Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Kitabisa Dipakai Singgih untuk Menipu dan Bikin Marah tapi Gembira Menyumbang Orang Kaya Bernama Livy Renata

Arman Dhani oleh Arman Dhani
25 Maret 2024
A A
Kitabisa Dipakai Menipu, tapi Gembira Sumbang Orang Kaya MOJOK.CO

Kitabisa Dipakai Menipu, tapi Gembira Sumbang Orang Kaya MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Orang marah setelah Singgih Sahara menipu lewat Kitabisa. Tapi banyak orang gembira menyumbang orang kaya Livy Renata lewat Trakteer. 

Bagaimana cara kita mengukur amal? Maksud saya, mana yang lebih penting? Membantu orang membayar utang atau membantu orang kaya membeli mobil mewah kedua? 

Mungkin tanpa konteks yang jelas, kita akan dengan cepat memilih untuk membantu yang pertama. Kemudian, bagaimana jika saya kasih penjelasan, yang pertama adalah pembohong, yang kedua adalah pesohor dengan pesona menarik?

Hari ini, konten kreator Livy Renata mendadak menjadi bahan pembicaraan publik usai membelikan mobil mewah untuk ibunda tercinta. Warganet menduga kalau uang buat beli mobil tersebut hasil dari donasi netizen via Traakter, entah semua atau sebagian. Belakangan, bio profil Livy di Traakter berganti, dari “Mau beliin mami mobil,” menjadi “Mau beliin mami helicopter,” lelucon yang jenaka belaka.

Perkara bersedekah, Indonesia ini memang terkenal paling baik dan paling mudah terharu. Secara 6 tahun berturut-turut, Indonesia dapat penghargaan negara paling dermawan dengan peningkatan skor. Berdasarkan World Giving Index (WGI) yang dirilis Charities Aid Foundation (CAF), pada 2022, Indonesia mendapat skor sebesar 68%. Indonesia berada di peringkat pertama dengan skor WGI sebesar 68%.

Sahara dan dana sumbangan Kitabisa yang diselewengkan

Hal ini bisa baik dan buruk tergantung bagaimana memandangnya, mudah berbagi atau mudah menjadi korban kebohongan. Beberapa hari sebelum Livy Renata membuka link Traakter untuk membeli mobil mewah maminya, Singgih Sahara membuat netizen geram lewat dugaan penyelewengan dana sumbangan Kitabisa.

Singgih awalnya membagikan permohonan bantuan dana Kiatabisa untuk keluarganya. Dia mengaku ibunya sakit gagal ginjal dan sang anak mengalami kesulitan bicara atau speech delay. Nah ini yang aneh, beberapa orang di Twitter curiga, karena sebelumnya Singgih pernah membuka permintaan donasi beberapa kali untuk alasan yang sama.

Total donasi di Kitabisa terkumpul banyak. Konon, Singgih mendapat Rp250 juta dari sumbangan banyak orang. Dia menggunakan uang itu untuk membiayai kebutuhan ibu dan anaknya, membayar kontrakan, serta melunasi pinjaman online. Ini yang kemudian jadi pertanyaan. Apakah uang sumbangan yang kamu berikan pada orang lain, terlepas penggunaanya, perlu dikembalikan?

Kita kerap punya niat yang baik. Namun, akhirnya menjadi getir dan marah ketika niat baik itu diciderai dengan kebohongan. Tapi dalam 2 kasus di atas, antara menyumbang seorang pembohong yang membutuhkan uang untuk membayar hutang dan mengobati keluarga, atau memberikan traktiran untuk influencer kaya raya agar bisa membelikan maminya mobil mewah baru. Mana yang secara moral bisa diterima?

Baca halaman selanjutnya: Perkara sentimen atau memang ingin beramal?

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 25 Maret 2024 oleh

Tags: donasi kitabisakitabisalivy renatalivy renata beli mobilpenipuan kitabisasinggih saharatrakteer
Arman Dhani

Arman Dhani

Arman Dhani masih berusaha jadi penulis. Saat ini bisa ditemui di IG @armndhani dan Twitter @arman_dhani. Sesekali, racauan, juga kegelisahannya, bisa ditemukan di https://medium.com/@arman-dhani

Artikel Terkait

ilustrasi Seorang Netizen Bikin Akun Trakteer dan Dapat Dana 30 Juta Tanpa Karya Apa pun mojok.co
Pojokan

Seorang Netizen Bikin Akun Trakteer dan Dapat Dana 30 Juta Tanpa Karya Apa pun

4 November 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Parijoto, pecel pakis, hingga lalapan kelor. Khazanah kuliner di Desa Colo yang erat dengan dakwah Sunan Muria MOJOK.CO

Rasa Sanga (2): Sajian Parijoto, Pecel Pakis, dan Lalapan Kelor di Desa Colo yang Erat dengan “Syiar Alam” Sunan Muria

27 Februari 2026
Pertama kali merantau ke Jogja: kerja palugada di coffee shop dengan gaji Rp10 ribu MOJOK.CO

Pertama Kali Merantau ke Jogja: Kerja di Coffee Shop 12 Jam Gaji Rp10 Ribu Perhari, Capek tapi Tolak Pulang karena Gengsi

24 Februari 2026
KIP Kuliah.MOJOK.CO

Mahasiswa KIP Kuliah Ikut Dihujat Imbas “Oknum” yang Foya-Foya Pakai Duit Beasiswa, Padahal Beneran Hidup Susah hingga Rela Makan Sampah di Kos

25 Februari 2026
Gagal seleksi CPNS dan tidak tembus beasiswa LPDP untuk kuliah S2 di luar negeri pilih mancing, dicap tidak punya masa depan oleh keluarga MOJOK.CO

Gagal LPDP dan Seleksi CPNS Pilih Nikmati Hidup dengan Mancing, Nemu Rasa Tenang meski Dicap Tak Punya Masa Depan

22 Februari 2026
5 makanan khas Jawa Timur (Jatim). Beri kesempatan kaum pas-pasan cicipi kuliner terbaik/terenak dunia MOJOK.CO

5 Makanan Khas Jawa Timur yang Beri Kesempatan Orang Pas-pasan Nikmati Kuliner Terenak Dunia, Di Harga Murah Pula

1 Maret 2026
User bus ekonomi Sumber selamat pertama kali makan di kantin kereta api. Termakan ekspektasi sendiri MOJOK.CO

User Bus Sumber Selamat Pertama Kali Makan di Kantin Kereta, Niat buat Gaya dan Berekspektasi Tinggi malah Berakhir Meratapi

25 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.