Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah
Jogja mengalami sebuah ironi. Di satu sisi, ekonomi mengalami perkembangan. Namun, di sisi lain, jurang ketimpangan semakin dalam.
Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.
Jogja mengalami sebuah ironi. Di satu sisi, ekonomi mengalami perkembangan. Namun, di sisi lain, jurang ketimpangan semakin dalam.
Indonesia butuh investasi energi 1 triliun dolar AS jika mau bersaing di era AI. Masalahnya, ketidakpastian hukum jadi hambatan.
Ratusan pelajar di wilayah ini mulai dibekali keterampilan tanggap bencana secara masif. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya mitigasi...
Masih terekam jelas di ingatan bagaimana riff pembuka "Holy Wars... The Punishment Due" dari Megadeth menghajar gendang telinga saya belasan...
Sebagai "alumni" KA Airlangga, naik kereta ekskutif macam KA Taksaka itu ibarat pengkhianatan kelas. Namun, sesekali wajib dicoba juga, demi...
Guru besar UGM menyebut emboli paru sebagai "pembunuh yang senyap". Penyebabnya, penyakit ini kerap diabaikan karena dianggap tak berbahaya.
Indonesia menyandang status sebagai negara dengan rasio kasus TBC tertinggi di dunia. Stigma sosial faktor pendorong kenaikan kasus.
Sri Sultan HB X tegaskan pentingnya strategi creative financing sebagai tameng menghadapi tekanan fiskal yang kian nyata di DIY.
Margawati memilih resign sebagai guru BK, cita-cita yang lama ia dambakan. Sebab, profesi ini cuma bikin lelah mental dan "tak...
PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta
55581
[email protected]
+62-851-6282-0147
© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.