Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Fan Fiction Ayat-Ayat Cinta: Cinta Fahri yang Aya-Aya Wae

Haris Firmansyah oleh Haris Firmansyah
23 Desember 2017
A A
MOJOK-Ayat-Ayat-Cinta-2

MOJOK-Ayat-Ayat-Cinta-2

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

[MOJOK.CO] “Ayat-ayat cinta Fahri tak selamanya bikin bahagia.”

Fahri adalah seorang pemuda Indonesia yang kuliah di Mesir. Menuntut ilmu di luar negeri itu bonusnya bisa memperbaiki feeds Instagram, seperti halnya penerima beasiswa LPDP. Namun Fahri lebih suka menulis daripada swafoto di padang pasir. Pengalaman kuliah di luar negeri dituliskannya dalam sebuah blog bernama Onta Jantan. Blog tersebut berkisah tentang keseharian Fahri di Mesir sebagai pelajar sholeh dan ingin hidup menjalani ayat-ayat cinta.

Fahri tinggal di flat dan bertetangga dengan gadis bernama Maria. Perbedaan agama di antara keduanya tidak menjadi penghalang untuk bersahabat. Mungkin karena mereka berdua tidak lebih dulu bertemu di Facebook.  Namanya ayat-ayat cinta, tiada pembeda bisa membuat mereka berpaling.

Suatu hari, ketika Fahri berangkat mengaji, Maria memanggil Fahri dari kamar flatnya.

“Fahri!” Panggil Maria.

“Aya naon?” Sahut Fahri.

“Meulikeun cai we!” Maria menjawab dalam bahasa Sunda secara lantang. Inilah hasil dari barter bahasa antara Fahri dan Maria. Fahri mengajari nyunda, Maria menjadi guru les privat Aksara Mesir Kuno.

Maria menitip dibelikan minuman dengan memberikan uang kepada Fahri lewat keranjang yang diturunkan dari kamarnya. Uangnya berbentuk koin yang lumayan banyak.

“Punten ya, receh,” ucap Maria. “Kembalian micin nih.”

Namun, karena Maria kurang hati-hati, keranjang itu terbalik dan menumpahkan koin seperti babak bonus permainan arcade Western Dream. Hujanan koin itu mengenai kepala Fahri bertubi-tubi. Fahri yang memang sedang pusing mengerjakan tesis, jadi makin kliyengan begitu tertimpa jackpot. Akhirnya Fahri tak sadarkan diri. Malah Maria yang berlari membelikan minuman dan minyak kayu putih untuk Fahri.

Setelah siuman, Fahri langsung menemui Ustad Jamal untuk mengaji. Fahri begitu khusyuk ketika melantunkan ayat suci sehingga membuat gurunya takjub.

“Alif, ba, ta, tsa,” lafal Fahri fasih.

Begitu selesai, guru mengajinya bertanya, “Kamu sudah pintar mengaji. Kapan kamu mau menikah, Fahri?”

“Nantilah, Ustad. Nunggu musim hujan,” jawab Fahri sekenanya.

Iklan

“Saya berniat mengenalkan kamu dengan keponakan saya,” kata Ustad Jamal.

“Tidak usah, Ustad,” jawab Fahri.

“Kenapa tidak usah? Daripada kamu cari di Tinder!” Ustad Jamal geleng-geleng kepala.

“Niatnya saya mau coba ayopoligami.com sih,” aku Fahri malu-malu.

“Fahri! Bukan begitu skenario kamu kecemplung ke dunia poligami,” tukas Ustad Jamal. “Tidak pakai perantara start-up!”

Setelah dibujuk sedemikian rupa, akhirnya Fahri mau menjadikan ta’aruf sebagai jalan ninjanya.

***

Suatu malam, terdengar suara keributan dan teriakan dari rumah tetangga Fahri. Tepatnya, keributan itu berasal dari keluarga Bahadur yang sedang menyiksa anaknya, Noura.

“Karena kamu melakukan kesalahan lagi, kamu harus dihukum. Dengarkan lagu ini sampai habis!” Bahadur memaksa Noura memakai headphone.

Lalu Bahadur memutar video klip Awkarin berjudul Candu di Youtube, menggunakan gawainya.

“Ini lagu terkenal dari Endonisi. Nikmati!” Bahadur tertawa melihat anak gadisnya tersiksa.

Tangisan Noura sungguh menyayat hati. Demi mendengarnya, Fahri menelepon Maria untuk menolong Noura.

“Roger,” sahut Maria sebelum memulai misi. Lalu Maria menjatuhkan keranjang berisi koin ke kepala Bahadur. Sampai akhirnya Bahadur pingsan.

“Yes!” Fahri senang. Bukan karena berhasil menolong Noura saja, melainkan karena ada orang lain merasakan derita yang sama yang pernah dirasakannya. “Begitulah rasanya.”

***

Tiba saatnya Fahri bertemu dengan wanita yang akan dijodohkan dengannya. Wanita tersebut memakai cadar. Namanya Aisha.

“Sekarang buka cadarmu, Aisha. Calon suamimu berhak melihat wajah aslimu,” komando bibinya Aisha.

Fahri deg-degan ketika melihat Aisha perlahan membuka cadarnya.

Ketika cadar Aisha dilepas, Fahri begitu kaget. Di baliknya, Aisha masih memakai masker seperti guru Kakashi.

“Aisha memang senang bikin orang penasaran,” komentar bibinya Aisha. “Sekarang buka maskermu, Aisha.”

Saat Aisha benar-benar memperlihatkan wajah aslinya, tiba-tiba saja mengalun lagu entah dari mana.

“Desir pasir di padang tandus

Segersang pemikiran hati

Terkisah ku di antara cinta yang rumit”

“Ngomong-ngomong, itu suara dari mana ya?” Tanya Fahri larak-lirik mencari asal suara.

“Bila keyakinanku datang

Kasih bukan sekadar cinta

Pengorbanan cinta yang agung

Ku pertaruhkan”

“Mbak, nyanyinya bisa nanti saja? Ini Nak Fahri sedang butuh konsentrasi,” pinta bibinya Aisha kepada Rossa yang tiba-tiba ada di acara ta’aruf yang khidmat.

“Maafkan bila ku tak sempurna,” senandung Rossa sembari menjauh.

“Iya dimaafkan, Mbak. Asal jangan diulangi lagi ya,” sahut Fahri.

“Bagaimana, Fahri?” tanya Ustad Jamal.

“Menurut saya sih suaranya unik. Tapi mungkin Mbak Rossa sedang tidak fit, jadi kurang menghayati lagunya. Kita bisa beri kesempatan di lain waktu,” komentar Fahri.

“Bukan. Bukan Rossa. Tapi, ini tentang Aisha, Fahri,” kata Ustad Jamal. “Fokus, boy.”

Tanpa menjawab sepatah kata pun, Fahri hanya mengacungkan dua ibu jarinya.

“Sikat, Bro!” Rossa balik lagi.

***

Setelah menikah, Fahri dan Aisha pindah ke Indonesia. Karena tidak diizinkan poligami, Fahri masuk ke dunia politik.

“Sama-sama poli. Sama-sama bermanfaat bagi banyak orang,” ucap Aisha supaya tidak dimadu. “Asalkan memenuhi satu syaratnya, bisa adil.”

Fahri memilih masuk Partai Keadilan Senpai (PKS) sebab ada kata ‘adil’ di dalam nama partai tersebut. Syukur-syukur bisa menjadikannya sejahtera juga. Dengan mulus, Fahri terpilih sebagai anggota DPR. Selama karirnya sebagai politikus, Fahri sempat membuat kontroversi dengan mengajukan wacana pembubaran KPK.

“Saya rasa KPK telah gagal menjalankan fungsinya. Sejak saya masih SD, bilangan prima sering dipanggil KPK. Tapi sampai sekarang tidak pernah diproses lebih lanjut,” papar Fahri. “Dimana peran KPK? Apa perlu bantuan FPB? Pohon faktor?”

Karena pernyataannya yang matematis tersebut, Fahri dipecat dari PKS dan diminta mundur cantik dari jabatannya di DPR. Fahri disarankan alih profesi menjadi guru bimbel di Kumon saja.

“Saya tidak mau jadi guru bimbel,” tolak Fahri. “Biar masih ada unsur poli, saya jadi dosen di politeknik saja.”

“Asal henteu poligami, sok wae lah,” sahut Aisha yang sudah fasih nyunda dengan aksen Tasikmalaya.

***

Ini Fahri yang itu? 

Bukan, ini Fahri Ayat-ayat Cinta!

Terakhir diperbarui pada 23 Desember 2017 oleh

Tags: aWkarinayat-ayat cintafilm indonesiahabiburrahman el shirazyKPKKuliah luar negeriLPDPpansus hak angketparodiPKS
Haris Firmansyah

Haris Firmansyah

Pegawai Bank Ibukota. Selain suka ngitung uang juga suka ngitung kata.

Artikel Terkait

Dosen Poltani Kupang sekaligus Ahli Peternakan dapat dana LPDP. MOJOK.CO
Sosok

Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 

18 Maret 2026
Rif'an lulus sarjana UGM dengan beasiswa. MOJOK.CO
Edumojok

Alumnus Beasiswa UGM Kerap Minum Air Mentah Saat Kuliah, hingga Utang Puluhan Juta ke Kyai untuk Lanjut S3 di Belanda

15 Maret 2026
Cerita Felix. Kuliah di universitas Australia berkat beasiswa LPDP usai diejek dan ditertawakan. Tolak tawaran kerja dewan demi ajar anak-anak di kampung pedalaman MOJOK.CO
Edumojok

Lulusan Beasiswa Australia Tolak Tawaran Karier Mentereng, Lebih Pilih Jadi Guru Kampung karena Terbayang Masa Lalu

10 Maret 2026
Penerima beasiswa LPDP serba salah, penerima beasiswa LPDP dalam negeri dan LPDP luar negeri diburu
Edumojok

Penerima LPDP Dalam Negeri Terkena Getah Awardee Luar Negeri yang “Diburu” Seantero Negeri, padahal Tak Ikut Bikin Dosa

25 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mudik Gratis dari BUMN 2026. MOJOK.CO

Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang

18 Maret 2026
Pendidikan karakter Sunan Ampel di Pesantren Ampeldenta Surabaya melalui halal food dan halal living MOJOK.CO

Rasa Sanga (6): Melalui Halal Food dan Halal Living, Sunan Ampel Membentuk Karakter Generasi Islam Berkualitas

13 Maret 2026
Gen Z dapat THR saat Lebaran

3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan

18 Maret 2026
Nasib selalu kalah kalau adu pencapaian untuk kejar standar sukses keluarga besar. Orientasinya karier mentereng dan gaji besar, usaha dan kerja mati-matian tidak dihargai MOJOK.CO

Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha

14 Maret 2026
Ada potensi anomali ketika wisata Jogja diserbu 8,2 juta wisatawan. Daya beli rendah, tapi ada ancaman masalah MOJOK.CO

Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi

19 Maret 2026
Mahasiswa Pariwisata UGM Jogja belajar dari kepala suku di Raja Ampat, lebih dari ilmu kuliah

Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata

13 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.