Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Apa Hak Anda Ngata-ngatain Kami yang Pacaran Lama?

Audrey Diwantri Alodia oleh Audrey Diwantri Alodia
9 Maret 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Lucunya, cerita basi “pacaran-lama-sama-siapa-tapi-nikahnya-sama-siapa” ini banyak digunakan sebagai senjata oleh mereka yang ingin “menikung” pacar orang.

“Ngapain pacaran lama-lama? Nanti malah jadinya sama orang lain!”

“Yang cuma bisa ngajak pacaran dan ngasih cokelat, akhirnya bakal kalah sama yang ngajak akad.”

“Pacaran kok lama kayak cicil motor? Awas, takutnya cuma jagain jodoh orang.”

Familiar dengan kalimat-kalimat di atas? Ya, ya, ya, ucapan para “pakar jodoh” di luar sana sungguh luar biasa di telinga kita sebagai kaum yang sedang memadu kasih. Ditambah lagi, berita tentang pernikahan sepasang selebritis yang digelar di negeri Sakura baru-baru ini seolah semakin menguatkan pendapat para “pakar jodoh” tersebut. Sebab kebetulan, sang mempelai pria pernah pacaran lama dengan seseorang, selama lima tahun, tetapi berlabuh pada orang lain yang rupanya memang jodohnya.

Padahal, jika kita perluas pandangan kita dan tidak hanya berfokus pada model cerita cinta “pacaran-lama-sama-siapa-tapi-nikahnya-sama-siapa”, perjalanan cinta setiap orang kan memang beragam. Namun, mengapa yang selalu disoroti adalah perjalanan cinta yang satu ini? Apa para “pakar jodoh” iri dengan mereka yang berhasil cukup lama bersama sehingga harus menciptakan momok untuk menakut-nakuti? Atau, para “pakar jodoh” ini adalah barisan manusia patah hati karena (mantan) kekasih naik pelaminan setelah mereka ditinggalkan?

Kita memang belum tentu akan terus bersama dengan seseorang yang sekarang sedang di samping kita, tetapi hal itu jelas tidak dapat dijadikan dasar untuk menciptakan momok “pacaran-lama-sama-siapa-tapi-nikahnya-sama-siapa” bagi orang-orang yang sedang berniat untuk membangun komitmen jangka panjang sebelum menikah. FYI aja nih, setiap orang pasti punya alasan mengapa mereka memilih untuk mengenal pasangan dalam waktu yang sangat lama sebelum akhirnya diikat oleh tali pernikahan.

Bukan tidak mungkin, ada yang berkaca dari pernikahan orang tua yang kandas di tengah jalan, berulang kali hati dipatahkan oleh mereka yang akhirnya jadi mantan, atau memang ingin belajar saling memperbaiki diri bersama pasangan. Please, deh: pilihan seseorang untuk “tinggal” di sisi pasangannya cukup lama dan tidak terburu-buru naik pelaminan, kan, tidak melulu harus ditakut-takuti dengan cerita familier yang cukup basi ini.

Iya, iya, tahu deh bahwa mereka yang cukup lama menjalin hubungan tetapi tidak lanjut ke jenjang pernikahan memang banyak. Kejadian seperti itu juga kerap dijadikan bahan cerita inspiratif oleh sekelompok orang untuk mengampanyekan gerakan tertentu—mohon maaf penulis tidak berminat membahas yang satu ini. Namun, itu kan, tidak sepatutnya digunakan sebagai “senjata” untuk mengandaskan hubungan seseorang! Camkan itu, Ferguso!

Jadi, yaaah, berhentilah menebarkan momok ini pada banyak orang yang berusaha membangun komitmen jangka panjang. Berhentilah menanamkan ketakutan di alam bawah sadar banyak orang sehingga secara tidak langsung ucapan ini malah benar membuat dua orang yang telah lama saling mencinta bubar jalan. Kamu pikir putus itu enak, hah?!

Kamu boleh merasa skeptis dengan mereka yang sudah bersama cukup lama, tetapi kamu tidak boleh lupa bahwa banyak orang akan tetap berjodoh meski sudah mengenal pasangannya sangat lama. Banyak orang tetap naik pelaminan dengan kekasih yang sudah bersama sejak masa sekolah. Contohnya banyak, kecuali kamu tidak kenal Glenn Alinskie dan Chelsea Olivia.

Banyak hal positif yang bisa dipetik dari proses mengenal yang cukup lama sebelum menikah. Kita jadi lebih mengenal pasangan, lebih banyak belajar menyelesaikan masalah bersama, lebih tahu banyak tentang keluarga pasangan—iya, banyak juga, loh, masalah pernikahan yang datang dari keluarga pasangan karena belum terlalu mengenal mereka—dan adanya kesempatan untuk mengembangkan diri masing-masing sebelum akhirnya mengabdi pada ikatan pernikahan yang harus mengesampingkan ego pribadi.

Sederhananya, meski banyak sifat asli pasangan yang mungkin akan terlihat saat setelah menikah, toh merupakan hak setiap orang untuk mengenal lebih dulu pasangannya sebelum lebih jauh melangkah. Memangnya situ mau beli kucing dalam karung?

Kisah cinta tiap orang itu beragam, Kawan! Ada yang menjalin kasih dengan seseorang cukup lama, tetapi menikah dengan orang lain yang rupanya jodohnya. Ada pula yang kembali bersama kekasih lama, sudah saling memperbaiki diri, lalu berniat untuk mencoba lagi, dan berhasil. Ada juga yang akhirnya berkeluarga dengan dia yang sudah bersama sejak remaja. Tapi yang terpenting, nggak perlulah kamu menjadi tokoh jahat untuk cerita cinta seseorang hanya karena pandanganmu yang sempit kayak kamar kosan itu.

Iklan

Naaah, untuk kamu yang sedang berusaha membangun komitmen jangka panjang sebelum menikah, lalu diganggu oleh kaum nyinyir “pacaran-lama-sama-siapa-tapi-nikahnya-sama-siapa”, kata-kata berikut bisa kamu gunakan untuk menimpali mereka.

Jika si “pakar jodoh” jomblo, jawab saja: “Ngobrol lagi kalo kamu udah laku, ya.”

Jika si “pakar jodoh” justru juga pacaran, jawab dengan: “Jadi kapan rencananya kamu sama dia mau putus?”

Jika si “pakar jodoh” sudah tunangan atau menikah, strike langsung pakai: “Eh, jangan lupa, sebelum ataupun sesudah janur kuning melengkung, tunangan/suami/istri kamu juga tetep bisa ditikung orang.”

Ingat: pacaran lama dan dinyinyirin itu biasa, yang luar biasa adalah kalau kita tetap kokoh dan maju terus pantang mundur. Lagian, nih, hati-hati aja, mylov, cerita basi “pacaran-lama-sama-siapa-tapi-nikahnya-sama-siapa” ini toh banyak digunakan sebagai senjata oleh mereka yang ingin “menikung” pacar orang.

Duh, please dengerin: hanya karena kamu merasa sudah siap untuk menikahi pujaan hatimu yang sekarang sedang bersama orang lain, bukan berarti kamu bisa memisahkan mereka melalui cara ini. Sebab, masalahnya bukan hancurnya hubungan pujaan hatimu dengan kekasihnya, tetapi…

…memangnya setelah dia putus dengan pacarnya, dia akan mau bersama kamu dan kalian sudah pasti berjodoh???

O, belum tentu Antonio, belum tentu!!!

Terakhir diperbarui pada 9 Maret 2019 oleh

Tags: batal nikahbelum menikahjodohpacar temanpacaran lama
Audrey Diwantri Alodia

Audrey Diwantri Alodia

Artikel Terkait

Katolik Susah Jodoh Tolong Jangan Login dan Ambil Jatah Kami MOJOK.CO
Esai

Cari Pasangan Sesama Katolik itu Susah, Tolong Jangan Login dan Ambil Jatah Kami

13 November 2025
Uneg-uneg dari Perempuan yang Berkali-kali Menolak Dijodohkan: Bakal Jauh dari Jodoh?
Kilas

Uneg-uneg dari Perempuan yang Berkali-kali Menolak Dijodohkan: Bakal Jauh dari Jodoh?

29 Juni 2023
Menikah dengan cara tak biasa, di atas mobil kebakaran
Liputan

Konsep Menikah yang Tak Biasa dan Keinginan Keluarga

25 Mei 2021
Fakboy biasa menggunakan dating app untuk mencari korbannya. Alexander Sinn
Liputan

Membaca Modus Fakboy dan yang Berharap Jodoh di Dating Apps

21 April 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

guru, stem, guru honorer, pns.MOJOK.CO

Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM

31 Januari 2026
Pinjol Jerat Gen Z Fomo tanpa Cuan, Apalagi Tabungan MOJOK.CO

Fakta Indonesia Hari ini: Sisi Gelap Gen Z Tanpa Cuan yang Berani Utang Sampai Ratusan Juta dan Tips Lepas dari Jerat Pinjol Laknat

3 Februari 2026
Jogja City Mall, Sleman bikin orang nyasar. MOJOK.CO

Megahnya Jogja City Mall Bergaya Romawi dengan Filosofi Keberuntungan, Nyatanya Makin Menyesatkan Orang “Buta Arah” Seperti Saya

3 Februari 2026
Sesi mengerikan kehidupan di desa: orang tua nelangsa karena masih hidup tapi anak-anak (ahli waris) sudah berebut pembagian warisan MOJOK.CO

Nelangsa Orang Tua di Desa: Diabaikan Anak di Masa Renta tapi Warisan Diperebutkan, Ortu Sehat Didoakan Cepat Meninggal

3 Februari 2026
Mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah PTN Surabaya pertama kali makan di restoran All You Can Eat (AYCE): norak, mabuk daging, hingga sedih karena hanya beri kenikmatan sesaat MOJOK.CO

Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

6 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.