Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Mesut Ozil ‘Dibuang Sepenuhnya’ oleh Arsenal ketika Petr Cech Menampar Kepa, Kiper Termahal Chelsea

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
21 Oktober 2020
A A
Mesut Ozil ‘Dibuang Sepenuhnya’ oleh Arsenal ketika Petr Cech Menampar Kepa, Kiper Termahal Chelsea MOJOK.CO

Mesut Ozil ‘Dibuang Sepenuhnya’ oleh Arsenal ketika Petr Cech Menampar Kepa, Kiper Termahal Chelsea MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Banyak ironi di sepanjang sejarah sepak bola. Namun, saya berani bertaruh, ironi Mesut Ozil, Arsenal, dan Petr Cech ini setidaknya masuk 10 besar ironi paling menyedihkan di dunia.

Arsene Wenger terlihat sedikit gusar ketika memberikan pendapat soal situasi Mesut Ozil dan Arsenal. Menurutnya, Ozil, pemain juara dunia itu, seharusnya diberi kesempatan bermain, bukan “diasingkan” seperti ini. Bahkan, menyimak nada bicaranya, Wenger terdengar “memaksa” Mikel Arteta untuk mencari cara supaya Ozil bisa masuk skuat.

Mungkin, Arsene Wenger belum sepenuhnya sadar bahwa dirinya dan Mesut Ozil sudah bukan lagi bagian dari Arsenal. Ya, dari sisi nostalgia dan kenangan, selamanya, Wenger akan diasosiasikan dengan Arsenal. Namun, secara aktual, dia tidak lagi punya kuasa. Secara aktual, Ozil pun bisa dianggap bukan lagi bagian The Gunners.

Mesut Ozil sudah tidak bermain sejak Maret 2020. Dia masih menjadi pemain reguler sebelum pandemi menjadi keprihatinan dunia. Kita bisa berdebat satu hari penuh untuk mencari tahu alasan Arsenal membuang Ozil dan tidak akan menemukan jawaban yang bisa memuaskan semua orang.

Dari sisi klub, Arsenal butuh pemain yang tidak menghindar dari kontak fisik, mau berlari kesetanan menekan lawan, dan, meminjam kalimat Jonathan Liew kolumnis The Guardian, tidak bikin kesal pemerintah Cina lewat Twitter. Dari sisi pemain, Mesut Ozil tidak bisa berbuat banyak selain berburu engagement media sosial dengan mencuit kata “Sabar”.

Kini, Mesut Ozil sudah “dibuang sepenuhnya” ketika namanya tidak masuk dalam daftar 25 pemain untuk Liga Inggris. Pertaruhannya tinggal di Januari 2021 nanti ketika pendaftaran dibuka kembali. Jika namanya tidak bisa ditemukan di sana, fans Arsenal seharusnya sadar melanjutkan perdebatan “yang salah mana, pemain atau klub” sudah tidak relevan lagi.

Banyak yang bilang kalau sepak bola adalah cermin kehidupan. Salah satu bayangan yang terpantul dari analogi tersebut adalah sisi ironi. Mesut Ozil adalah pemain dengan level flair tertinggi di Arsenal. Ketika kreativitas dan imajinasi sedang lesap, solusinya ada di dalam diri sendiri. Namun, Arsenal, dalam hal ini Mikel Arteta, tidak bisa memaksimalkan sumber imaji itu.

Ironis….

Sisi ironi itu tidak hanya dihadapi Arsenal, Mikel Arteta, dan Mesut Ozil. Tetangga mereka, Chelsea, tidak lepas dari sisi manusia satu ini. Ketika mendaftarkan 25 pemain untuk Liga Inggris, Chelsea memasukkan nama Petr Cech. Kiper berusia 38 tahun ini sudah pensiun dan kini memegang jabatan Penasihat Teknis dan Performa Pemain.

Namun, ketika lapangan hijau memanggil pulang, sepertinya tidak ada pemain yang bisa menampik godaan itu. Apalagi ketika dirinya merasa sedang sangat dibutuhkan. Ketika sisi ironi tengah mewarnai. Ketika Kepa, kiper termahal Chelsea dan dunia, lebih rutin membuat blunder ketimbang penyelamatan penting.

Chelsea boleh beralasan bahwa pandemi membuat mereka harus punya cadangan pemain. Frank Lampard boleh berkilah bahwa Petr Cech masih menikmati aktivitas latihan dan bukan pilihan sulit untuk memasukkan namanya ke dalam skuat. Namun, dunia tahu kalau Chelsea sedang krisis kualitas kiper.

Kepa, sangat tidak konsisten dan lebih mesra dengan blunder. Edouard Mendy, kiper baru yang baru pulih dari cedera. Willy Caballero, kiper ketiga yang seperti “ada dan tiada”. Menariknya, usia Caballero lebih tua beberapa bulan ketimbang Petr Cech.

Yah, apa pun alasannya, Chelsea memang berhak dan bisa mendaftarkan Petr Cech. Terlepas dari fakta kalau mereka tengah menjadi bahan tertawaan, keberadaan pemain legenda tidak selalu buruk. Toh Arsenal juga pernah melakukannya ketika mengizinkan Robert Pires berlatih bersama tim utama.

Konyolnya, Robert Pires bukan bagian resmi dari manajemen Arsenal. Pada titik tertentu, Pires terlihat sedang menjaga kebugaran saja di “usia senja”.

Iklan

Bicara soal ironi dan kekonyolan, Mesut Ozil dan Petr Cech adalah bagian dari skuat Arsenal yang dipermalukan Chelsea di final Europa League. Keduanya kena kritik keras karena bermain di bawah standar.

Ozil, seperti biasanya, dianggap selalu “menghilang” di laga penting. Sementara itu, Cech, tidak tampil sesuai ekspektasi. Beberapa gol Chelsea sebetulnya bisa dicegah jika Petr Cech “lebih mau” merentangkan tangannya. Di bangku cadangan, Bernd Leno, “malaikat Arsenal” menatap blunder di laga final itu dengan raut wajah penuh ketidakpercayaan.

Konyolnya, setelah laga, Cech memutuskan pensiun dan menerima tawaran Chelsea untuk masuk manajemen. Betul-betul konyol. Pada titik tertentu, mohon maaf sebelumnya, Arsenal tak ubahnya seperti badut saja. Menjadi bahan tertawaan dunia.

Kini, ketika Petr Cech kembali dari masa pensiun, Mesut Ozil “dipaksa” untuk pensiun dari Arsenal. Pemain yang sudah lewat masa kejayaan, diseret untuk menemani kiper muda termahal di dunia yang akrab dengan blunder. Pemain di ujung masa emas, dipaksa duduk di rumah sambil menikmati gaji besar.

Banyak ironi di sepanjang sejarah sepak bola. Namun, saya berani bertaruh, ironi Mesut Ozil, Arsenal, dan Petr Cech ini setidaknya masuk 10 besar ironi paling menyedihkan di dunia. Pada akhirnya, diasingkan dan dianggap tidak ada adalah siksaan terbesar untuk manusia.

BACA JUGA Pemain Arsenal Patah Kaki Bukan Tragedi, Pemain Liverpool Cedera Semua Menangis: Antara Media Munafik dan Wasit Goblok dan tulisan-tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Terakhir diperbarui pada 21 Oktober 2020 oleh

Tags: ArsenalArsene WengerartetachelsealampardMesut Ozilpetr cech
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Todd Woodward: Ketika Orang Nggak Ngerti Bola Megang Chelsea
Video

Todd Woodward: Ketika Orang Nggak Ngerti Bola Megang Chelsea

8 September 2022
Chelsea Kena Tikung, Cristiano Ronaldo Ditolak, Frenkie De Jong Menangis
Video

Chelsea Kena Tikung, Cristiano Ronaldo Ditolak, Frenkie De Jong Menangis

28 Juli 2022
Derby London Utara: Arsenal Atau Tottenham Hotspur, Siapa Lolos Ke UCL?
Video

Derby London Utara: Arsenal Atau Tottenham Hotspur, Siapa Lolos Ke UCL?

12 Mei 2022
Mesut Ozil Dibeli RANS FC Milik Raffi Ahmad? Ozil Bakal Merasa Pulang ke Rumah MOJOK.CO
Balbalan

Mesut Ozil Dibeli RANS FC Milik Raffi Ahmad? Ozil Bakal Merasa Pulang ke Rumah

10 Januari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Salah paham pada kuliner sate karena terlalu miskin. Baru benar-benar bisa menikmatinya setelah dewasa untuk self reward MOJOK.CO

Salah Paham ke Sate: Kaget dan Telat Sadar kalau 1 Porsi Bisa buat Diri Sendiri, Jadi Self Reward Tebus Masa Kecil Miskin

31 Maret 2026
Resign after lebaran karena muak dengan kantor toxic demi work life balance di Jogja MOJOK.CO

Nekat Resign After Lebaran karena Muak Kerja di Kantor Toxic, Pilihan “Ngawur” untuk Cari Happy tapi Stres Tetap Tak Terhindarkan

30 Maret 2026
Stasiun Tugu Jogja nggak cocok untuk orang kaya tak bermoral. MOJOK.CO

Pintu Timur Stasiun Tugu Jogja Nggak Cocok untuk User Eksekutif Nirempati dan Ojol yang Kesabarannya Setipis Tisu

26 Maret 2026
Peaky Blinders: The Immortal Man Adalah Film yang Seharusnya Tidak Ada (?)

Peaky Blinders: The Immortal Man Adalah Film yang Seharusnya Tidak Ada (?)

30 Maret 2026
Pilih side hustle daripada pekerjaan kantoran

Pilih Tinggalkan Kerja Kantoran ke “Side Hustle” demi Merawat Anak, Kini Kantongi Rp425 Juta per Bulan dan Lebih Dekat dengan Keluarga

31 Maret 2026
Gen Z rela sise hustle

Tak Cukup Satu Gaji, Gen Z Rela “Side Hustle” dan Kehilangan Kehidupan demi Rasa Aman dan Puas Punya Pekerjaan Sesuai Keinginan

30 Maret 2026

Video Terbaru

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026
Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

28 Maret 2026
Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

26 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.