Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

7 Keanehan Pantai Pangandaran yang WTF Banget tapi Anehnya Pantai Ini Tetap Ramai Pengunjung

Andi Nurroni oleh Andi Nurroni
16 Januari 2024
A A
Pantai Pangandaran Menyimpan 7 Keanehan yang WTF Banget MOJOK.CO

Ilustrasi Pantai Pangandaran Menyimpan 7 Keanehan yang WTF Banget. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pantai Pangandaran menyimpan 7 fakta yang WTF banget. Namun, meski aneh dan menyebalkan, pantai ini tetap ramai oleh pengunjung. Ajaib!

Pantai Pangandaran di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, ibarat gadis cantik bergigi ompong. Selalu ada yang mengganjal di hati dan membuat malas siapa saja yang naksir dan ingin mengawininya.

Keindahan Pantai Pangandaran yang melegenda belakangan semakin banyak digugat. Apalagi kalau bukan karena keganjilan demi keganjilan yang membuat pengunjung berkerut keningnya sambil mengumpat dalam hati: WTF!

Keganjilan, keanehan, atau anomali itu terjadi karena perilaku orang-orangnya,  termasuk para wisatawan. Nah, tulisan ini adalah sudut pandang warga asli Pantai Pangandaran, yang berusaha merasakan suasana batin para pelancong. Jadi bisa saja salah (tapi kayaknya bener, sih).

Berikut adalah daftar 7 Keanehan Pantai Pangandaran yang WTF Banget!

#1 Calo kamar adalah front office kami

Pernah suatu kali sepulang merantau, saya menggunakan sepeda motor berpelat nomor B untuk aktivitas sehari-hari. Karena lokasi rumah saya di dalam kawasan wisata Pantai Pangandaran, maka setiap lewat di pintu karcis, penjaga sering memberhentikan saya. 

Tapi itu bukan cerita yang paling WTF. Bagian yang paling membagongkan adalah calo kamar selalu mengejar begitu saya melintas di kawasan pantai. Itu terjadi setiap saya berkendara memakai helm dan membonceng seseorang.

Saya berpikir kutukan plat nomor B itu akan hilang setelah saya meng-upgrade kendaraan menjadi roda 4 dengan nopol lokal. Ternyata para calo kamar itu tidak bisa membedakan plat nomor Z Pangandaran dengan Z daerah lain kayak Banjar, Ciamis, Tasikmalaya, dan Sumedang.

Alhasil, saya juga sering dikejar ketika membawa keluarga melintas ke daerah Pantai Pangandaran. Lebih WTF lagi, calo kamar yang mengejar adalah SAUDARA SAYA SENDIRI.

Oh ya, orang Pangandaran rata-rata memang memiliki mental calo. Orang luar biasanya senang berkenalan dengan orang Pangandaran karena dianggap bisa dimanfaatkan saat mereka punya niat berlibur. Di situlah kamu masuk perangkap. Karena di setiap pertanyaanmu tentang kamar, oleh-oleh dan lain-lain, di situ ada buah rupiah yang bisa dipetik oleh kami kaum calo.

#2 Kami semua adalah tukang parkir

Sumpah serapah terhadap tukang parkir adalah cerita yang sering kita dengar dari para pemilik kendaraan dari Sabang sampai Merauke. Tapi percayalah, tidak ada situasi paling aneh dan WTF dibandingkan dengan dunia perparkiran di Pantai Pangandaran.

Saya tidak tahu apakah wisatawan sadar fakta ini. Tapi baiklah akan saya bocorkan.

Jika kamu memarkir kendaraan di sepanjang Pantai Pangandaran atau di sembarang sudut keramaian, jangan berharap kamu lolos dari jeratan mamang parkir. Jika saat parkir kamu tidak melihat tukang parkir, saat kamu akan pergi, bunyi peluit akan terdengar entah dari mana.

Inilah rahasianya. Kami semua adalah tukang parkir. Mau tukang bakso, tukang becak, tukang rental ATV, penjaga warung, semua memiliki peluit tersembunyi di saku kami.

Iklan

Kejadian paling WTF yang pernah saya saksikan adalah, tetangga saya yang sedang melintas tiba-tiba berhenti dan meninggalkan motornya. Itu lantaran dia melihat ada mobil tak bertuan (parkir) yang ingin meninggalkan lokasi. Dengan sigap, dia mengeluarkan peluit dari saku celananya.

Oh ya, untuk kamu ketahui sebenarnya pemerintah setempat telah menarik biaya parkir saat kamu membayar tiket masuk. Jadi pungutan parkir di pantai itu murni kreativitas kami. Hehehe.

Baca halaman selanjutnya: Pantai yang penuh keanehan, tapi tetap ramai pengunjung.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 16 Januari 2024 oleh

Tags: jawa baratpantai pangandaranpilihan redaksitiket masuk pantai pangandaranwisata pantai pangandaran
Andi Nurroni

Andi Nurroni

Ayah 2 anak, penjaga konter BRILink.

Artikel Terkait

Bangun rumah bertingkat 2 di desa pelosok Grobogan gara-gara sinetron MOJOK.CO
Sehari-hari

Bangun Rumah Istana di Grobogan Gara-gara Sinetron, Berujung Menyesal karena Keadaan Aneh dan Merepotkan

10 April 2026
Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan” MOJOK.CO
Urban

Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan”

10 April 2026
Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif MOJOK.CO
Urban

Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif

9 April 2026
Di umur 30 cuma punya motor Honda Supra X 125 kepala geter. Dihina tapi jadi motor tangguh yang bisa bahagiakan orang tua MOJOK.CO
Sehari-hari

Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia

8 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jurusan Antropologi Unair kerap diremehkan. MOJOK.CO

Antropologi Unair Diremehkan dan Dianggap “Gampangan”, padahal Kuliahnya Nggak Main-main dan Prospek Kerjanya Luas

9 April 2026
Bekerja di Jakarta vs Jogja

Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental

10 April 2026
Warung nasi padang jual rendang khas Minang di Jogja

Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis

10 April 2026
Gen Z kerja di desa untuk merawat ibu. MOJOK.CO

Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia

10 April 2026
Sumbangan pernikahan di desa, jebakan yang menjerat dan membuat warga menderita MOJOK.CO

Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”

8 April 2026
Pekerja Jogja kaget pindah kerja di Purwokerto demi alasan slow living. Tapi kaget dengan karakter orang Banyumas MOJOK.CO

Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi

6 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.