Arsip Artikel: Aisyah Amira Wakang
803 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.
Sisi Gelap Kerja di KAI dengan Upah Layak: Risiko Difitnah Penumpang hingga Terkuras Fisik dan Mental
Cerita petugas KRL yang akhirnya muak karena sehari-hari harus hadapi penumpang resek hingga lelah secara fisik.
Film “Tinggal Meninggal” Bukan Fiksi Biasa, tapi Realitas Sosial Orang Dewasa yang Caper agar Diakui di Lingkaran Pertemanan
Film “Tinggal Meninggal” bukan sekadar cerita fiksi. Realitanya hidup di sekeliling kita meski ide gila Gema merekayasa kematian jarang kita temui.
Masa Depan AI yang Terasa Menyenangkan Dimanfaatkan Juga oleh Kelompok Kriminal di Dunia
Indonesia telah menduduki peringkat pertama di dunia sebagai sumber serangan DDoS tertinggi selama satu tahun penuh. Bahaya AI mengintai.
Gereja Hati Kudus, Saksi Bisu 38 Orang Napi di Lapas Wirogunan Jogja Terima Remisi Saat Natal
Sebanyak 38 WBP Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Yogyakarta atau Lapas Wirogunan menerima remisi khusus di Hari Natal 2025.
Sempat “Ngangong” Saat Pertama Kali Nonton Olahraga Panahan, Ternyata Punya Teropong Sepenting Itu
Pengalaman pertama nonton pertandingan panahan. Sempat bingung karena tak punya teropong. Ternyata sepenting itu, bahkan untuk pelatih dan atlet.
Ironi Perayaan Hari Ibu di Tengah Bencana Aceh dan Sumatra, Perempuan Makin Terabaikan dan Tak Berdaya
“Ketika terjadi eksploitasi atas alam, kita sebenarnya sedang “memperkosa” Ibu Bumi,” ucap Ummu Salamah, pemerhati anak dan perempuan.
Regenerasi Atlet Panahan Terancam Mandek di Ajang Internasional, Legenda “3 Srikandi” Yakin Masih Ada Harapan
Nurfitriyana Saiman, legenda atlet senior panahan itu berharap momen Indonesia meraih juara di Olimpiade dapat terulang kembali.
Dianggap Aib Keluarga karena Jadi Sarjana Nganggur Selama 5 Tahun di Desa, padahal Sibuk Jadi Penulis
Lika-liku seorang penulis tinggal di desa. Di cap sarjana nganggur karena tak terlihat bekerja selama 5 tahun. Terlambat bahagiakan ayah yang sudah tiada.