Arsip Artikel: Muchamad Aly Reza
1,203 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.
Punya Skill yang Laku buat Kerja di Kota tapi Ternyata Tak Berguna di Desa, Gagal Slow Living Malah Kebingungan Nol Pemasukan
Punya hard skill yang laku buat kerja di kota tapi tidak berguna saat pulang di desa. Gagal slow living, hidup kebingungan karena nol pemasukan.
Lolos Seleksi CPNS dalam Sekali Coba, Aman Finansial tapi Hidup “Tersandera” karena Leha-leha Dapat Gaji Buta
Lolos seleksi CPNS dalam sekali coba tanpa bimbel. Setelah jadi PNS ASN malah tersandera stigma: cuma leha-leha dapa gaji buta.
Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah
Kuliah di jurusan sepi peminat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, justru jadi jalan wakili mimpi ortu karena kuliah tidak sekadar kuliah.
Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
Bangun rumah bertingkat 2 di desa karena ingin meniru sinetron. Berujung menyesal karena ternyata merepotkan.
Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu dan Tak Dibutuhkan Warga
Semakin ke sini mahasiswa mengaku muak dengan program K desa-desa. Mending fokus perbanyak magang karena jauh lebih berdampak.
Gagal Seleksi CPNS Pilih Nikmati Hidup dengan Mancing, Dicap Tak Punya Masa Depan tapi Malah Hidup Tenang
Gagal seleksi CPNS langsung memilih nikmati hidup dengan mancing. Dicap masa depan suram padahal hidup tenang.
Gagal Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat Dihina Bodoh, Malah Dapat Kerjaan “di Atas” ASN Langsung Bungkam Penghina
Gagal seleksi PPPK dan CPNS meski daftar di formasi PNS ASN sepi peminat. Dapat kerja yang benefitnya bisa bungkam saudara yang menghina.
Buka Bisnis di Desa Menggiurkan, Tapi Bukannya Slow Living Malah Dibayangi Sengsara karena Kebiasaan Warga
Tinggalkan kota untuk bisnis di desa tampak menggiurkan. Tapi malah dibayangi kesengsaraan alih-alih slow living karena kebiasaan warga.