Arsip Artikel: Aisyah Amira Wakang
803 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.
Pasar Petamburan Jadi Saksi Bisu Perjuangan Saya Jualan Sejak Usia 8 Tahun demi Bertahan Hidup di Jakarta usai Orang Tua Berpisah
Cerita gen Z lulusan SMA jualan di Pasar Petamburan, Jakarta Barat sejak SD demi lulus SMA dan mencukupi kebutuhan hidup.
Memanah di Tengah Hujan, Ujian Atlet Panahan Menyiasati Alam dan Menaklukkan Gentar agar Anak Panah Terbidik di Sasaran
Butuh konsentrasi tingkat tinggi agar anak panah mencapai target di tengah hujan. Dan atlet muda dari Semarang ini mampu melakukannya.
Menyesal Kerja di Jogja dengan Gaji yang Nggak Sesuai UMP, Pilih ke Jakarta meski Kerjanya “Hectic”. Toh, Sama-sama Mahal
Daripada kerja di Jogja yang sama-sama hectic, serba mahal, dan macet-macetan, gaji di Jakarta lebih adil dan manusiawi.
Kedewasaan Bocah 11 Tahun di Arena Panahan Kudus, Pelajaran di Balik Cedera dan Senar Busur Putus
Belajar dari sikap tenang bocah usia 11 tahun yang ikut pertandingan panahan di Kudus, saat alami cedera serius karena senar busurnya putus.
Nasib Monyet Ekor Panjang yang Terancam Punah tapi Tak Ada Payung Hukum yang Melindunginya
Para aktivis mendesak pemerintah DIY untuk segera mengesahkan pelarangan perdagangan monyet. Statusnya terancam punah karena perburuan dan habitat yang hilang.
Pilu di Balik Atraksi Topeng Monyet Ekor Panjang, Hari-hari Diburu, Disiksa, hingga Terancam Punah
Kisah di balik monyet ekor panjang yang dianggap lucu saat melakukan atraksi, padahal tersiksa oleh pawang hingga terancam punah tanpa perlindungan.
Putus Asa usai Ditolak Kerja Ratusan Kali, Sampai Dihina Saudara karena Hanya Jadi Sarjana Nganggur
Tak mudah bagi Putri untuk mendapat kerja meski bergelar sarjana, hingga dihina oleh keluarga besarnya karena hanya bantu orang tua sebagai petani di kampung.
Alumnus ITB Rela Tinggalkan Gaji Puluhan Juta di Jakarta demi Buka Lapangan Kerja dan Gaungkan Isu Lingkungan
Sarjana Biologi di ITB ini rela meninggalkan gaji puluhan juta demi membangun bisnis berbasis lingkungan dan bekerjasama dengan masyarakat sekitar.