Berdasarkan pengamatan singkat saya di Twitter beberapa hari ini, saya agak resah dan gelisah terkait penggunaan kata kafir. Saya melihat kaum tertentu yang berafiliasi dengan sebuah partai nasional sok agamis di Indonesia dengan mudahnya memakai kata kafir untuk melabeli orang lain yang bukan kelompoknya. Hal ini semakin marak semenjak peringatan hari besar agama tertentu.

Layaknya anak kecil yang suka bermain jurus lempar lendir, satu pihak melemparkan lendirnya untuk mengotori pihak lain—sehingga pihak lainnya mengolok-oloknya sedemikian rupa—sebab sudah dicap kotor dan khawatir jikalau kekotoran itu akan menjangkiti dirinya. Bukannya ikut membantu membersihkan, malah menambahi lendir. Sama juga halnya seperti seorang jomblo yang menghina jomblo lainnya—supaya terkesan sudah lepas dari predikat tersebut. Padahal mah… Sebagai contoh, saya akan mengambil pangkal tolak penggunaan kata kafir yang dipergunakan oleh akun @stufidz_ary (maaf, nama saya samarkan demi keamanan dari penggunaan pasal asu-asuan UU ITEL). Akun ini memang gemar menyebarkan cuitan yang bersifat agitatif, memberikan stereotip bagi orang yang memiliki keyakinan berbeda.

Bukankah itu sangat melukai hati? Sungguh tindakan yang keji nan kejam.

Mungkin itu memang misi Stupidz Ary. Menebar kebencian, menanggalkan kemanusiaan, menginginkan perang yang memecah-belah. Tapi, gak apa-apa, Dik, asalkan hubunganku sama kamu baik-baik saja. Alih-alih untuk mendapatkan dukungan besar, yang terjadi justru banyak orang kemudian merasa kasihan dengan lingkar otak si Stupidz Ary. Iba kita. Kok ya ada orang kayak gitu bisa tenar dan punya pendukung.

Eh tapi, Akhiy Upidz, kalo ada akhwat yang cocok sama ane, boleh dong dita’arufin. Saya akan memberi ulasan singkat terkait kata kafir. Semoga hal ini mampu memperkaya khazanah pengetahuan Stufid Ary dan bala lendirnya. Gilak! Memperkaya jarene! Yoben! Pertama, etimologi kata kafir. Akar katanya adalah kafara, yang berarti menutup atau menutupi. Perbuatannya disebut kufur. Pelakunya disebut kafir, kalau berjamaah disebut kuffar. Sedangkan perbuatan menyatakan orang lain kafir adalah takfir. Namun ketika saya melihat KBBI daring, tertulis: kafir/ka·fir/ n orang yg tidak percaya kpd Allah dan rasul-Nya. Wuih, gila betul ini! Kok bisa ada penyempitan arti kata seperti ini! Padahal kamus ini dikelola oleh Kemendikbud. Di situ ditulis hanya kata kafir saja, tanpa ada keterangan dibelakangnya. Misal, kafir terhadap tanah, kafir terhadap kebenaran, dll.

Sebab hal ini, Kemendikbud bisa jadi ikut berperan dalam proses terjadinya disintegrasi bangsa. Berikutnya, saya juga menelisik definisi kafir ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka. Kafir A : (orang yang) tidak percaya kepada Allah. Kurang lebih kata kafir bermakna sama antara definisi di dalam KBBI versi daring dengan KBBI versi Balai Pustaka. Sama-sama bikin pucing palawija. Kedua, kafir dalam politik agama. Kata kafir mendapat posisi yang istimewa—yaitu sebagai senjata pamungkas ad hominem. Alat untuk menjatuhkan lawan dengan hal negatif yang ada pada dirinya. Karena mengafirkan lawan adalah harapan. Seperti yang terjadi ketika masa pilpres yang aduh iyuh kemarin. Massa yang termakan isu kafir-kafiran pun cukup lumayan.

Saya pikir makna kata kafir ini perlu diluruskan. Agar penggunaannya sesuai konteksnya. Kyai Haji Abdurrahman Wahid, alias Gus Dur, dalam tembang Syi’ir Tanpo Watonnya, menyanyikan bait seperti ini: “seneng ngafirke marang liyane, kafire dhewe gak digatekke”. Artinya, ‘suka mengafirkan orang lain, kekafiran di dalam diri sendiri tidak diperhatikan.” Maksudnya, adakah manusia di dunia ini yang tidak pernah melakukan tindak kufur sedikit pun? Jadi, jangan terlalu mudah menuding-nuding orang lain kafir.

Istilah kafir sering digunakan semau-maunya—sekena-kenanya—oleh kaum yang mengaku agamawan untuk menjustifikasi tindakannya terhadap lawannya. Nglendir sejak dalam pikiran. Semoga tulisan ini mampu memberi pencerahan tentang penggunaan kata kafir—secerah senyum Agus Magelangan. Kalau mau belajar agama itu mbok ya sowan dulu ke orang yang benar-benar kredibel, jelas baik akhlaknya, kamil-mukamil, dan kasyaf. Konon begitu istilahnya.

Ketiga, pandangan saya terkait penggunaan kata kafir yang tepat dan indah setidaknya menurut saya. Ada satu hal yang harus diperhatikan, sebelum kamu mengkafir-kafirkan orang lain. Salah satu arti kafir adalah menutupi kebaikan atau kebenaran. Berapa banyak dari kita yang seringkali menutup-nutupi kebenaran, menutupi-nutupi kebaikan orang lain sambil terus-menerus menampilkan yang buruk-buruknya saja? Wah, banyak sekali contohnya di kampanye pilpres kemarin. Piye, modar ra kowe?!

Saran saya buat Akhiy Stupidz Ary, jadi manusia saja dulu, Coy, baru kemudian sok-sokan agamis. Jadi manusia saja susahnya minta ampun, boro-boro jadi ahli agama. Kalau tidak, silakan belajar Pancasila sama Agus Magelangan saja. Wis bagus.. lucu sisan, wedokan ngendi sing kesengsem ‘jal? Kalau sama Agus dijamin gayeng, Borrr! Sebagai penutup, mari simak bonus video berrrikut ini. Rumangsamu dadi kafir kuwi penak?! Wis kafir mbok eceni sisan! Rumangsamu.

  • Fauza Dan Radhwa

    ya klo saya, ato ustadz itu beragama islam, dah bener tu pengertian kafir adalah tidak percaya atau ingkar terhadap keesaan ALLAH SWT, dan kerasulan NABI MUHAMMAD SAW, ini pengertian yang di ajarkan oleh agama kami ISLAM, kami memakai makna kafir sesuai dengan referensi dan sudut pandang kami ISLAM, klo situ nggak setuju karna kita beda agama ya wajar, lah referensi anda dan sudut pandang anda juga beda, kami tidak mengambil makna kafir secara lughat, tapi makna kafir seperti yang di ajarkan oleh AL-QUR”AN dan HADITS, cara anda memberi pengertian kafir jangan sampai seperti kita memberi pengertian LINTAH DARAT adalah hewan lintah yang hidup didarat, itu makna secara lughat, tapi karna perkembangan bahasa LINTAH DARAT memiliki pengertian sendiri yaitu rentenir. jngan di pelintir bossss…………….

    • Ari Meidiansyah

      Piknik mas biar gak tegang2 amat.

      • Barangkali kata “piknik” diartikan berbeda oleh mereka, bung. 🙂

    • Juni Salman

      makan dulu mas

    • Manusia Kamar

      ngopi dulu mas…

      • Putra Wiranggaleng

        biar mantep kopi jos sekalian.

    • Muh Thaha

      Jungkatan sek mas

    • Ridho Alief

      adus sik mas… ben rodo pinter :v

      • sirotobi

        uwong kyo ngene ki di adusi ora bakal iso pinter dab.

    • mas wayahe clan war.. bukaken cocmu mas..

    • Egip

      kemaren kemaren sempat tertarik sama situs iki, makin kesini lah kok makin aneh lah yoh bahasanya.
      lah kalau @stufidz_ary (saya yakin iki diplintir dari kata ustadz) udah ngomong kafir lah mosok ya masih di artikan menutup atau menutupi, konteks bicaranya aku yakin pasti juga bukan hal-hal yang berkenaan dengan ndelik ne sesuatu.
      aku nitip pesen yo nggo author karo owner website ike, lah nek ngpost sesuatu ki mbok lewat editor dikek toh ojo asal-asalan mengko diblokir nanges.

      • Satriarga Sakti

        Remi dulu mas 🙂

    • Satriarga Sakti

      Indomie goreng sik mas 🙂

    • Alex Anggara

      Samsoe sik mas, monggo~~..

    • sirotobi

      amiiiiin…. SAYA KAFIR tolong saya.

  • Fauza Dan Radhwa

    aneh jangan suka melintir lu MOJOK.COM,
    ini jawaban dari ustadz sebelah JOK…..

    Logika dan Kontradiksi Tuduhan Kafir:

    (1) Di satu sisi: Para nonmuslim PASTI tidak percaya pada semua isi Al Quran

    (2) Di sisi lain: Di Al Quran ada disebutkan tentang orang kafir dengan gambaran yang buruk dan negatif.

    (3) Para nonmuslim marah, tidak rela jika mereka disebut kafir dalam Al Quran.

    Sekarang mari BERMAIN LOGIKA:
    Jika Anda tidak percaya pada Al Quran, kenapa Anda marah terhadap apapun isi Al Quran?

    Namanya tidak percaya, ya sudah.. cuekin saja semua isinya. Seburuk apapun gambaran mengenai Anda pada Al Quran, buat apa diambil hati? Toh Anda tidak percaya pada Al Quran, bukan?

    =========================
    SEKADAR PERBANDINGAN:
    =========================

    Di dala ajaran Kristen, disebutkan bahwa mereka yang tidak percaya pada Yesus adalah DOMBA YANG TERSESAT. Ini adalah istilah yang sangat buruk.

    Namun karena kami umat Islam tidak percaya pada kitab suci selain Al Quran, maka sebutan buruk tersebut tak pernah kami masukin ke hati. Kami cuek saja. Emang gue pikirin!

    Nah, seharusnya Anda pun bisa bersikap seperti itu dalam hal sebutan kafir.

    Jadi, masih marah disebut kafir????

    Justru, kemarahan Anda itu merupakan bukti yang sangat nyata bahwa DIAM-DIAM HATI KECIL ANDA PERCAYA PADA ALQURAN smile emotikon

    • Aunurrahman Wibisono

      mz, piknik dulu mz. Mz, piknik mz, biar gak ngamuk ngamuk mz.

      • EDI AH IYUBENU

        Haaa…ngopi sik ndak edun….

    • Heru Kristiawan

      Rolasan sek moaaas…nyoto nyoto sek lo ah, hem…

    • Satrio Ganteng

      Jum’atan sek, ndak edan

    • Ryan Nugraha

      agama rahmatan lil alamin gini? gimana orang “kafir” mau respect

    • kaktus

      woles mas

    • si tambun

      Santai wae mas, pecel sek mz. Haha

    • Eddward S Kennedy

      Apaan sih ini? Bikinin kopi gih sana tong

    • Manusia Kamar

      udah ngopi mas? tegang banget..

    • Ridho Alief

      wes rolasan mz?

    • raup sik mas~

    • Karna Waskita

      Mas, kalok mules minum garem inggeris aja

    • sirotobi

      wis mulih wae mas, mbok mu goleki kui kon nimbo banyu ben kowe karo sedulur mu iso adus.

  • Fauza Dan Radhwa
    • Gito Tito Wibowo

      kafir itu tertutupi otak akalnya, hatinya dari hal2 kebenaran…
      walaupun yg tertinggi adalah tertutup dari hidayah…

      sebenarnya kafir2 kecil2an receh kita lakukan tiap hari..

      buat saya orang bohong, korupsi dan ahli fitnah itu juga kafir…

      katakanlah mereka bershyahadat shalat puasa zakat dan haji,

      kok masih korupsi? apa kesimpulanya?

      kesimpulannya adalah syariat yg dilakukan tidak bisa membawa dia menuju hidayah keterbukaan hati

      dan tidak masuknya Allah dan “islam” pada hatinya dan otaknya….

      orang kafir itu tidak percaya Quran….BETUL termasuk yg korupsi Quran dan Haji itu

      mereka tidak percaya Quran berarti….

      mereka bukan golongan lemah yg tidak bisa makan kalau tidak korupsi kan???

      tulisan diatas itu meluaskan makna kafir dari ketertutupan masuknya hidayah, hidayah ini ngga

      cuman sampai di mulut!!! tapi masuk ke hati, darah dan saraf sehingga perbuatannya sesuai dengan

      mulutnya.

      seperti juga bait ke berapa lah ini Syiir tanpo Waton nya Gus Dur

      Al Qur’an qodim wahyu minulyo …
      (Al Qur’an qodim wahyu mulia)

      Tanpo tinulis biso diwoco …
      (tanpa ditulis bisa dibaca)

      Iku wejangan guru waskito …
      (itulah petuah guru mumpuni)

      Den tancepake ing jero dodo 2X …
      (ditancapkan di dalam dada)

      Al Quran bukan kitab yg turun tiba2, proses penulisannya dan pengumpulannya aja puluhan tahun setelah Sayyidina Nurillah Muhammad Bin Abdullah SAW meninggal

  • Fauza Dan Radhwa

    Janganlah orang-orang mu’min mengambil orang-orang kafir menjadi wali, dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu). (Ali Imran Ayat : 28)

    SEBAB TURUNNYA AYAT: Ibnu Jarir mengetengahkan dari jalur Said atau Ikrimah dari Ibnu Abbas, katanya, “Hajjaj bin Amr, yakni sekutu dari Kaab bin Asyraf, Ibnu Abu Haqiq dan Qais bin Zaid telah mengadakan hubungan akrab dengan beberapa orang Ansar untuk menggoyahkan mereka dari agama mereka, maka kata Rifaah bin Munzir, Abdullah bin Jubair dan Saad bin Hatsmah kepada orang-orang Ansar itu, ‘Jauhilah orang-orang Yahudi itu dan hindarilah hubungan erat dengan mereka agar kamu tidak terpengaruh dari agamamu!’ Pada mulanya mereka tidak mengindahkan nasihat itu, maka Allah pun menurunkan terhadap mereka, ‘Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir…,’ sampai dengan firman-Nya, ‘….dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.'” (Q.S. Ali Imran 28-29)

  • Mas, tag penutup di paragraf ketiga kebablasen satu karakter, harusnya sebelum tanda “)” hehe.
    Maaf malah slaah fkous.

  • Steve Malik

    ohya, ada salam juga :
    “Makasih ya wahai kambing yang tersesat dan ghoyim :)”

  • Steve Malik

    Lho, kok agan jadi (sok-sokan) agamis juga, bahas-bahas definisi kafir.
    Coba dicari dulu makna terminologisnya. Makna etimologis sama terminologis gak boleh digunakan parsial lho.

  • Arie M. Prasetyo

    Artikel ini memiliki potensi yang cukup besar. Sayang diwarnai berbagai argumentum ad hominem yang sebenarnya tidak perlu.

    • Junaedi Ghazali

      Maksudnya argumentum ad hominem itu gimana mas, biar ikut paham 😀

      Saya rasa dalam artikel ini penulis sekedar mengemukakan kegelisahannya mengenai salah satu selebtitit dalam sudut pandang bahasa dan penyempitannya. Maklum, terlalu berargumen nanti dikira gagal fokus 😀

    • Putra Wiranggaleng

      selamat datang di mojok.co

  • si_enthon9

    Mbake ayu tenan ik :’)

    • Akbar Rosikhul Ilmi

      iyo e….

      kandhani owk…..

  • Junaedi Ghazali

    Sangat terstruktur, sistematis, dan masif sepertinya agenda kakak Dodi kali ini sampai bisa tembus situs gahol kekinian 😀

  • abubakrsaleh ba’syir

    Allamah DR. Murtadho Al-Mahthuri, Ulama Yaman, di Konferensi Intifadhoh Palestina, Iran 2011 mengatakan dengn ber api api bahwa Rache Corrie yang wafat dilindas bulldozer israil adalah seorang syahid. alias matinya sebagai syahid. apa pasal? karena dia seorang yang merdeka dan pembela orang2 lemah.. artinya apa, orang bisa dikatakan muslim atau mukmin tanpa syahadat…. 🙂

  • Alex Anggara

    Eh kuwi si mbak e kok ayu..

    • Akbar Rosikhul Ilmi

      iyo e….

  • tuhan

    tapir

  • firman rinaldi

    Sebenarnya saya juga udah gemes sama stufidz ary. Mules ndasku ndeleng ocehane. Aku yo heran wong koyo kue ko pengikute bisa akeh. Duh gusti

  • kan yang ditekankan di sini maksud agar tidak mudah mengkafir-kafirkan orang lain, bukan mengartikan kata “kafir” nya…
    kok pada salah baca, sih. belum pada sarapan ta? ._.

  • mamat sang filsuf

    akhi kalau ane senangnya lagu suka

    Syiir Tanpo Waton yg persi koplo
    da yg tukang takfiri ga perlu ribet tinggal joget aja https://www.youtube.com/watch?v=6bi6pqHGkl0

    • nasruddin

      meluh jogetan mas… haha

  • Gregorius Axel

    Saya sebagai Al-Kafirun bin GajiBelumTurun merasa tersungging dengan artikel ini…. Terlalu.

  • biruhening

    komentare lucu2..haahahaha…sing ngaceng/tegang yo ben tegang, sing gimbal yo ben gimbal.. sing penting ojo jotos2an yo mas? …. hahaha

  • Pingback: Dua Tipe Manusia Jelang Ramadan | Mojok()

  • sirotobi

    jooosss tenan mbak e . dadi lali meh ngomen opo #SambilGaler

No more articles