Arsip Artikel: Aisyah Amira Wakang
802 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.
Kedunguan Kabinet Prabowo dan Cara Pandang pada Papua yang Tak Berubah
Baca tulisan ini agar kamu punya harapan di pemerintahan Prabowo-Gibran.
Berkat Pagar Nusa Saya Tak Lagi Minum Miras, Kini Saatnya Bela Korban Penusukan Santri Krapyak
Lewat tulisan ini kamu bisa baca kisah seorang pesilat dari perguruan pagar nusa yang berhenti minum miras dan ikut aksi demi membela korban penusukan santri di Krapyak.
Teror dan Kutukan Nomor Tak Dikenal pada Ketua BEM FISIP UNAIR di Balik Karangan Bunga Prabowo-Gibran
Membaca tulisan ini kamu bisa tahu mahasiswa bisa mengkritik pemerintah secara satire tapi harus tetap hati-hati dengan penguasa.
Gerombolan Pemuda Mabuk Tusuk Santri Krapyak, Hasto Minta Penjualan Miras Dibatasi
Tulisan ini mengulas komitmen Calon Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo yang ingin membatasi konsumsi miras di Yogyakarta. Dia bilang Yogyakarta sedang darurat miras karena pemudanya suka mabuk.
Sulitnya Jadi Pekerja Hotel, Menghadapi Baby Boomers yang Mesum
Pekerja hotel di Surabaya mengalami kejadian tak mengenakan yang membuatnya trauma. Candaan bapak-bapak mesum sudah tak bisa lagi ditoleransi.
Cerita Gen Z Bisa Beli Rumah di Usia 24 Tahun, Modal Jualan Parfum
Realita dari film Home Sweet Loan rupanya lebih pahit, tapi bukan tak mungkin warga kelas bawah menabung untuk membeli rumah. Salah satu gen Z ini bisa membuktikannya lewat jual parfum.
Kiat Guru Gen Z Hadapi Murid Pesimistis dan Rekan Kerja yang Kolot
Apa jadinya guru Gen Z hadapi murid-murid mereka yang juga punya sifat Gen Z? Belum lagi, mereka harus menjalin hubungan dengan sesama kerja yang boomers.
Pelamar Beasiswa Pendidikan Indonesia Kemendikbudristek Terlunta-lunta Dikhianati Hasil Seleksi
Dampak peretasan PDNS milik Kominfo pada Juli 2024 lalu masih terasa. Salah satu yang terkena imbasnya program Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) dari Kemendikbudristek. Sejumlah ribuan pelamar merasa terlunta-lunta, karena hasil seleksi yang tak transparan.