Thomas Partey, Mesin Perang Arsenal, dan Janji Mikel Arteta MOJOK.CO
Thomas Partey, Mesin Perang Arsenal, dan Janji Mikel Arteta MOJOK.CO

Thomas Partey, Mesin Perang Arsenal, dan Janji Mikel Arteta

MOJOK.COKedatangan mesin perang dalam diri Thomas Partey adalah upgrade sempurna untuk lini tengah Arsenal. Potensi lini tengah yang seimbang sudah di depan mata.

Sejak Juli 2019, Arsenal sudah dikabarkan tertarik membeli Thomas Partey dari Atletico Madrid. Namun, seperti selayaknya cinta sejati, Arsenal harus bersabar menunggu. Cinta memang tidak pernah tepat waktu. Namun, ia datang pada waktu paling ideal, Ketika kedua pihak sudah menunjukkan kepantasan.

Arsenal harus menunggu sampai menit akhir jendela transfer musim panas karena beberapa pertimbangan. Misalnya, Edu dan Mikel Arteta harus memastikan ketersediaan tempat untuk pemain asing di dalam tim. Oleh sebab itu, proses pembelian Thomas Partey diselaraskan dengan proses meminjamkan Matteo Guendouzi dan Lucas Torreira.

Ketika kedua pemain ini sudah pasti mendapatkan klub baru, Arsenal baru bergerak. Manajemen tidak gegabah bergerak karena sudah menghitung lamanya waktu negosiasi. Lantaran tinggal membayar release clause saja, Arsenal tidak perlu bernegosiasi dengan Atletico.


Arsenal justru harus menghubungi otoritas Liga Spanyol untuk mendapatkan semacam “surat jalan” transfer. Setelah itu, release clause Thomas Partey juga dibayarkan kepada otoritas Liga Spanyol. Setelah dokumen diperiksa dan uang ditransfer, otoritas Liga Spanyol baru menghubungi Atletico sekaligus mengalihkan uang pembelian. Begitulah hukum di Spanyol berlaku.

Proses negosiasi semacam ini bisa berjalan dengan cepat. Kalau tidak salah hitung lewat pemberitaan di media sosial, Arsenal hanya membutuhkan 30 menit saja. Oleh sebab itu, menunggu sampai menit akhir jendela transfer pun tidak masalah. Namun memang, risikonya sebetulnya tinggi karena bisa saja klub lain menikung di kelokan terakhir.

Jika terjadi bidding war, bukan tidak mungkin Arsenal bakal kalah. Untungnya, Partey sendiri hanya ingin bergabung ke Arsenal. Agen pemain sudah mengindikasikan hal itu. Mengetahui kenyataan itu, Arsenal tidak panik ketika Chelsea dikabarkan tertarik.

Baca juga:  Barcelona dan Arsenal Kesulitan Mengukur Beban Xhaka dan Messi

Thomas Partey, mesin perang lini tengah

Dengan dana 50 juta euro, Arsenal mendapatkan satu pemain yang profilnya memang dibutuhkan. Terlepas dari skema yang akan digunakan Arteta, kedatangan Partey memang melengkapi kompi tempur Arsenal. Mau itu 3-4-3, 4-3-3, atau 4-2-3-1, Partey sangat dibutuhkan. Tidak ada lagi pemain Arsenal dengan profil serupa.

Pada dasarnya, Partey adalah gelandang sentral dengan peran box-to-box. Namun, sebetulnya, pemain asal Ghana itu bisa bermain di berbagai posisi di lini tengah dengan beragam peran. Salah satu yang peran yang dibutuhkan Arsenal adalah kemampuan Partey menjadi protektor lini tengah.

Partey diberkahi stamina yang luar biasa. Daya jelajah pemain berusia 27 tahun ini luas sekali. Inilah salah satu aspek yang membantunya memainkan dua peran sekaligus dalam satu pertandingan, yaitu gelandang bertahan dan box-to-box.

Kita tahu, Atletico bermain dengan kompaksi luar biasa dan bertahan agak dalam Ketika melawan tim dengan superioritas penguasaan bola. Sebagai salah satu dari dua pivot, Partey memosisikan dirinya agak dalam. Ketika Atletico menguasai bola, gelandang sentral dituntun bisa mengalirkan bola dengan dua cara utama, yaitu umpan-umpan presisi ke depan atau dengan menggiring bola.

Thomas Partey punya dua kelebihan ini. ­­­­rata-rata umpan per 90 menitnya melebihi Saul dan Koke, dua gelandang Atletico lainnya. Rata-rata umpan ke depan mencapai 19,41. Sementara itu, Koke mencatatkan 14,64 dan Saul 15,36.

Partey juga unggul di aspek final third passes per 90 (10,91), final third passes accuracy (76,58 persen), progressive passes per 90 (10,46), dan progressive passes accuracy (82,86) persen. Data yang diolah oleh totalfootballanalysis.com ini menunjukkan profil Thomas Partey memang dibutuhkan Arsenal.

Selama ini, hanya Granit Xhaka yang punya kemampuan umpan-umpan progresif ke depan. Dani Ceballos punya kemampuan itu juga. Namun, Ceballos lebih banyak melepas umpan-umpan aman atau lebih memilih bergerak dengan bola. Sementara itu, Mo Elneny adalah pengumpan aman, mengalirkan bola ke sisi atau ke belakang.

Baca juga:  Arsenal Jodoh Philippe Coutinho? Tentang Kebenaran Transfer dan Baik Buruknya

Kemampuan progresi dengan umpan ini juga akan memudahkan kerja lini belakang Arsenal. Selama ini, salah satu tujuan Arteta menggunakan tiga bek tengah adalah memudahkan tim melakukan progresi dari bawah. Selain tentu saja menciptakan keunggulan jumlah di dekat kiper. Dengan begitu, Arsenal lebih enak membangun serangan dari bawah.

Namun, di beberapa kesempatan, situasi ini kurang menguntungkan. Terutama Ketika Arsenal melawan tim yang bermain low block. Sering terjadi, The Gunners kekurangan pemain di depan. Mereka kekurangan pemain yang bisa mengalirkan bola ke depan. Menghadirkan solusi ketika kesulitan masuk ke wilayah berbahaya lawan.

Meski terlihat “besar dan menyeramkan”, Thomas Partey sebenarnya “luwes dan anggun”. Daya amat akan situasinya terbilang bagus. Sebelum menerima umpan, dia akan memindai situasi. Ketika menerima bola, Partey sudah tahu bola harus diarahkan ke mana. Pemosisian diri yang baik membantunya memprogresikan bola dengan nyaman.

Meskipun sisi bertahannya sangat kuat, Thomas Partey juga punya kemampuan play making juga. Oleh sebab itu, tidak salah jika ada jurnalis yang menyebutnya sebagai complete player.

Nah, sebagai protektor, Thomas Partey adalah gelandang bertahan yang mengombinasikan otak dan otot. Per 90 menit, secara rata-rata, Partey membuat 15 kali aksi bertahan yang sukses. Dia memenangi 62,4 persen aksi bertahan secara umum, 60,19 persen dual udara sukses, dan 76,57 persen duel darat sukses. Intersepnya mencapai lima kali per laga.


Seperti saya sebut di paragraf sebelumnya, Partey mengombinasikan otak dan otot. Duel-duel yang dia menangkan bukan sekadar mencegah lawan menyerang. Ketika melakukan duel, prioritas utamanya adalah memenangi bola dan mengontrolnya. Artinya, setelah memenangi bola, Partey bisa langsung mengolahnya, tidak bingung mau ngapain lagi.

Baca juga:  Hector Bellerin Lebih Mudah Dijual Arsenal Ketimbang Lacazette

Jika sudah begitu, kita bisa membaca bahwa Thomas Partey punya pressing resistance yang sangat baik. Ditunjang postur dan bangun tubuh yang kokoh, Partey juga jago menggiring bola di tempat sempit.

Masa adaptasi dan janji Arteta untuk Arsenal

Thomas Partey butuh waktu untuk adaptasi. Bisa jadi dia akan membutuhkan waktu yang agak panjang, bisa juga tidak, tergantung pendekatan Arteta. Jika bermain dengan sepak bola ekspansif, Partey harus bermain lebih proaktif. Baik ketika mengalirkan bola atau melakukan pressing.

Bersama Atletico, menyesuaikan ide Diego Simeone, Partey lebih responsif terhadap serangan lawan. Artinya, ada perbedaan skema, tempo, dan pemosisian kawan. Semua pemain butuh waktu untuk beradaptasi. Durasi adaptasi tentu berbeda-beda dan ini menjadi tantangan terbesar Arteta.

Namun, Arteta sendiri pernah berjanji akan memperkuat skuat “saat ini juga”. Janji itu tersirat dari pernyataan Pierre-Emerick Aubameyang ketika memperpanjang kontraknya. Artinya, Arteta sudah menghitung berbagai kemungkinan, di mana masa adaptasi termasuk di dalamnya.

Selama ini, Arteta hampir selalu bisa menepati janjinya. Baik soal meningkatkan performa pemain atau memberikan menit hanya kepada mereka yang bekerja keras. Terkecuali Mesut Ozil, di mana kita tidak tahu apa yang sedang terjadi.

Terlepas dari semua itu, kedatangan mesin perang dalam diri Thomas Partey adalah upgrade sempurna untuk lini tengah Arsenal. Potensi lini tengah yang seimbang sudah di depan mata. Untuk mengintegrasikan mesin perang itu, Mikel Arteta harus kerja keras memutar otak. Ingat, beri mereka waktu, karena cinta sejati hanya akan mekar di waktu paling ideal.

BACA JUGA Menimbang Berat Janji Mikel Arteta Untuk Arsenal dan tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.