Tembak ban, bajing loncat, dan dunia Shinobi di jalan lintas Sumatra
Suatu hari di kapal menuju Batam, saya bertemu seseorang yang mengaku telah pensiun dari dunia kriminal jalan lintas Sumatra. Ia bercerita banyak hal yang sulit dipercaya, tetapi justru terdengar masuk akal jika mengenal kerasnya jalan lintas Sumatra.
Ia mengaku pernah merakit alat penembak ban dari paralon besi yang memanfaatkan tekanan gas. Tujuannya sederhana: melubangi ban truk agar kendaraan berhenti lalu bisa dirampok.
Kini peralatan semacam itu semakin sulit dibuat karena pengawasannya makin ketat. Namun kreativitas dunia kriminal rupanya tidak pernah benar-benar habis.
Ketika cara lama tak lagi memungkinkan, muncul metode lain. Ada yang meloncat dari sepeda motor ke bak truk layaknya adegan film laga. Bajing loncat bukan sekadar istilah, melainkan profesi yang menuntut keberanian sekaligus nekat tingkat tinggi.
Di sisi lain, beberapa sopir mengaku memilih membawa pistol untuk berjaga-jaga ketika mengangkut kendaraan, rokok, atau muatan bernilai tinggi. Di Jalinsum, bertahan hidup kadang terasa lebih penting daripada memikirkan prosedur.
Belum lagi pungutan liar yang hampir menjadi tradisi. Kalimat pembukanya nyaris selalu sama.
“Aku PS, Bang.”
PS adalah singkatan dari Pemuda Setempat. Artinya sederhana: silakan bayar jika ingin perjalanan tetap tenang.
Motif kriminal di jalan lintas Sumatra
Preman jalanan ini setidaknya memiliki tiga motif. Pertama, mencari uang cepat (predatory crime) dengan mematok harga 50.000 rupiah per truk atau mobil pribadi. Ya, semacam jalur tol swasta tanpa persetujuan negara, lah.
Beberapa amatan, mereka mendapatkan penghasilan jutaan perhari (juru parkir liar seketika tampak tidak terlalu buruk).
Kedua, penguasaan wilayah yang berlangsung antara parang dan celurit. Untuk motif kedua ini, kamu tidak mengeluarkan uang, cuma kadang keserempet oleh kaki atau tamparan aja.
Untuk bagian ini, jika kamu merasa pandai ilmu bela diri, lupakan saja ingat petuah Jenny “Run! Forest, Run!”. Beruntung bagi saya yang terbiasa main GTA yang tak segan-segan menabrak NPC yang menghalangi jalan.
Ketiga, adanya copet, begal atau aksi congkel-mencongkel kendaraan ketika sedang istirahat, jalanan macet, atau saat supir lengah. Untuk motif ketiga ini aksinya sangat beragam sebab aksi ini adalah soal peluang yang melekat pada target sasaran, maka tidak ada rencana matang dari awal hanya aksi spontan, uhuy!
Jalan lintas Sumatra adalah mode expert dalam game simulator bagi supir. Supir truk Jalinsum adalah atlet elit sekelas pembalap F1, diplomat ulung, mekanik terampil, kriminolog, ahli geografi, sosiolog dan filsuf eksistensial dalam satu tubuh. Dan para kriminal?
Mereka sesungguhnya hanyalah produk sampingan yang lahir dari denyut industri raksasa Sumatra. Mereka memang merampas muatan truk, tetapi nilainya mungkin tidak pernah sebesar kekayaan alam Sumatra yang sejak lama diangkut secara legal menuju pusat-pusat ekonomi di Jawa. Nah, bagian terakhir itulah yang sering luput kita bicarakan.
Penulis: Zulfikar RH Pohan
Editor: Agung Purwandono
BACA JUGA Catatan Dokter tentang Jalan Lintas Sumatera: Jangan Jadikan Jalinsum Jalur Cepat Menuju Liang Kubur














