ADVERTISEMENT

10 profesi paling diburu di Jogja sampai 2036 atau 10 tahun ke depan, lengkap dengan rentang gaji dan syaratnya

10 profesi paling diburu di Jogja sampai 2036 MOJOK.CO

MOJOK.CO – Berikut 10 profesi yang potensial di Jogja sampai 10 tahun mendatang. Opsi menarik untuk kamu yang lagi bingung mau kerja apa.

Jogja itu sudah lama berhenti jadi kota yang hanya menjual Malioboro dan gelar sarjana. Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat ekonomi DIY tumbuh 5,75% pada triwulan II 2026, dan sektor akomodasi serta makan-minum melesat 10,56%. Sektor konstruksi ikut melaju 7,82% pada periode yang sama.

ADVERTISEMENT

Namun, Jogja juga menyimpan paradoks. Pada Mei 2026, BPS DIY mencatat 70.560 orang menganggur, naik 1.020 orang dari Februari 2026. Di tingkat nasional, 1,03 juta lulusan D4 sampai S3 menganggur. Artinya, lapangan kerja di Jogja tetap ada, tetapi banyak lulusan gagal menyambung ke sana karena kompetensinya tidak cocok.

Saya mencoba menjawab satu pertanyaan sederhana. Profesi apa yang masih akan menyerap pekerja di Jogja sampai 10 tahun mendatang?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, saya menyaring beberapa data dari lowongan aktif di Jobstreet, Glints, KitaLulus, Karir.com, dan LinkedIn. Saya juga menelusuri arsip Kompas, Detik, Tempo, dan Liputan6 sepanjang 2016 sampai 2026 untuk melihat pola yang bertahan lama, bukan sekadar tren sesaat.

Satu catatan sebelum masuk daftar. Untuk urusan gaji, saya menyajikan rekomendasi rentang, bukan angka resmi, karena setiap perusahaan punya struktur sendiri. Lantai upah di Kota Jogja pada 2026 mencapai Rp2.827.593 per bulan, sementara rata-rata upah bersih pekerja DIY mencapai Rp2,92 juta per bulan.

10 tahun dalam 3 angka

Sebelum saya menyusun daftar 10 profesi, 3 angka ini mungkin bisa menjelaskan arah Jogja.

Pertama, upah naik 2 kali lipat dalam 10 tahun. UMP DIY pada 2016 hanya Rp1.182.510, lalu Pemerintah DIY menetapkannya menjadi Rp2.417.495 pada 2026. Angka ini tumbuh sekitar 104%, jauh di atas inflasi.

Kedua, mesin ekonomi Jogja bergeser. Gubernur DIY dan Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) DIY menargetkan pertumbuhan 6% pada 2026 dengan bertumpu pada pariwisata, ekonomi kreatif, dan jasa pendidikan. Wakil Wali Kota Yogyakarta menyebut 99% pelaku usaha di kota ini adalah UMKM, dan industri kreatif menjadi tulang punggung ekonomi kota.

Ketiga, Jogja menua lebih cepat ketimbang provinsi lain. Hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 menempatkan DIY sebagai provinsi dengan persentase lansia tertinggi di Indonesia, yaitu 17,83%, sementara rata-rata nasional hanya 11,97%. Bonus demografi DIY mulai menyempit.

ADVERTISEMENT

Tiga angka itu melahirkan tiga tarikan permintaan, yaitu ekonomi digital, ekonomi layanan, dan ekonomi perawatan. Berikut 10 profesi yang menempati salah satu dari ketiga tarikan itu.

#1 Software engineer dan backend developer, masih akan jadi profesi yang seksi di Jogja

Kenapa permintaannya tetap tinggi? Sampai Oktober 2026, LinkedIn memasang lebih dari 700 lowongan aktif untuk wilayah Yogyakarta. Perusahaan di Jogja tidak lagi hanya software house. Ada DOITPAY yang membuka Backend Engineer Jr dengan gaji Rp7 juta sampai Rp10,5 juta, ada Konnco Studio di Bantul yang mencari backend engineer Go dengan rentang Rp6 juta sampai Rp7,5 juta, dan ada PT Pranala Ragam Karya yang membuka Senior DevOps remote dengan gaji Rp15 juta sampai Rp20 juta.

Yang membuat profesi ini awet bukan jumlah lowongannya, melainkan pola kerjanya. Sejak 2020, perusahaan luar kota dan luar negeri mulai mempekerjakan engineer Jogja secara remote. 

Glassdoor mencatat median total bayaran software engineer di Jogja sebesar Rp10,4 juta per bulan dengan rentang Rp6,6 juta sampai Rp17,5 juta. Artinya, talenta Jogja kini bersaing di pasar upah nasional tanpa harus pindah kota.

Rekomendasi rentang gaji (per bulan): Rp6 juta–Rp11 juta untuk junior, Rp11 juta–Rp18 juta untuk mid-level, Rp18 juta–Rp30 juta untuk senior. Engineer yang mengambil kontrak remote internasional bisa melewati Rp30 juta.

Siapkan ini: satu portofolio proyek nyata, penguasaan satu bahasa backend secara mendalam (Go, Python, atau TypeScript), dan kebiasaan bekerja dengan sistem versi serta pipeline deployment.

#2 Profesi data Analyst dan AI/ML engineer pasarnya masih oke

Kenapa permintaannya tetap tinggi? Jobstreet menempatkan data analyst di puncak daftar profesi dengan permintaan tertinggi pada 2025, dan gelombang itu belum surut pada 2026. 

LinkedIn memasang 63 lowongan khusus data analyst untuk DIY. Jumlah itu belum menghitung posisi business intelligence, analis risiko, serta analis produk.

Jogja sendiri punya bahan bakar tambahan. Pemerintah mendorong UMKM masuk ke ekosistem digital, dan setiap UMKM yang berjualan daring membutuhkan orang yang membaca angka penjualan. 

Perusahaan akuakultur berbasis data seperti JALA juga membuka posisi strategis di Jogja, mulai dari Head of Marketing sampai analis. Untuk level pemula, Humanex membuka Business Strategy Analyst dan Applied Physics Researcher untuk proyek kacamata AR dengan gaji Rp5 juta per bulan.

Rekomendasi rentang gaji (per bulan): Rp5,5 juta–Rp10 juta untuk entry level di Jogja, Rp10 juta–Rp18 juta untuk mid-level, Rp18 juta–Rp35 juta untuk senior and lead. AI/ML engineer di Jogja umumnya menempati rentang atas, yaitu Rp10 juta–Rp25 juta untuk level menengah.

Siapkan ini: SQL, satu alat visualisasi (Power BI atau Looker Studio), statistik dasar, dan kemampuan menerjemahkan temuan menjadi keputusan bisnis. Tanpa kemampuan terakhir ini, seorang analis hanya menjadi pembuat laporan.

#3 Jogja masih akan butuh digital marketing, performance marketing, dan content creator

Kenapa permintaannya tetap tinggi? Data lowongan Jogja sepanjang September 2026 menempatkan marketing di peringkat ketiga dengan porsi 14%, sementara profesi konten kreator dan social media officer masing-masing muncul di 5 sampai 6% lowongan. 

Angka itu masuk akal. Jogja punya ribuan kafe, hotel, brand fesyen, kriya, dan UMKM yang seluruhnya berjualan lewat layar.

Platform kerja sama mengonfirmasi pola ini. Glints memasang Content Creator dengan gaji Rp3 juta sampai Rp4,5 juta, KitaLulus memasang Content Creator di Sleman dengan gaji Rp2,8 juta sampai Rp3,8 juta, dan Jobstreet memasang SPV Marketing dengan gaji Rp4,5 juta sampai Rp5 juta. Karir.com mencatat rata-rata gaji Sales & Marketing Coordinator di Indonesia sebesar Rp7.014.493, dan angka itu menjadi patokan wajar untuk level koordinator.

Selama 10 tahun ke depan, profesi ini bergeser dari “membuat konten” menjadi “mengelola anggaran iklan dan mengukur hasil”. Kreator yang paham metrik akan bertahan, sementara yang hanya mengejar estetika akan kehilangan klien karena otomasi mengambil alih pekerjaan rutin.

Rekomendasi rentang gaji (per bulan): Rp3 juta–Rp5 juta untuk entry level, Rp5 juta–Rp9 juta untuk spesialis performance marketing, Rp9 juta–Rp15 juta untuk lead atau manajer.

Siapkan ini: portofolio kampanye dengan angka hasil, penguasaan Meta Ads dan Google Ads, kemampuan menulis naskah pendek, serta keterampilan editing video vertikal.

#4 Perawat dan caregiver Lansia jadi profesi dengan permintaan tinggi

Kenapa permintaannya tetap tinggi? Inilah profesi dengan jaminan permintaan paling kuat di Jogja, dan alasannya murni demografi. DIY memimpin nasional dalam proporsi lansia, yaitu 17,83%.

Data profesi mencatat 10.936 perawat di DIY, dan 8.816 orang di antaranya bekerja di rumah sakit. Artinya, layanan di luar rumah sakit, mulai dari homecare sampai klinik lansia, masih kekurangan tangan.

Rumah sakit besar di Jogja seperti RSUP Dr. Sardjito bahkan menetapkan tunjangan kinerja tersendiri bagi tenaga kesehatan, dan angkanya mencapai belasan juta rupiah untuk jabatan manajerial. Di sisi lain, gaji perawat di Jogja bergerak dari Rp2,5 juta sampai Rp7 juta per bulan, dan klinik kecil masih menawarkan angka mendekati upah minimum. Ketimpangan inilah yang membuat caregiver profesional punya ruang tumbuh sangat besar.

Rekomendasi rentang gaji (per bulan): Rp3,2 juta–Rp4,5 juta untuk perawat fresh graduate, Rp4,5 juta–Rp8 juta untuk perawat berpengalaman dengan STR aktif, Rp8 juta–Rp14 juta untuk kepala ruang atau perawat spesialis. 

Untuk caregiver, Rp2,8 juta–Rp5 juta untuk pendamping harian dan Rp4 juta–Rp7 juta untuk caregiver bersertifikat yang menguasai perawatan stroke, demensia, atau luka.

Siapkan ini: STR dan SIP yang aktif, sertifikat pelatihan homecare atau perawatan lansia, serta kemampuan komunikasi dengan keluarga pasien. Kemampuan berbahasa Inggris membuka pintu penempatan luar negeri.

#5 Chef dan supervisor kuliner tetap jadi profesi yang menarik di Jogja

Kenapa permintaannya tetap tinggi? Sektor akomodasi dan makan-minum tumbuh 10,56% pada triwulan II 2026, dan pertumbuhan itu menopang kebutuhan dapur di hotel, restoran, kafe, dan katering. Jogja juga tuan rumah pameran kuliner tahunan yang menghadirkan lebih dari 110 peserta dan menargetkan 15.000 pengunjung.

Lowongan di Jogja membuktikan kesenjangan upah yang lebar di profesi ini. Chef Indonesian Food di sebuah grup hotel menawarkan Rp3,5 juta sampai Rp4,5 juta, sementara Head Chef di tempat lain menawarkan Rp10 juta sampai Rp12 juta. Jobstreet mencatat Sous Chef, Chef de Partie, dan Head Chef di hotel berbintang bisa menembus Rp8 juta sampai Rp20 juta per bulan (Jobstreet).

Rekomendasi rentang gaji (per bulan): Rp2,8 juta–Rp4 juta untuk commis atau cook helper, Rp4,5 juta–Rp8 juta untuk chef de partie dan sous chef, Rp8 juta–Rp15 juta untuk head chef, Rp5 juta–Rp8 juta untuk floor supervisor.

Siapkan ini: sertifikat higiene dan keamanan pangan (HACCP), kemampuan menghitung food cost, dan disiplin konsistensi rasa. Kandidat yang menguasai masakan Nusantara sekaligus teknik modern punya nilai tawar paling tingg.

#6 Housekeeping, front office, dan kru MICE

Kenapa permintaannya tetap tinggi? Saya perlu jujur di sini. Sektor ini paling mudah goyah. 

Efisiensi anggaran pada 2025 memaksa ratusan hotel dan restoran merumahkan sekitar 5.000 karyawan. Namun, tarikan jangka panjangnya tetap besar. Pajak hotel menyumbang 21,04% pendapatan asli daerah Kota Jogja, dan jasa makanan-minuman menambah 11,76%.

Sisi MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition) memberi alasan tambahan untuk optimistis. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menyiapkan kawasan aerotropolis seluas sekitar 26.605 hektare di sekitar Bandara YIA, lengkap dengan arena berkapasitas 8.000 penonton di Temon. Setiap acara berskala nasional membutuhkan ratusan pekerja kamar, resepsionis, dan kru acara.

Rekomendasi rentang gaji (per bulan): Rp2,9 juta–Rp4,5 juta untuk staf housekeeping dan front office, Rp5 juta–Rp8 juta untuk supervisor, Rp4,5 juta–Rp8 juta untuk koordinator MICE dan event.

Siapkan ini: sertifikasi kompetensi bidang perhotelan (PHRI mencatat baru sekitar 30% karyawan perhotelan di DIY yang bersertifikat), kemampuan berbahasa Inggris atau Mandarin, dan fleksibilitas kerja shift.

#7 Jangan remehkan teknisi listrik dan maintenance engineer

Kenapa permintaannya tetap tinggi? Jogja sedang membangun banyak hal yang butuh listrik, dan pembangunan itu tidak berhenti dalam setahun dua tahun. Kawasan industri Sentolo di Kulon Progo menerima pabrik baru secara berkala, mulai dari pabrik panel PVC hingga pabrik alat listrik dan alat kesehatan.

Proyek terbesar menanti. Fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Piyungan dengan nilai Rp3 triliun dan kapasitas 1.000 ton sampah per hari. Pembangunannya mulai akhir 2026 dan fasilitas itu beroperasi pada 2028. PSEL, hotel baru, dan pabrik membutuhkan teknisi yang mengerti motor listrik, panel, instrumentasi, dan pemeliharaan preventif.

Rekomendasi rentang gaji (per bulan): Rp3,5 juta–Rp6,5 juta untuk teknisi staf, Rp6,5 juta–Rp11 juta untuk supervisor listrik atau maintenance, dan di atas Rp11 juta untuk manajer teknik. Jobstreet mencatat rata-rata gaji teknisi listrik nasional berada di rentang Rp5,33 juta sampai Rp8,33 juta, sementara posisi supervisor listrik menyentuh Rp8,75 juta.

Siapkan ini: sertifikat kompetensi teknisi listrik, pemahaman K3 kelistrikan, dan pengalaman menangani panel tiga fase. Keterampilan tambahan di bidang surya fotovoltaik memberi nilai tambah besar dalam lima tahun ke depan.

#8 Staf dan supervisor logistik serta supply chain

Kenapa permintaannya tetap tinggi? Bandara YIA tidak hanya memindahkan penumpang, tetapi juga barang. Pemerintah mendorong pembangunan cargo village di Plumbon, Temon, sebagai pusat konsolidasi komoditas untuk pasar domestik dan internasional (BKPM). 

Tambahkan gelombang investasi tekstil dan pakaian jadi yang berpotensi menciptakan 9.000 sampai 9.800 lapangan kerja baru sepanjang 2025 hingga Agustus 2026. Sementara itu, kebutuhan pengelolaan gudang otomatis naik.

E-commerce mempercepat semuanya. Setiap gudang membutuhkan orang yang mengatur stok, merencanakan rute, dan membaca data penjualan.

Rekomendasi rentang gaji (per bulan): Rp3,5 juta–Rp6 juta untuk staf logistik, Rp6 juta–Rp10 juta untuk supervisor, Rp10 juta–Rp17 juta untuk manajer rantai pasok. Jobstreet mencatat rata-rata gaji petugas logistik nasional di rentang Rp5,63 juta sampai Rp8,63 juta.

Siapkan ini: penguasaan sistem manajemen gudang (WMS) dan ERP, pemahaman dokumentasi ekspor-impor, serta kemampuan analisis biaya pengiriman. Sertifikasi kepabeanan menjadi pembeda yang langka di Jogja.

#9 Spesialis lingkungan, K3, dan pengelolaan sampah akan selalu dibutuhkan

Kenapa permintaannya tetap tinggi? TPA Piyungan berhenti menerima sampah reguler sejak Januari 2026, padahal Kota Jogja menghasilkan sekitar 300 sampai 332 ton sampah per hari sementara kemampuan pengelolaannya baru sekitar 190 sampai 200 ton. Pemerintah kota harus menutup kesenjangan itu dengan manusia, bukan hanya mesin. Misal, operator pengolahan, ahli pemilahan, spesialis kompos, dan analis lingkungan.

Lowongan di Jogja sudah menampilkan permintaan ini. Perusahaan FMCG membuka profesi GA HSE Supervisor, dan perusahaan lain membuka posisi analis lingkungan (Jobstreet). Setelah PSEL beroperasi pada 2028, kebutuhan operator dan teknisi pengendalian emisi akan melonjak, dan keahlian itu langka di pasar lokal.

Rekomendasi rentang gaji (per bulan): Rp5 juta–Rp8 juta untuk staf lingkungan dan K3, Rp8 juta–Rp14 juta untuk spesialis atau supervisor HSE, Rp14 juta–Rp22 juta untuk manajer keberlanjutan. Karir.com mencatat rata-rata gaji posisi Engineer di Indonesia sebesar Rp7.483.950, dan angka itu menjadi patokan bawah yang wajar untuk spesialis lingkungan bersertifikat.

Siapkan ini: sertifikasi K3 umum dan K3 lingkungan, pemahaman analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL), serta kemampuan menyusun laporan keberlanjutan (ESG).

#10 Site engineer dan supervisor proyek konstruksi adalah profesi yang akan terus tumbuh di Jogja

Kenapa permintaannya tetap tinggi? Sektor konstruksi DIY tumbuh 7,82% dan pertumbuhan itu bukan kebetulan. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo sudah menetapkan Rencana Detail Tata Ruang kawasan sekitar Yogyakarta International Airport untuk periode 2023 sampai 2043. Itu berarti dua dekade pembangunan hotel, gudang, jalan, dan fasilitas umum yang membutuhkan orang di lapangan.

Perluasan terminal YIA, arena MICE di Temon, dan proyek PSEL Piyungan masuk ke daftar itu. Ketiganya menuntut pengawas yang hadir di lapangan, bukan bekerja dari balik meja. Maka, profesi ini akan terbuka lebar harusnya.

Rekomendasi rentang gaji (per bulan): Rp5 juta–Rp8 juta untuk site engineer junior, Rp8 juta–Rp13 juta untuk site engineer senior atau pengawas proyek, Rp13 juta–Rp20 juta untuk project manager. Jobstreet mencatat rata-rata gaji site engineer di kisaran Rp6,4 juta dan supervisor listrik di kisaran Rp8,75 juta.

Siapkan ini: penguasaan gambar teknik dan perangkat lunak pemodelan (AutoCAD, Revit), sertifikasi K3 konstruksi, serta kemampuan menghitung volume pekerjaan dan merekonsiliasi progres.

BACA JUGA 5 profesi di Jogja yang sebentar lagi punah, dilupakan, dan berpotensi melahirkan pengangguran baru dan artikel menarik lainnya di rubrik CUAN.

Deby Hermawan

Bekerja kantoran setiap Senin hingga Jumat sebagai marketing di sebuah penerbitan buku. Menerbitkan 3 edisi zine digital pribadi sebagai piranti menolak gila bertajuk "Painless Killer". Saat ini sedang berusaha menerbitkan zine fisik.