Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Kronologi Lengkap Kericuhan Brasil vs Argentina: Emi Martinez Salahin Arsenal Lagi Nggak, Ya?

Empat pemain Argentina melanggar aturan. Mereka lari dari kejaran aparat.

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
6 September 2021
A A
Kronologi Lengkap Kericuhan Brasil vs Argentina: Emi Martinez Salahin Arsenal Lagi Nggak, Ya? MOJOK.CO

Kronologi Lengkap Kericuhan Brasil vs Argentina: Emi Martinez Salahin Arsenal Lagi Nggak, Ya? MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Baru berjalan 10 menit, laga kualifkasi Piala Dunia 2022 antara Brasil vs Argentina dihentikan. Anvisa, regulator kesehatan Brasil, tidak mau bernegosiasi dengan pemerintah, CBF, dan Conmebol. Mereka tetap mau “menciduk” empat pemain Argentina.

Mereka adalah Emi Martinez, Emi Buendia, Cristian Romero, dan Gio Lo Celso. Keempat pemain ini ketahuan berbohong. Aturan di Brasil menyebutkan bahwa seseorang yang dalam 14 hari terakhir berada di Inggris, Afrika Selatan, dan India dilarang masuk.

Keempat pemain tersebut masuk ke Brasil dari Venezuela dan ketahuan menyediakan informasi palsu. Anvisa tidak mau bernegosiasi. Keempatnya harus segera dikarantina di luar teritori Brasil.

Berikut kronologi lengkap kericuhan Brasil vs Argentina seperti disusun oleh @EiFSoccer:

  1. Anvisa sudah mendapat peringatan sejak Jumat, ketika keempat pemain Argentina tersebut mendarat.
  2. Pemerintah Brasil, bernegosiasi dengan CBF dan Conmebol untuk memberi pengecualian kepada keempat pemain Argentina tersebut. Izin diberikan, tapi Anvisa menolaknya. Petugas mereka langsung menuju stadion.
  3. Sayangnya, kemacetan terjadi Sao Paulo, membuat petugas Anvisa terlambat datang ke stadion. Sesampainya di stadion, petugas Anvisa, dikawa polisi federal, langsung menemui ofisial CBF dan Conmebol. Baik CBF maupun Conmebol sepakat untuk melanjutkan pertandingan. Namun, sekali lagi, Anvisa menolaknya.
  4. Saat itu, laga antara Brasil vs Argentina sudah dimulai. Petugas Anvisa, masih ditemani polisi federal, menghampiri ofisial dari Argentina. Setelah diskusi selama beberapa saat, ofisial dari Argentina tidak bisa menghentikan Anvisa. Mereka masuk ke lapangan dan menghentikan pertandingan.
  5. Ketika petugas Anvisa dan polisi federal masuk lapangan, para pemain Argentina langsung masuk ruang ganti. Termasuk Emi Martinez, Emi Buendia, Cristian Romero, dan Lo Celso yang tengah dicari.
  6. Beberapa pemain Argentina mengunci diri di dalam ruang ganti. Petugas Anvisa dan polisi federal tidak bisa masuk. Pada saat ini, pertandingan antara Brasil vs Argentina resmi ditunda.
  7. Ofisial Argentina membantah tuduhan kepada keempat pemainnya yang berada di Inggris dalam dua minggu terakhir. CBF sendiri mengungkapkan bahwa apa yang terjadi bukan keputusan mereka. CBF ingin laga Brasil vs Argentina tetap dilanjutkan.
  8. Sebuah laporan muncul menyebutkan bahwa sebetulnya polisi federal datang duluan sebelum Anvisa. Setelah berdiskusi dengan Conmebol, polisi federal sepakat untuk membiarkan pertandingan berjalan, lalu menangkap empat pemain Argentina itu setelah pertandingan berakhir. Anvisa? Tetap tegas dengan tugas mereka.
  9. Anvisa dan polisi federal gagal menembus ruang ganti pemain Argentina. Tidak tahu bagaimana, pemain-pemain Argentina bisa lolos dari petugas Anvisa dan polisi federal.
  10. Satu jam sebelum tulisan ini naik, para pemain Argentina sudah meninggalkan Brasil menggunakan pesawat. Empat “buronan” berada di dalam pesawat tersebut. Pesawat tersebut dijadwalkan mendarat di Buenos Aires.

Pertandingan antara Brasil vs Argentina resmi diundur ke November 2021. Namun, tanggal pertandingan belum ditentukan. Pasalnya, pada bulan tersebut, kedua negara ini juga dijadwalkan untuk bertemu.

Pertanyaannya, gimana ya ekspresi Emi Martinez ketika nanti diwawancara oleh wartawan Argentina? Mungkin kira-kira jawabannya seperti ini:

“Ya, memang kami berempat berbohong kepada otoritas. Tapi, tahukah kamu, kenapa saya sampai ikut berbuat jahat? Ini semua karena masa-masa yang berat selama bermain untuk Arsenal. izinkan saya bercerita….”

Ketika Emi Martinez ditangkap dan diadili. Di depan hakim dia membela diri:

Hakim: “Emi Martinez, bagaimana Anda akan membela diri?”

Emi: “Begini Yang Mulia, ketika saya tidak pernah dimainkan oleh Arsenal….”

Ketika diwawancara oleh media Brasil:

“Saya kecewa otoritas sepak bola Brasil gagal mencegah ini semua terjadi. Kami semua kecewa. Bicara soal kekecewaan, apakah saya pernah bercerita bagaimana saya dikecewakan oleh Arsenal….”

Emi Martinez terlalu banyak bicara di depan media. Dia merasa paling disakiti oleh Arsenal. Padahal, dia sendiri yang meminta dijual oleh klub. Sekarang, di berbagai kesempatan, Emi hampir selalu mengungkit masalahnya dengan Arsenal.

Apakah penghentian laga Brasil vs Argentina juga menjadi salah Arsenal, Emi?

Iklan

BACA JUGA Leno vs Emi Martinez: Dilema Arteta dan Kewajiban Arsenal Mempertahankan Keduanya dan tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Terakhir diperbarui pada 6 September 2021 oleh

Tags: ArgentinaArsenalBrasilemi martinezPiala dunia
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Kegilaan Cinta Sejati di Napoli: Antara Sepak Bola dan Maradona MOJOK.CO
Esai

Menyaksikan Kegilaan Cinta Sejati di Kota Napoli: Antara Copet, Kota Bau Pesing, Sepak Bola, dan Maradona

31 Desember 2024
Elektabilitas Ganjar Pranowo merosot tajam. MOJOK.CO
Kotak Suara

Dinilai Gagalkan Piala Dunia U-20, Elektabilitas Ganjar Pranowo Dipepet Prabowo

11 April 2023
piala dunia u-20 mojok.co
Olah Raga

Jogja Gagal Dapat Limpahan Wisatawan Akibat Indonesia Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20

31 Maret 2023
piala dunia u-20 mojok.co
Olah Raga

5 Fakta Soal Batalnya Indonesia Jadi Tuan Rumah Pildun U-20, dari Alasan hingga Sanksi yang Bisa Dijatuhkan

30 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nasib selalu kalah kalau adu pencapaian untuk kejar standar sukses keluarga besar. Orientasinya karier mentereng dan gaji besar, usaha dan kerja mati-matian tidak dihargai MOJOK.CO

Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha

14 Maret 2026
Suasana Kampung Ramadan Masjid Mlinjon, Klaten. MOJOK.CO

“Jajanan Murah” yang Tak Pernah Surut Pembeli di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten

17 Maret 2026
Makanan Khas Jawa Timur Obat Rindu Kala Mudik ke Surabaya (Aly Reza/Mojok.co)

Makanan Khas Jawa Timur di Jogja yang Paling Bikin Perantau Surabaya Menderita: Kalau Nggak Niat Mending Nggak Usah Jualan, Bikin Kecewa

14 Maret 2026
Mudik Gratis dari BUMN 2026. MOJOK.CO

Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang

18 Maret 2026
Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
Evakuasi WNI saat terjadi konflik luar negeri MOJOK.CO

Saat Terjadi Konflik di Luar Negeri, Evakuasi WNI Tak Sesederhana Asal Pulang ke Negara Asal

16 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.