Arsip Artikel: Deby Hermawan
14 ArtikelBekerja kantoran setiap Senin hingga Jumat sebagai marketing di sebuah penerbitan buku. Menerbitkan 3 edisi zine digital pribadi sebagai piranti menolak gila bertajuk "Painless Killer". Saat ini sedang berusaha menerbitkan zine fisik.
Memahami Bagaimana Aldi Taher dan Jualan Burgernya yang Cuan Mampus dan Berhasil Menampar Ilmu Marketing Ndakik-Ndakik
Aldi’s Burger milik Aldi Taher itu bukti marketing yang paling efektif cuan padahal kelihatan absurd, bodoh, dan paling nggak masuk akal.
Melihat Indomaret di Jogja Sebagai Tempat Tumpahnya Stres Kaum Urban yang Menderita karena Tekanan Hidup
Indomaret Jogja, sudah berubah menjadi “alat” untuk sejenak lari dari kehidupan. Demi melupakan stres yang terus datang dari kanan dan kiri.
Sejarah Indonesia Berisi Luka yang Diwariskan dan Negara Memaksa Kita untuk Melupakan Jejak kekerasan itu
Sejarah Indonesia berisi banyak berita duka. Berisi luka yang diwariskan, yang membuat kita lelah, dan dipaksa negara untuk melupakannya.
Lagu Nina Feast Menjadi Hal Paling Magis dari Brengseknya Masa Depan yang Absurd
Keajaiban “Nina” terletak pada kemampuan Feast mengubah nasihat menjadi reflektif paling magis. Dan akhirnya, bikin saya nangis.
Perang Dunia 3 Menjadi Bukti Manusia Adalah Bajingan Maniak Perang yang Tidak Belajar dari Kehancuran karena Perang Dunia
Perang Dunia 3 menjadi bukti manusia adalah bajingan maniak perang yang tidak belajar dari kehancuran karena perang dunia.
5 Tahun Kuliah di UNY yang Menyandang Status Kampus Medioker, Ijazah Nggak Berguna di Dunia Kerja, dan “Cuma” Komoditas Tenaga Kerja Murah
Jadi, apakah UNY itu kampus medioker? Ketika ijazah nggak terlalu berguna dan cuma menjadi komoditas tenaga kerja murah.
Skeptis Lulusan Sejarah UNY Terhadap Kontroversi Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia Senilai Rp9 Miliar Milik Negara
Jika kita menutup mata terhadap Penulisan Ulang Sejarah Indonesia yang dilakukan negara hari ini, kita akan membuka halaman pertama kesewenang-wenangan.
Setelah 10 Tahun Merantau di Jogja, Orang Jombang Malah Trauma dengan Berita Buruk Khususnya Pembacokan dan Klitih
Setelah 10 tahun tinggal di Jogja, melihat kejahatan jalanan yang sama di Jombang, tidak membuat mental saya makin kuat, tapi malah ambruk.