Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan Tekel

Liverpool Nggak Butuh Pengakuan Juara, Manchester United Bakal Menggelepar Kayak Kecoa Sekarat

Haryo Tri Aji oleh Haryo Tri Aji
17 April 2020
A A
Liverpool Nggak Butuh Pengakuan Juara, Manchester United Bakal Menggelepar Kayak Kecoa Sekarat Arsenal, Chelsea, dan Manchester City Liga Inggris MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Liverpool nggak perlu pengakuan juara Liga Inggris. Kasihan para “kecoa sekarat” fans Manchester United, Arsenal, Chelsea, dan Manchester City itu.

Sudah sewajarnya kalau fans itu banyak omong. Namanya aja mendukung dan membela klub kesayangannya. Tapi nggak ada yang lebih banyak omong selain fans Manchester United. Di belakangnya ngekor fans Arsenal, Chelsea, dan Manchester City. Di bagian ujung, di bagian taik-taiknya, ada Tottenham Hotspur, yang lemari pialanya udah jadi sarang laba-laba.

Sebagai fans Liverpool, saya cuma bisa maklum. Maklum kalau nafas busuk fans Manchester United, Arsenal, Chelsea, dan Manchester City perlu dihamburkan. Ketimbang mereka nggak ada kerjaan karena sengit betul sama Liverpool musim ini. Apalagi setelah liga dihentikan sementara karena pandemi virus corona.

Apa, sih, yang mau disemburkan fans-fans rakyat jelata itu musim ini selain menertawakan Liverpool. The Reds gagal juara? Kami, sih, masih waras, ya. Kalau nggak jadi juara karena liga dihentikan dengan alasan kemanusiaan, kami menerima. Iklas, lapang dada. Nggak masalah, kami ini masih ada akal sehat.

Malah, kalau bisa, Liga Inggris betul-betul null and void aja. Ditiadakan. Nggak ada juara. Saya takutnya, fans cerewet dari Manchester United, Arsenal, Chelsea, dan Manchester City bakal panas dalam. Lama-lama mereka menggelepar kayak kecoa kebalik badannya. Lama-kelamaan, capek ngoceh, mati juga.

Gini, ya. Fans Liverpool itu udah pada tahu kalau tahun ini kami adalah juaranya. Jarak poin yang udah keterlakuan jauhnya itu nggak mungkin dikejar. Ini pelajaran dasar dari musim ini. Fans Manchester United, Arsenal, Chelsea, dan Manchester City bisa mikir, kan? Performa kami sudah lebih cukup untuk menegaskan diri sebagai juara.

Nggak dapat piala? Kadang, dalam hidup, yang kita butuhkan nggak cuma pengakuan dari orang luar. Kadang, yang paling penting dalam hidup adalah kenyataan bahwa kita memang terbaik. Saya yakin, kok, mau analisis sepak bola dari Eropa sampai komentator super lebay Indonesia bisa mikir kalau di atas lapangan, juaranya adalah Liverpool.

Kami nggak butuh pengakuan dari fans kecoa sekarat dari Manchester United, Arsenal, Chelsea, dan Manchester City. Apalagi Tottenham Hotspur. Tolong ya fans Spurs, kalau ada, sejak kalian lahir sampai dunia mau kiamat di tahun 2020 ini, kalian nggak akan pernah melihat kapten Spurs angkat piala. Yang ada cuma sekumpulan badut dari London yang jadi bahan tertawaan seluruh negeri.

Saat ini, yang paling penting itu menyalurkan energi untuk mendoakan orang-orang yang berjuang bertahan hidup di tengah pandemi corona. Doakan, tuh, petugas kesehatan di Inggris, di Indonesia, dan di seluruh dunia supaya diberi kesehatan dan keselamatan. Ngapain, sih, masih nyenggol-nyenggol Liverpool? Ada masalah apa di hidup kalian yang penuh inkonsistensi itu?

Sejak Maret sampai April ini perhatian dunia udah tercurah ke bertahan hidup. Bukan lagi ke sepak bola semata. Kok ya masih ada segelintir “kecoa sekarat” dari Manchester United, Arsenal, Chelsea, dan Manchester City, yang bakal mencret kalau nggak nyenggol Liverpool. Ini fans apa pelaku klitih, beraninya nyenggol lalu lari. Nggak punya harga diri, ya?

Sekarang ini ada omongan kalau Liga Champions akan diusahakan selesai di Agustus 2020. Silakan saja. Saran saya, Liga Inggris nggak usah ikut-ikutan.

Sebagai fans Liverpool, kalau Liga Inggris dipaksa jalan, pengukuhan juara kami itu tinggal nunggu waktu aja. Tapi, kami nggak butuh itu sebenarnya. Kesehatan dan keselamatan lebih penting.

Kami takutnya, kalau liga dipaksakan jalan dan The Reds juara, “kecoa sekarat” dari Manchester United, Arsenal, Chelsea, dan Manchester City bakal menggelepar. Mereka akan kehabisan bahan buat meledek kami. Jangan, kasihan mereka kalau kehabisan bahan. Padahal daya pikir mereka cuma sampai di sana. Kalau dipaksa, otak mereka bakal umup, mendidih.

Gitu, ya. Saya malah berharap liga nggak usah dilanjut. Kami nggak butuh pengakuan dari kalian semua karena kalau ada akal sehat seharusnya tau siapa yang jadi juaranya. Kami ini nggak akan pernah berjalan sendirian, kok. Nggak perlu kalian temenin.

Iklan

Kasihan para “kecoa sekarat” itu. See, kami ini sangat peduli dengan kesehatan mental fans lain. Hei, cockroaches, class is permanent.

BACA JUGA Persiba Bantul yang Sudah Tidak Menarik Diperbincangkan atau jegalan berbahaya lainnya di rubrik TEKEL.

Terakhir diperbarui pada 17 April 2020 oleh

Tags: Arsenalchelsealiga inggrisLiverpoolManchester CityManchester Unitedthe redsvirus corona
Haryo Tri Aji

Haryo Tri Aji

Liverpudlian, guru Bahasa Inggris di sebuah sekolah swasta di Yogyakarta. Punya cita-cita jadi kepala sekolah. Sekarang Kepala Yayasan dulu.

Artikel Terkait

Harry Maguire Bek Dungu Manchester United Anti Bullying MOJOK.CO
Esai

Harry Maguire, Bek Dungu Milik Manchester United yang Mengajari Kita Makna Ketahanan Mental dan Cara Melawan Bullying

20 Oktober 2025
Untung Mohamed Salah Nggak Jadi Buruh di Indonesia MOJOK.CO
Esai

Beda Nasib Mohamed Salah dan Pekerja di Indonesia saat Menyuarakan Hak: Menghasilkan Ketimpangan yang Dinormalisasi

6 Januari 2025
Rokok Ilegal identik dengan Liga Inggris, yang Legal Liga Italia MOJOK.CO
Esai

Kenapa, ya, Rokok Legal Identik dengan klub Liga Italia, sementara Rokok Ilegal Lebih Dekat dengan klub Liga Inggris?

9 November 2024
Vidio vs Rp18 Triliun Live Streaming Ilegal Jelang Liga Inggris MOJOK.CO
Esai

Vidio Wajib Cemas. Menjelang Liga Inggris, Keuntungan Live Streaming Ilegal Mencapai Rp18 Triliun!

9 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pendidikan karakter Sunan Ampel di Pesantren Ampeldenta Surabaya melalui halal food dan halal living MOJOK.CO

Rasa Sanga (6): Melalui Halal Food dan Halal Living, Sunan Ampel Membentuk Karakter Generasi Islam Berkualitas

13 Maret 2026
Nasib ratusan juta WNI 10 tahun nanti: terancam tidak punya jaminan sekaligus tabungan di masa pensiun MOJOK.CO

Nasib WNI 10 Tahun Lagi: Terancam Tua Miskin karena Tak Punya Jaminan untuk Tabungan Pensiun dari Negara

11 Maret 2026
Pedagang sate kere di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten. MOJOK.CO

Sate Kere Merbung di Klaten: Warisan Terakhir Ibu yang Menyelamatkan Saya dan Keluarga dari Jurang PHK

16 Maret 2026
penyiraman air keras.MOJOK.CO

Negara Harus Usut Tuntas Dalang Penyiraman Air Keras ke Aktivis HAM, Jangan Langgengkan Impunitas

16 Maret 2026
burjo atau warmindo bikin rindu anak rantau dari Jogja ke Jakarta. MOJOK.CO

Anak Rantau di Jogja Menyesal ke Jakarta, Tak Ada Burjo atau Warmindo sebagai Penyelamat Karjimut Bertahan Hidup

16 Maret 2026
Sesal suka menolong orang lain usai ketemu lima jenis orang yang tidak layak ditolong meski kesusahan. Dari tukang judi slot hingga orang susah bayar utang MOJOK.CO

Kapok Suka Menolong Orang Lain usai Ketemu 4 Jenis Manusia Sialan, Benar-benar Nggak Layak Ditolong meski Kesusahan

12 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.