sama zaman saya kuliah. Mereka bisa masuk kelas sampai malam, lho. Habis kuliah, kan lapar dan capek pastinya. Maka kafe menjadi tempat yang paling akomodatif terhadap keadaan tersebut. Bisa makan minum apa saja, plus leha-leha sesuka hati. Apalagi kalau ada teman, kan bisa lanjut diskusi memperdalam materi kuliah tadi.

Soal diskusinya sampai dini hari sambil yang-yangan, manusiawi belaka. Namanya juga diskusi, bisa terjadi adu argumen dan referensi, bisa meluas ke mana-mana to, meraba ke mana-mana. Itu semua jelas butuh waktu yang lama. Lalu usai diskusi intens demikian, wajar dong mereka butuh kamar kos. Kalau bukan kos bebas, macetlah puncak diskusi itu.

Maka demi marwah intelektualitas mahasiswa-mahasiswi Jogja, kos bebas tidak bisa ditawar lagi urgensinya.

Kedua, sebagian anak kos putri itu adalah pekerja profesional. Kadangkala, mereka dapat shift malam. Ada pula yang memang jam kerjanya malam melulu kayak kelelawar.

Meskipun bukan jumlah dominan, mereka tidak sedikit banget. Ya kisaran 20-30 persen. Bayangkan nasib mereka bila tak ditampung oleh kos bebas. Mungkin pulangnya jam dua, atau barengan azan Subuh saat simbah-simbah bermukena melangkahkan kaki ke masjid. Jam-jam segitu logis dinyatakan sebagai jam rawan kejahatan. Maka wajar dong bila mereka pulang diantar teman lelakinya yang baik hati.

Lalu ada soal lain bila rumah atau kos teman lakinya itu jauh. Kasihan kan, mereka yang sudah berbaik hati mengantar anak kos putri tadi, melindunginya dalam perjalanan yang gelap, masih harus berjibaku di jalanan untuk pulang. Sebagai balas budi, maklumi saja jika si empu kamar kos itu mempersilakannya beristirahat di situ saja.

Nah, hanya kos bebaslah yang bisa mengakomodir ajang balas budi dan saling pengertian tersebut. Maka demi marwah kemanusiaan, kos bebas tidak bisa ditawar lagi urgensinya.

Ketiga, sebagian (besar) anak kos putri itu datang dari keluarga desa biasa yang secara ekonomi di bawah rata-rata. Beruntunglah mereka yang selama di Jogja memiliki bapak asuh dermawan yang menyelamatkan masalah keuangannya. Bapak asuh jugalah yang kemudian mengenalkan mereka pada brand Zara hingga Bvlgari. Bye-bye, daster dan kaus oblong hadiah pupuk urea dan mi keriting kiriman emak.

Anak-anak kos putri yang memiliki bapak tentu ingin balas budi sesuai keahliannya atas derma-derma finansial itu. Namanya juga bapak asuh yang pasti tak belia lagi, sebagian malah mengidap stroke, wajar bila anak kos turut memperhatikan kesehatannya dengan cara mempersilakan istirahat di kamar kos.

Muskil itikad baik itu terwujud tanpa kamar kos yang bebas. Ntar dikira aneh-aneh kalau dilakukan di kos tak bebas. Padahal, sekali lagi, itu bukti cinta kasih seorang anak kepada bapak asuhnya atau seorang cucu kepada kakek asuhnya. Apa yang salah?

Maka demi kesehatan bapak asuh, kos bebas tidak bisa ditawar lagi urgensinya

Jika anda merasa waswas akan kebenaran kisah ini, coba teliti dua hal ini: satu, era anda kuliah dan ngekos di Jogja pastilah di masa The Flintstones saat SPP di UIN (dulu IAIN) masih 180 ribu dengan bonus Teater Eska atau Kemped. Dan dua, anda pasti kurang jauh dolannya dan kurang malam pulangnya. Untuk memecahkan masalah kedua, coba hubungi Agus Mulyadi.

Terakhir diperbarui pada 9 Juli 2017 oleh

Tags: hotelJogjakosKos BebasKos Putrikos-kosan
Edi AH Iyubenu

Edi AH Iyubenu

Yang punya Kafe Basabasi.

Artikel Terkait

Aji sarjana hukum UGM, Jogja yang pernah ngojol. MOJOK.CO
Edumojok

Perjuangan Ojol sambil Kuliah: Pernah Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan, Kini Lulus Jadi Sarjana Hukum UGM

5 Februari 2026
Asriadi Cahyadi pemilik Dcell Jogja Store, toko musik analog. MOJOK.CO
Sosok

Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja

4 Februari 2026
kos di jakarta.MOJOK.CO
Sehari-hari

Ngekos Bareng Sepupu yang Masih Nganggur Itu Nggak Enak: Sangat Terbebani, tapi Kalau Mengeluh Bakal Dianggap “Jahat”

3 Februari 2026
Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT MOJOK.CO
Edumojok

Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT

2 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

bpjs kesehatan.MOJOK.CO

Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif

5 Februari 2026
bencana.MOJOK.CO

Mitos dan Pamali adalah Sains Tingkat Tinggi yang Dikemas dalam Kearifan Lokal, Bisa Menjadi Peringatan Dini Bencana

4 Februari 2026
Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT MOJOK.CO

Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT

2 Februari 2026
Asriadi Cahyadi pemilik Dcell Jogja Store, toko musik analog. MOJOK.CO

Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja

4 Februari 2026
gen z kerja merantau beban mental dan finansial.mojok.co

Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

6 Februari 2026
Pinjol Jerat Gen Z Fomo tanpa Cuan, Apalagi Tabungan MOJOK.CO

Fakta Indonesia Hari ini: Sisi Gelap Gen Z Tanpa Cuan yang Berani Utang Sampai Ratusan Juta dan Tips Lepas dari Jerat Pinjol Laknat

3 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.