Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Bupati Klaten Mah Bebas Wajibkan ASN Beli Beras Rojolele, Mahal Nggak Apa-apa

Kalau beras Rojolele yang diwajibkan beli harganya normal sih nggak masalah, lah kalau yang ini lebih mahal gimana dong?

Erwin Setiawan oleh Erwin Setiawan
15 November 2021
A A
Bupati Klaten Mah Bebas Wajibkan ASN Beli Beras Rojolele, Mahal Nggak Apa-apa

Bupati Klaten Mah Bebas Wajibkan ASN Beli Beras Rojolele, Mahal Nggak Apa-apa

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Berikut sedikit keluhan beberapa ASN di Klaten karena kebijakan Bupati Klaten yang wajibkan beli beras Rojolele varian khusus.

Kabar baik datang dari Timur Gunung Merapi, Kabupaten Klaten lebih tepatnya.

Bagaimana tidak? Kini pemerintah daerah Kabupaten Klaten yang dipimpin oleh Bupati Klaten (yaiyalaaaah) sedang menggerakkan setiap aparatur sipil negara (ASN)-nya untuk wajib membeli beras dalam negeri, beras Rojolele tepatnya.

Bupati lain sibuk proyekan atau membangun dinasti, Bupati Klaten malah fokus untuk meningkatkan kebutuhan pangan ASN Klaten sekaligus kesejahteraan petani lokal. Sangar kan? Berdikari sekali mentalitasnya.

Lebih sangar lagi, beras yang dimaksud memiliki harga yang relatif lebih tinggi daripada beras Rojolele pada umumnya. Dengan begitu, selisih uangnya sudah tentu fokus untuk meningkatkan kesejahteraan para petani Klaten.

Hayaa, nggak mungkin banget dong dikorupsi atau jadi duit selisih untuk komisi bagi-bagi. Nggak mungkin banget. Bupati Klaten… bupati terbaik se-Indonesiaaa.

Masalahnya, kebijakan warbiyasa dari Bupati Klaten ini justru mendapat berbagai keluhan dari ASN Klaten sendiri. Pasalnya, ada beberapa hal yang dianggap tidak wajar sehingga muncul lah prasangka yang tidak enak didengar.

Ah, prasangka ini tentu muncul dari mereka orang-orang yang pro-kebijakan impor beras. Jadi nggak perlu direken banget-banget lah. Utamakan membeli produk dari dalam negeri dulu, apalagi produk lokal dulu.

Meski begitu, berikut ini keluhan beberapa ASN di Klaten yang saya rangkum secara diam-diam ketika sedang makan nasi HIK terdekat.

Pertama, prosedur pembelian beras yang akrobatik

Menurut keterangan segelintir ASN yang saya tahu di Klaten, pembelian beras Rojolele yang digadang-gadang oleh Bupati Klaten ini dilakukan dengan cara gotong royong, yakni pakai sistem mutakhir 2021: potong gaji.

Problemnya, tidak sedikit ASN yang mengaku mengeluh karena pemotongan gaji ini tidak disertai dengan rembugan dengan para ASN terlebih dahulu.

Eselon berapa yang kena kebijakan ini, posisi apa, dan lain sebagainya. Nggak ada pembicaraan dulu. Tiba-tiba saja mereka dapat semacam ucapan, bahwa ada pemotongan gaji untuk membeli beras Rojolele dari sang Bupati Klaten.

Boro-boro ada surat pernyataan bahwa setiap anggota ASN tidak merasa keberatan, ini ASN tidak diberi kesempatan untuk bersuara. Atau setidaknya bisa nego lah, tawar menawar harga lah, namanya juga jual beli ya kan?

Pembeli kan harusnya punya kesempatan untuk pilih-pilih dulu produk yang mau dibeli. Lah, ini nggak. Tiba-tiba aja duitnya ditarik otomatis. Lantas, ada pemberitahuan bahwa bulan depan gaji akan dipotong lagi sekian rupiah untuk beli beras.

Iklan

Tapi nggak apa-apa. Mungkin ini program terbaru dari Bupati Klaten, agar ASN Klaten bisa makan nasi enak tiap hari. Mantap.

Kedua, harga dipatok lebih mahal dari biasanya

Seperti yang saya tulis di awal tadi dan sudah ditulis pula oleh banyak media pemerintah Kabupaten Klaten, harga beras Rojolele Srinuk dan Srinar ini dipatok Rp13 ribu per kilogram. Lebih mahal dari beras Rojolele lokal biasanya hanya Rp10 sampai Rp11 ribu per kilo saja.

Beberapa ASN ada yang keberatan dengan harga beras segitu. Apalagi, mereka bisa mendapatkan beras yang sama dari petani lokal pula dengan harga yang lebih terjangkau.

Hatapi, selisih cuma seribu-dua ribu begitu per kilo gitu seharusnya tak jadi masalah lah buat para ASN Klaten. Ya hitung-hitung aja ini harga parkir kalau mau beli beras ke pasar secara langsung.

Bedanya yang ini uang parkirnya sudah otomatis dipotong langsung tiap bulan lewat kebijakan Bupati.

Ketiga, beras Rojolele bukan produk baru di Klaten

Sebelum ada beras Rojolele Srinuk dan Srinar, masyarakat kami sebenarnya sudah akrab dengan beras Rojolele lokal asli Klaten. Soalnya hampir setiap toko beras di Klaten menyediakan varian beras tersebut.

Nah, sekarang-sekarang ini Bupati Klaten malah mewajibkan ASN Klaten beli beras Rojolele varian baru yang kurang akrab dengan warga Klaten sendiri. Dua varian itu dinamakan Srinuk dan Srinar dengan harga yang sedikit lebih mahal.

Pertanyaannya kemudian, ini yang mau disejahterakan Bupati Klaten itu siapa? Pengusaha beras Rojolele yang pakai varian terbaru itu atau beneran petani lokal yang justru bisa terancam “mati” sih?

Bagaimana tidak “mati”, bila semua ASN diwajibkan beli beras Srinuk-Srinar akhirnya nggak perlu beli beras Rojolele asli petani lokal Klaten?

Padahal orang Klaten yang bisa beli beras Rojolele itu ya biasanya memang ASN-ASN ini atau orang-orang mampu. Kalau mereka semua beli beras Rojolele Srinuk-Srinar, yang beli beras Rojolele lokal siapa dong? Ah, tenang, pasti Bupati Klaten sudah punya rencana sendiri untuk itu, ekspor beras ke Burkina Faso atau ke Gabon mungkin?

Lagipula, anggap saja langkah ini sebagai bentuk pengenalan produk ke petani-petani lokal Klaten, agar mereka juga beralih untuk menanam beras Rojolele varian Srinuk-Srinar ke depannya. Ingat, perubahan itu penting, Bung!

Meski begitu yang bikin beberapa ASN Klaten rada nganu dengan kebijakan ini, beberapa di antara mereka itu kadang punya sawah sendiri dan punya hasil panen sendiri. Soalnya di Klaten, ASN punya sawah itu hal biasa.

Jadi ya wajar sih kalau mereka sensi akibat gajinya dipotong untuk beli produk yang ia juga produksi sendiri di rumahnya.

~ Nanem-nanem sendiri, beli-beli sendiri… disuruh beli sama Bupati, pakai sistem potong gajiii ~

BACA JUGA Dinasti Politik Mbulet ala Klaten dan tulisan Erwin Setiawan lainnya.

Terakhir diperbarui pada 15 November 2021 oleh

Tags: ASNberasberasa rojolelebupati klatengaji ASNklaten
Erwin Setiawan

Erwin Setiawan

Seorang montir yang memiliki gelar Sarjana Sastra.

Artikel Terkait

Suasana Kampung Ramadan Masjid Mlinjon, Klaten. MOJOK.CO
Bidikan

“Jajanan Murah” yang Tak Pernah Surut Pembeli di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten

17 Maret 2026
Pedagang sate kere di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten. MOJOK.CO
Sosok

Sate Kere Merbung di Klaten: Warisan Terakhir Ibu yang Menyelamatkan Saya dan Keluarga dari Jurang PHK

16 Maret 2026
Saya Orang Jogja yang Iri pada Klaten yang Keberadaannya Makin Diperhitungkan Mojok.co
Pojokan

Klaten Daerah Tertinggal yang Perlahan Berubah Menjadi Surga, Dulu Diremehkan dan Dianggap Kecil Kini Sukses Bikin Iri Warga Jogja

11 Maret 2026
Lagu religi "Tuhan Itu Ada" jadi ajang promosi Klaten lewat musik MOJOK.CO
Kilas

Adhit & Carlo Jikustik Gandeng Klaten Project Rilis Lagu Religi “Tuhan itu Ada”

25 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan Mojok.co

Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan

15 Maret 2026
Ambisi beli mobil pribadi Toyota Avanza di usia 23 biar disegani. Berujung sumpek sendiri karena tetangga di desa cuma bisa iri-dengki dan seenaknya sendiri berekspektasi MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Avanza di Usia 23 Demi Disegani di Desa, Berujung Sumpek karena Ekspektasi dan Tetangga Iri-Dengki

15 Maret 2026
Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku Mojok,co

Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku

19 Maret 2026
Mudik Lebaran mepet dari Jogja dengan kereta demi kumpul keluarga

Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah

19 Maret 2026
Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
merantau, karet tengsin, jakarta. apartemen, kpr MOJOK.CO

Kebahagiaan Semu Gaji 5 Juta di Jakarta: Dianggap “Sultan” di Desa, Padahal Kelaparan dan Menderita di Kota

15 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.