Oppo Reno5 5G Sudah Paling Paten Buat ‘Kaum Mendang-mending’ dan Alergi Sama Produknya Xiaomi! MOJOK.CO
Oppo Reno5 5G Sudah Paling Paten Buat ‘Kaum Mendang-mending’ dan Alergi Sama Produknya Xiaomi! MOJOK.CO

Oppo Reno5 5G Sudah Paling Paten Buat ‘Kaum Mendang-mending’ dan Alergi Sama Produknya Xiaomi!

MOJOK.COOppo Reno5 5G bakal dirilis pada 12 Januari 2021. Begitu rilis, langsung serbu aja nggak perlu pakai mikir, terutama buat “kamu mendang-mending”.

Meski sudah berganti tahun, banyak rilisan 2020 yang masih sangat layak dibeli. Namun, tentu lumrah kalau kalian memilih melirik ponsel baru yang dirilis di 2021. Oppo paham banget dengan meluncurkan dua ponsel sekaligus dari keluarga Oppo Reno5 di Tanah Air, yaitu Reno5 4G dan Reno5 5G.

Nah, kalian pilih yang mana, nih?

Oppo Reno5 4G cuma minor upgrade Reno4

Dilihat dari belakang, penampilan Oppo Reno5 4G dan Reno4 tampak sama termasuk soal penempatan empat lensa kamera belakang. Untuk berfoto, keempatnya pun memiliki spesifikasi yang sama selain si lensa kamera utama yang ditingkatkan resolusinya dari 48MP ke 64MP (f/1.7, 6P), yaitu 8MP (f/2.2, 5P) untuk ultrawide, 2MP (f/2.4, 3P) untuk macro, dan 2MP (f/2.4, 3P) untuk depth sensor.


Jujur, saya sedih kenapa Oppo nggak mengembalikan lensa telephoto yang sebelumnya ada di Reno2 dan Reno3 demi mempertahankan depth sensor beresolusi rendah.

Untuk merekam video dengan kamera belakang, terdapat peningkatan di mana Oppo Reno5 4G bisa merekam video 120fps dengan teknologi HDR di resolusi Full HD. Reno4 belum mampu melakukannya. Memang, di seri teranyarnya ini, Oppo memberikan pembaruan fitur kecerdasan buatan dari segi videografi setelah sebelumnya banyak berfokus pada fotografi di Reno4.

Dilihat dari depan, single punch hole di Oppo Reno5 membuat luas layar yang “terkorting” lebih minim dibandingkan terhadap dual punch hole di Reno4. Resolusi lensa kamera selfie-nya sama dengan Reno3 yaitu 44MP, alias upgrade dari Reno4 di 32MP. Fitur gyro-EIS disediakan untuk stabilisasi rekaman video dan resolusi maksimumnya di Full HD dengan frame rate 30fps.

Dari segi jeroan, Oppo Reno5 4G masih setia mengandalkan prosesor Qualcomm Snapdragon 720G yang sama dengan milik Reno4. Performanya memang tergolong baik, tetapi kelasnya masih midranger.

Terus terang, saya bingung dengan strategi Oppo. Snapdragon 730G di Reno 2, turun ke Helio P90 di Reno 3, naik lagi ke Snapdragon 720G di Reno 4 dan Reno5 4G. Jadi, dalam lima generasi, kenaikan performa seperti apa yang dibukukan oleh Oppo Reno?

RAM 8GB dan memori internal berjenis UFS 2.1 berkapasitas 128GB juga masih setia mendampingi, bahkan ini sudah terjadi sejak seri Reno 2F. Jika memori sebesar itu masih kurang, informasinya tersedia kesempatan ekspansi dengan adanya slot microSD.

Layar yang digunakan juga meningkat, meskipun peningkatannya tidak begitu istimewa. Panel Super AMOLED dengan resolusi 2400×1080 piksel sudah menjadi langganan sejak seri Reno 2. Namun, kini refresh rate-nya naik menjadi 90Hz seperti pada Reno4 Pro dengan sampling rate 180Hz. Tingkat kecerahan tipikal layar juga naik dari 430Hz di Reno4 dan 500Hz di Reno4 Pro menjadi 600Hz di Oppo Reno5 4G berdasarkan catatan GSMArena.

Peningkatan yang terasa signifikan dari Reno4 ke Reno5 terletak pada kemampuannya bertempur ketika pengguna kembali ke kantor. Kecepatan pengecasan meningkat dari 30W di Reno4 menjadi 50W di Reno5, meskipun tetap lebih rendah dibandingkan terhadap Reno4 Pro dengan daya 65W.

Mengisi daya perangkat lain juga bisa dilakukan berkat reverse charging dengan daya maksimum 18W. Konektor USB Type-C 3.1 milik Reno 2 juga kembali hadir di Oppo Reno5 untuk pengiriman data berbasis kabel yang lebih cepat setelah sebelumnya sedikit mengalami kemunduran di Reno3 dan Reno4 yang mengandalkan USB Type-C 2.0. NFC untuk pembayaran nirkabel tersedia setelah sebelumnya absen di Reno4.

Untuk peningkatan yang tanggung ini, saya agak ragu-ragu jika harus memboyong pulang Reno5 4G. Jaringan 5G diproyeksikan sudah bisa dinikmati tahun ini. Namun, ponsel ini belum mendukung jaringan tersebut.

WiFi 6 yang dijuluki “WiFi masa depan” oleh Dedy Irvan dari Jagat Review TV juga tidak didukung. Demi future proof, langsung loncat saja ke Reno5 5G jika memang ingin memiliki generasi terbaru dari Oppo Reno ini, apalagi jika sebelumnya kamu pengguna keluarga Oppo Reno (kecuali Reno 10x Zoom).

Jika tidak memikirkan future proof  jaringan 5G, alias menjadi kelompok pengguna ponsel yang rajin menggantinya secara berkala, mending lirik ponsel lain. Dugaan saya, harga Reno5 4G ini akan dipasang di Rp5 juta.

Tanpa melirik fitur videografi yang diberikan oleh Oppo, lebih baik langsung memboyong pulang Realme 7 Pro yang saat ini dibanderol mulai dari Rp4,4 juta. Mengecas lebih cepat dengan daya 65W, baterai sedikit lebih besar di 4500mAh, produsen sama-sama dari grup BBK, sisanya kurang lebih sama, mengapa saya harus menunggu?

Jika hanya melirik performa, Poco X3 NFC varian 8GB/128GB bisa menghemat uang dengan banderolnya di sekitar Rp3,5 jutaan.

Oppo Reno5 5G? Langsung beli nggak perlu pakai mikir!

Setelah Vivo X50 Pro hadir lebih dulu tahun lalu, Oppo Reno5 5G menjadi ponsel resmi kedua di Indonesia dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 765G. WiFi 6 tetap belum didukung di ponsel ini, tetapi setidaknya pengguna internet seluler sudah siap menyongsong jaringan 5G yang semakin ngebut.


CPU dan GPU di Snapdragon 765G memberikan performa kumulatif sekitar sepuluh hingga dua puluh persen lebih tinggi dari Snapdragon 720G. Fabrikasinya juga sedikit lebih ringkas di 7nm dibandingkan Snapdragon 720G dengan 8nm. Hal ini tentu akan meningkatkan keseruan bermain para gamers, meskipun tidak akan senyaman bermain dengan prosesor flagship sekelas Snapdragon 865.

Selain itu, perbedaannya terhadap Reno5 4G boleh dibilang tidak terlalu signifikan. Daya pengecasan naik ke 65W dan resolusi lensa selfie malah turun ke 32 MP (f/2.4, 5P). Besar dugaan bahwa varian yang didatangkan ke Indonesia juga memiliki RAM 8GB dan memori internal berkapasitas 128GB, meskipun di pasar internasional tersedia varian lain dengan RAM 12GB dan memori internal berkapasitas 256GB.

Dibandingkan terhadap Vivo X50 Pro, ponsel ini tergolong lebih menyedihkan. Alih-alih menggunakan teknologi gimbal untuk stabilisasi kamera, Oppo Reno5 5G masih setia mengandalkan gyro-EIS.

Alih-alih memiliki lensa telephoto dengan kemampuan optical zoom, Oppo lebih senang memberikan lensa makro dan depth sensor. Teknologi HDR10+ yang ada di layar X50 Pro pun juga tidak dimiliki oleh Oppo Reno5 5G. Satu saja keunggulan Reno dari X50 Pro, daya pengisiannya hampir dua kali lipat karena si X50 Pro hanya sanggup diisi dengan daya maksimum 33W.

Saya berharap Oppo Reno5 5G dibanderol dengan harga paling tinggi Rp7 juta untuk varian 8GB/128GB. Itu pun, dia harus bersaing ketat dengan Xiaomi Mi 10T dan Mi 10T Pro yang pastinya menawarkan prosesor lebih kencang dan sama-sama mendukung jaringan 5G.

Namun, mau gimana juga, Oppo berhasil memberikan solusi ponsel 5G Android yang bukan Xiaomi buat kamu yang terlalu miskin buat beli Find X2, Find X2 Pro, dan Realme X50 Pro karena kemahalan.

Demikian ulasan Oppo Reno5 5G dan 4G yang sejatinya meluncur resmi pada 12 Januari mendatang. Varian 5G tentu menggoda buat kamu yang alergi sama produk Xiaomi dan tetap pengin banderol yang cukup “terjangkau”. Varian 4G? Jangan deket-deket.

BACA JUGA Oppo F11 Pro: Gagah dengan Dukungan Kamera 48 MP yang Lebih Besar Dari Vivo V15 dan ulasan ponsel ganteng lainnya di rubrik KONTER.