Arsip Artikel: Aisyah Amira Wakang
828 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.
Khofifah Nekat Membakar Surat Penting Gus Dur tanpa Sepengetahuan PKB
Khofifah mengungkap PKB nyaris bubar jika dia tidak nekat membakar surat penting yang ditandatangani Gus Dur. Surat apa itu?
Memanusiakan Difabel bersama Relawan PRYAKKUM dengan Mewujudkan Lingkungan yang Inklusif
Tulisan ini membantumu mengenal kebutuhan teman-teman difabel lebih jauh, sekaligus membantu mereka menyuarakan haknya.
“Gus”: Dulu Panggilan Orang yang Belum Layak Jadi Panutan, Kini Malah Jadi Status Gagah-gagahan
Tulisan ini meluruskan makna gelar “Gus” yang berbahaya jika salah dipahami, sekaligus pengingat bagi Miftah Maulana (Gus Miftah) agar tidak kelewat bangga.
Mencari Batu Nisan Sang Ibu di Tengah Proyek Tol Jogja-Bawen
Kisah seorang kakek mencari batu nisan ibunya di antara ratusan makam yang telah dibongkar akibat proyek Tol Jogja-Bawen.
Penyesalan Alumni Ilmu Komunikasi Unair, Kuliahnya Susah, Masih Sulit Cari Kerja
Masih minat kuliah di Jurusan Ilmu Komunikasi? Mahasiswa Unair ini ceritakan penyesalannya usai lulus.
NET TV Tak Ada Lagi, Kami Kehilangan Program-program yang Mendidik dan Memotivasi
Tulisan ini untuk mengenang NET TV yang kini berubah menjadi MDTV. Padahal, banyak konten yang berkualitas dan mengedukasi.
Kisah Penjual Kerajinan dan Mainan Tradisional di Malioboro, Pilih Berdagang di Depan Tempo Gelato karena Kebaikan “Bos Prancis”
Kisah pedagang Malioboro di Jogja yang lebih nyaman berjualan di depan Tempo Gelato karena satpol PP tak lagi ramah.
Mengenang PKL Srikana, Penyelamat bagi Mahasiswa Unair yang Miskin dan Ingin Bertahan Hidup di Surabaya dengan Utang
Tulisan ini berisi kerinduan dari mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya yang nongkrong di PKL Srikana, sebab suasananya sudah berbeda.