Arsip Artikel: Muchamad Aly Reza
1,261 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.
Kuliah di Universitas Terbuka (UT), Meski Diremehkan tapi bikin Gen Z Bersyukur karena Beri Jawaban Konkret untuk Kebutuhan
Kuliah di Universitas Terbuka (UT) menjadi pilihan yang disyukuri oleh Gen Z. Meski diremehkan tapi dapatkan jawaban konkret untuk kebutuhan.
Jakarta Kota “Pembunuh” Nurani: Orang Jatuh malah Ditekan, Lebih Ringan Beri Makan Anak Kucing ketimbang Anak Manusia yang Kelaparan
Pertama kali mengunjungi Jakarta saya langsung kapok. Jakarta adalah kota paling ideal untuk membunuh nurani kemanusiaan.
3 Kuliner Jawa yang Penemunya Harus Diucapin “Terima Kasih”: Simpel tapi Solutif, Jadi Alasan Orang Tak Mati Dulu
Ada 3 kuliner Jawa terbaik yang penemunya patut menerima ucapan terima kasih karena ciptakan makanan rakyat dan simpel. Dari pecel hingga penyetan.
Geliat Layanan Open BO “Rasa Pacar” di MiChat, Pelampiasan dan Upaya “Laki-laki Gagal” Mencari Validasi
Lalu lintas open bo di aplikasi MiChat di malam Valentine kerap padat merayap. Jadi pelampiasan melalui layanan “rasa pacar”.
Anak yang Dicap Gagal Justru Paling Tulus dan Telaten Rawat Ortu, Anak yang Katanya Sukses cuma Berisik Rebutan Warisan
Anak gagal justru paling tulus merawat ortu. Sementara anak yang katanya penuhi standar sukses malah jadi yang paling berisik soal warisan.
Lulusan SMK Ngaku Kerja Gaji 20 Juta Perbulan agar Ortu Tak Direndahkan, Tapi Masih Tak Cukup buat Ikuti Standar Sukses di Desa
Lulusan SMK mengaku kerja dapat 20 juta perbulan agar orang tua tidak terus direndahkan tetangga. Tapi ternyata masih tak cukup untuk ikuti standar sukses di desa.
Orang Miskin dan Sulit Ekonomi di Desa Justru Paling Tulus Peduli, Tapi Tak Dihargai karena Tak Bisa Bantu Materi
Orang dengan kesulitan ekonomi (kurang mampu atau miskin) di desa, justru paling tulus dalam kehidupan sehari-hari. Mirisnya, ia tidak dihargai.
Sojourn: Alunan Laut Tenang dari Kelana Swara Ambarrukmo, Beri Rasa Lega usai Menepi dari Rutinitas Melelahkan
Menepi ke perbukitan menoreh untuk meditasi dari beban kerja dan keterburu-buruan hidup. Pulang langsung enteng usai mendengar alunan tenang musik Sojourn.