Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Kisah Aladdin Justru Mengamanatkan untuk Tidak Memohon kepada Jin

Haris Firmansyah oleh Haris Firmansyah
2 Juni 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kisah Aladdin yang tertulis di sini, penuh spoiler. Jadi, kalau belum nonton, mending dipikir-pikir dulu untuk membacanya~

Di media sosial, beredar meme comic tentang Aladdin yang ditolak oleh Jasmine. Alasannya, dia jadi kaya-raya karena bersekutu dengan jin. Jasmine tidak mau menerima lamaran Aladdin yang melakukan pesugihan.

Nyatanya, kisah Aladdin justru punya amanat sebaliknya: jangan sekali-kali bersekutu dengan jin. Dengan kata lain, hanyalah Allah SWT tempat memohon dan meminta. Sudah sepantasnya dongeng dari Arab punya nilai-nilai islami begini.

Di cerita versi live action, Aladdin memang sempat meminta pertolongan kepada jin yang diperankan oleh Will Smith. Ia terpaksa melakukan itu karena ia punya konflik yang cukup pelik. Ia jatuh cinta dengan Putri Jasmine, tapi terhalang oleh status dan restu calon mertua. Putri Jasmine hanya boleh menikahi seorang pangeran. Berhubung domisilinya di Arab, pangeran yang dicari bukan pangeran berkuda, tapi pangeran beronta.

Sementara Aladdin hanyalah “tikus jalanan” yang suka mencuri roti di pasar. Kemudian, pertolongan Jin menyulap seorang pencuri jadi pangeran dalam semalam. Hal itu memungkinkan dia untuk berdiri sejajar dengan sang puteri, bahkan sempat joget bareng segala. Namun, ada harga yang harus ditebus: kebohongan. Ia harus menebar hoax bahwa dirinya adalah pangeran di sebuah kerajaan fiktif. Pangeran terpilih hasil quick count versi lembaga survei gaib.

Namanya kebohongan harus terus di-maintenance dengan kebohongan berikutnya. Sampai akhirnya, dia capek melakukan propaganda dan sadar bahwa dirinya harus jujur kepada Jasmine tentang siapa dia sebenarnya.

Cerita film Aladdin punya side plot semacam Game of Sultans. Dikisahkan Jafar seorang perdana menteri kerajaan, ingin duduk di kursi sultan dan menjadi nomor satu di Kerajaan Agrabah. Pusing palanya tiap burung beo peliharaannya meledek, “Nomor dua. Nomor dua.”

Sampai akhirnya, Jafar sempat diberikan kesempatan memiliki lampu ajaib. Kepada Jin, ia meminta untuk jadi sultan secara dadakan, eh, terkabul. Namun, perangkat kerajaan masih tidak mau tunduk sepenuhnya kepada sultan palsu.

Selanjutnya, Jafar memohon dijadikan penyihir instan tanpa menempuh pendidikan di Hogwarts sebelumnya. Dikabulkanlah permintaan itu: Jafar jadi penyihir superior. Dengan sihirnya, ia bisa menundukkan siapa saja. Termasuk Aladdin yang saat itu jadi kerikil di sepatunya.

Ketika di ujung tanduk, Aladdin sempat mengoceh untuk mengecoh Jafar. Katanya, percuma jadi penyihir karena masih kalah sakti dengan jin. Jika kesaktiannya dirangking, penyihir nomor dua, jin nomor satu. Jafar yang terobsesi untuk jadi Numero Uno pun memohon kepada Jin untuk jadi jin juga.

Di sini, Jin berlaku tidak netral. Keberpihakannya masih kepada tuan sebelumnya, yaitu Aladdin. Sikap Jin dipengaruhi oleh like and dislike. Jin mengubah Jafar menjadi jin, tapi harus terkurung di lampu ajaib. Spesifik sekali. Padahal Jafar hanya minta jadi jin saja, tidak ada keterangan harus bernasib sama dengan Jin sebelumnya: tinggal di lampu ajaib.

Jin jadi tricky kepada Jafar karena sudah berkawan karib dengan Aladdin. Inilah contoh praktik KKN. Kasihan sekali nasib Jafar yang diperlakukan tidak adil. Memang, itulah akibat dari bersekutu dengan jin. Bukannya ditolong, malah dijebak.

Pelajaran lainnya, gila jabatan bikin Jafar dipenjara secara magis. Mungkin di dalam lampu ajaib, Jafar terus-menerus mengumpat, “Dasar setan gundul.”

Berbeda dengan Jafar yang bossy, langkah Aladdin cukup strategis dengan memperlakukan Jin sebagai seorang teman, alih-alih pesuruh. Sejak awal, dia sudah paham posisinya. Selama ribuan tahun, Jin terkekang oleh sebuah kontrak sihir untuk melayani tuan yang membebaskannya. Jin yang baru saja dikeluarkan dari lampu ajaib itu malah sesumbar bisa mengabulkan tiga permohonan. Padahal Jin yang menawarkan bantuan itulah yang sejatinya lebih butuh pertolongan.

Iklan

Bukannya mengubah nasibnya sendiri, justru Aladdin yang mengubah nasib Jin. Ia membuat permintaan terakhirnya untuk membebaskan Jin dari kutukan perbudakan jin. Sama seperti ketika Dobby si peri rumah yang dimerdekakan oleh Harry Potter dengan sebuah kaos kaki.

Jin pun bebas dan akhirnya jadi manusia. Setelah sebelumnya ada manusia yang jadi jin. Pertukaran pelajar yang melibatkan dua alam.

Pada akhirnya, Aladdin bisa mendapatkan hati Jasmine karena karakteristik yang dimilikinya. Selaras dengan itu, Jin sudah wanti-wanti sebelumnya bahwa dirinya tidak bisa mengabulkan permintaan yang berhubungan dengan mengubah perasaan cinta manusia. Ternyata Jin Arab masih kalah paten dengan dukun Nusantara yang bisa ilmu pelet.

Dongeng Aladdin ini bisa mengena di hati perempuan dan laki-laki. Kisah hidupnya seperti fairy tale (genie tale???) untuk para cowok. Lelaki yang bukan siapa-siapa, lalu nasibnya berubah dalam semalam. Inilah impian setiap pria.

Dalam dongeng Cinderella, gadis miskin yang ditolong oleh peri. Kaum hawa digambarkan tertindas dan hanya bisa diselamatkan oleh keajaiban. Namun, Aladdin membuktikan bahwa kaum lelaki juga butuh pertolongan makhluk halus.

Aladdin adalah kita yang jatuh cinta dengan seseorang yang rasanya tidak mungkin kita miliki. Bisa karena faktor ekonomi: si kaya dan si misqueen. Bisa juga karena beda status sosial: si selebgram dan si akun obat-obatan.

Namun, harapan akan selalu ada bagi lelaki yang memperjuangkan cintanya. Dalam kisah Aladdin, harapan itu berbentuk lampu ajaib. Di dunia nyata, refleksi dari lampu ajaib itu bisa apa saja. Bisa berbentuk uang, bisa juga berbentuk uang, atau malah berbentuk uang.

Uang memang tidak bisa membeli cinta. Namun, kita tidak bisa mencintai tanpa memberi (uang).

Sementara itu, Jasmine bukanlah tipikal Putri Disney yang menunggu diselamatkan oleh pangeran. Ketika dijadikan sandera, Jasmine masih bisa melawan dan mencari cara untuk meloloskan diri. Bahkan ia ikutan beraksi di pertarungan terakhir melawan bos penjahat. Kuncinya, yaqueen.

Jasmine punya tekad dan suaranya sendiri. Dengan perkataannya, Jasmine bisa memutuskan rantai patriarki di keluarganya. Ia jadi perempuan pertama yang memimpin kerajaan. Jelaslah, ia berbeda dengan Aurora alias Sleeping Beauty dan Snow White yang perannya merem doang, terus bangun-bangun dapat pangeran tampan di depan mata.

Terakhir diperbarui pada 2 Juni 2019 oleh

Tags: aladdinfilm disneyjasmine
Haris Firmansyah

Haris Firmansyah

Pegawai Bank Ibukota. Selain suka ngitung uang juga suka ngitung kata.

Artikel Terkait

COCO_mojok
Esai

Spoiler Coco: Film Keluarga Antikorupsi Ala Disney

3 Desember 2017
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026
Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa. MOJOK.CO

Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan Kuliah S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa

12 Januari 2026
Momen haru saat pengukuhan Zainal Arifin Mochtar (Uceng) sebagai Guru Besar di Balai Senat UGM MOJOK.CO

Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

16 Januari 2026
Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo, Tak Cuan Bisnis Melayang MOJOK.CO

Dua Kisah Bisnis Cuan, Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo yang Membuat Penjualnya Menderita dan Tips Memulai Sebuah Bisnis

15 Januari 2026
kekerasan kepada siswa.MOJOK.CO

Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 

15 Januari 2026
Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi "Konsumsi Wajib" Saat Sidang Skripsi

Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi

17 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.