Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Batu Sungai Dareh dan Kabut Asap Sumatera

Puthut EA oleh Puthut EA
25 September 2014
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Smoking area Bandara Soekarno-Hatta. 18 September, pukul 10.00. Laki-laki di samping saya memakai batu yang sedang saya buru: Lumuik Sungai Dareh. Ia sontak panik ketika diumumkan bahwa penerbangan ke Pekanbaru ditunda dalam waktu yang tidak bisa ditentukan karena kabut asap. Televisi di ruang merokok ini kebetulan sedang mewartakan kabut asap di Sumatera Utara.

“Kuala Namo masih bisa terbang,” ungkap seseorang di seberang tempat duduk saya. Laki-laki bercincin di samping saya tampak lega. Dilihat dari raut wajahnya, usianya mungkin sekitar 50-an tahun. Ia meminjam korek api, kemudian terlibat obrolan, dengan orang di samping kanannya. Lalu menoleh ke kiri, ke arah saya.

“Adik ke mana?”

“Ke Jambi, Pak.”

“O, Jambi masih aman,” katanya sambil tetap menunjukkan rasa kesal.

Tapi saya tetap tidak tenang. Tahun 2003, selama setahun lebih saya trauma naik pesawat terbang gara-gara pesawat ke Jambi yang saya tumpangi hampir tidak bisa mendarat karena kabut asap.

Saya ceritakan kejadian tersebut.

“Di Pekanbaru parah, Dik. Hampir tiap tahun terjadi. Pengusaha-pengusaha sawit itu memang kurang ajar.”

Ia lalu berkisah. Untuk membuka lahan sawit, jika dilakukan secara benar maka membutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan bisa lebih dari setahun. Pengusaha-pengusaha itu lalu melakukan tindakan tolol dengan membakar hutan supaya proses pembersihan lahan mudah, cepat dan murah.

“Terus nanti yang disalahkan masyarakat. Yang buang puntung rokok-lah, yang ceroboh-lah. Padahal kan gampang diketahui, di satelit bisa langsung kita tahu lahan-lahan perkebunan mana dari perusahaan apa yang sedang terbakar.”

Ia tampak sedikit emosi. Lalu pinjam korek saya, dan menyulut rokoknya.

“Saya gak pernah ngerti ini maksud pemerintah apa. Begini terus! Mestinya tangkap satu, hukum dia, cabut izinnya, maka semua akan kapok. Kalau sudah begini, semua dirugikan.”

Saya melihat jam di tangan. Sebentar lagi boarding. Saya pamitan sembari meninggalkan korek. “Ini untuk Bapak,” ucap saya.

“O gak usah, Dik. Saya ada kok tapi di tas,” katanya sambil menunjuk tas di dekat pintu.

Iklan

Segera saya meninggalkan smoking area, menuju ke tempat boarding dan bertanya ke petugas; Jambi masih on schedule? Dijawab masih.

Saya tetap tidak enak. Dan benar, tiba-tiba ada pengumuman, penerbangan ke Jambi ditunda untuk waktu yang belum diketahui karena alasan cuaca. Maksudnya pasti karena asap.

Semua gairah saya dari Yogyakarta untuk berburu kopi di Kerinci selama 8 hari langsung lenyap. Kesal. Juga takut.

Saya berdoa.

Terakhir diperbarui pada 30 Mei 2017 oleh

Tags: Batu AkikBatu Sungai DarehKabut Asap
Puthut EA

Puthut EA

Kepala Suku Mojok. Anak kesayangan Tuhan.

Artikel Terkait

Kabut Asap Palembang: Laga Timnas Batal hingga Selebgram Dukung Pembakaran Hutan MOJOK.CO
Kilas

Kabut Asap Palembang: Laga Timnas Batal hingga Selebgram Dukung Pembakaran Hutan

5 Oktober 2023
Kilas

Hampir 4 Kali Luas Jakarta! Total Lahan dan Hutan Terbakar di Sumatra-Kalimantan Saat Ini

16 September 2019
Kabut Asap di Riau dan Pemerintah Kita yang Sibuk Berdebat dengan Malaysia MOJOK.CO
Pojokan

Saat Kabut Asap Makin Tebal di Riau, Pemerintah Juga Sibuk Debat dengan Malaysia

13 September 2019
Dilema Batu Akik
Esai

Dilema Batu Akik

21 Januari 2015
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Stres menyeimbangkan pekerjaan sampingan dan pekerjaan kantoran karena side hustle

“Side Hustle” Bisa Hasilkan hingga Rp500 Juta per Bulan Melebihi Gaji Kerja Kantoran, tapi Bikin Tersiksa karena Tidak Pernah Berhenti Bekerja

1 April 2026
Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat” MOJOK.CO

Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”

1 April 2026
Di umur 30 cuma punya motor Honda Supra X 125 kepala geter. Dihina tapi jadi motor tangguh yang bisa bahagiakan orang tua MOJOK.CO

Umur 30 Cuma Punya Honda Supra X 125 Kepala Geter: Dihina tapi Jadi Motor Tangguh buat Bahagiakan Ortu, Ketimbang Bermotor Mahal Hasil Jadi Beban

8 April 2026
Pekerja gen Z matikan centang biru WhatsApp dicap kepribadian buruk

Pekerja Gen Z Matikan Centang Biru WhatsApp demi Privasi, Malah Dicap Kepribadian dan Etos Kerja Buruk padahal Berusaha Profesional

5 April 2026
Pekerja Jogja kaget pindah kerja di Purwokerto demi alasan slow living. Tapi kaget dengan karakter orang Banyumas MOJOK.CO

Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi

6 April 2026
Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah.MOJOK.CO

Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah

5 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.