Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Terima Kasih Selebgram, Telah Menaikkan Standar Pesta Pernikahan Kami

Audian Laili oleh Audian Laili
30 Oktober 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pesta pernikahan mewah ala selebgram memang aduhai bikin pengin. Tapi kalau kita tidak mampu, apakah harus memaksakan diri untuk tetap dibikin?

Hidup yang bertumpu pada Instagram, memang nggak ada enak-enaknya. Yang ada, justru selalu merasa kehidupan kita tidak pernah cukup layak untuk dapat membuat diri kita sendiri bahagia. Pasalnya, kita akan selalu fokus untuk membuat konten dari kehidupan kita yang dapat dibanggakan di depan khalayak netizen. Ya gimana nggak gitu, lha wong yang kita jadiin sebagai standar adalah kehidupan para selebgram kita.

Hal ini juga terjadi tentang bagaimana para selebgram kita menaikkan standar sebuah pesta pernikahan. Dengan germelap pesta pernikahan yang nauzdubillah mahalnya, membuat pernikahan yang biasa-biasa saja, terihat tidak akan dibanjiri komentar dan pujian. Ya, kehidupan kita pun kemudian hanya fokus untuk mendapatkan tanda love dan banjir komentar pujian.

Apa kita ingin, jika perjalanan kehidupan kita seperti salah satu episode Black Mirror yakni Nosedive? Yang saat ini konsepnya ‘ditiru’ oleh China bahwa pada tahun 2020 mendatang akan mengukur kepribadian masyarakatnya—apakah dia sudah taat aturan atau belum—dengan menggunakan kamera tersembunyi.

Jika kita terus menerus menghamba pada tanda love, apa itu artinya, kita mau-mau saja jika penilaian digital akan menjadi senyata itu?

Oke, kembali ke sebuah pesta pernikahan. Siapa, sih, yang tidak ingin jika proses pernikahannya, dilamar dengan cincin Frank & Co, pengajian dengan konsumsi Tumpeng Mini, seserahannya dibikinin Seserahan.id, nikahannya di Balai Sarbini, wedding organizer-nya The Bride Story, kebayanya dibikinin Anne Afantie, di-makeup in sama Buba Halfian, souvenirnya Tupperware Iphone X, sepatunya dibikin dengan desain khusus—padahal kelihatan juga nggak, dihibur oleh Isyana dan Raisya, dan bulan madunya—di mana lagi kalau bukan—Maldives!

Jika kita berkiblat pada sebuah pernikahan selebgram, sepertinya printilan pesta pernikahan mereka tidak jauh-jauh dari situ, dan itu semua tidak dapat dikatakan murah. Dari dekorasi yang megah plus photo booth-nya, katering dengan bermacam jenis makanan—dari pembuka sampai pencuci mulut, baju pernikahan dari acara lamaran, pengajian, sampai hari pernikahan plus kostum para bridemaids-nya—yang sebenarnya juga nggak jelas fungsinya selain hadir untuk foto-foto aja. Eh.

Belum lagi prosesi sebelum pernikahan, dari acara lamaran yang harus mengeluarkan dana untuk dekorasi tidak ekonomis untuk foto-foto, hingga dekorasi acara pengajian yang nggak biasa. Semuanya harus tampak eyecathing atau lebih tepatnya Instagram-able.

Tentu saja, kita yang sering mengkonsumsi Instagram sebagai sumber informasi keseharian yang diandalkan, atau sekadar untuk menjadikannya hiburan, merasa bahwa pernikahan mirip-mirip selebgram ini adalah Wedding Goals banget! Sebab jika diwujudkan, bisa membahagiakan mulut seluruh kerabat dan sanak saudara.

Tapi yang kita lupa, sebagai penikmat Instagram dengan ekonomi yang biasa-biasa aja, kita tak akan mampu menyelenggarakan pernikahan seperti mereka—kecuali tanpa kita ketahui, ternyata si calon adalah anak kandung salah seorang crazy rich.

Hal lain yang jangan kita lupa, kebanyakan para selebgram ini dapat menyelenggarakan pesta pernikahan megah tersebut selain memang penghasilannya gede, mereka juga di-endorse oleh berbagai printilan produk dan jasa pernikahan.Yang ternyata, endorse-nya berhasil, buktinya kita jadi pengin.

Apa? Kemudian kita mengharapkan untuk di-endorse seperti mereka? Haha, sudahlah, Sayang. Jangan membuat dirimu mengemis-ngemis seperti itu, dengan jumlah followers yang cuman segitu. Lebih baik, syukuri saja kemampuan diri sendiri. Tidak perlu memiliki keinginan yang berlebih dan terlalu muluk-muluk.

Kalau memang cukup mengadakan pesta di pelataran rumah, ya tidak perlu di gedung. Kalau memang baju pengantinnya cukup dengan sewa saja, ya nggak perlu bikin padahal setelah itu nggak dipakai lagi. Kalau ternyata punya saudara yang bisa make-up, ya minta bantuan make-up blio aja. Kalau ternyata punya tetangga yang bisa masak, ya minta tolong mereka saja. Hitung-hitung sambil membantu usaha orang dekat kita juga. Toh kalau dengan orang dekat, diskon pun tentu kita dapat tanpa perlu diminta.

Apa? Kamu masih kekeuh pengin seperti mereka dengan berhutang? Begini, Sayang, kalau kamu memang tidak berhasil mendapatkan sponsor dari endorse, sudahlah. Jangan juga terpaksa berhutang dengan jumlah yang gila-gilaan. Apalagi kalau belum yakin-yakin amat apakah bisa bayar, dan penginnya bertumpu pada sumbangan—yang jumlahnya tak tentu—dari para tamu undangan.

Iklan

Ingat kan, Sayang? Masih ada kehidupan panjang setelah pernikahan? Kamu masih butuh biaya yang tidak sedikit untuk tempat tinggal ataupun biaya melahirkan. Jangan sampai, pesta yang hanya sehari itu, biayanya harus kamu tanggung bertahun-tahun ke depan. Iya saya paham, itu memang momen sekali seumur hidup. Namun, jangan sampai juga kamu sesali seumur hidup.

Janganlah kamu memiliki pesta pernikahan yang megahnya Subhanallah. Saking megahnya, foto-fotonya sampai di-respost berbagai akun-akun pernikahan, diberitakan di beberapa website dan koran, tetapi setelah itu, kamu harus ngontrak dan hidup irit untuk nutupin hutang di bank.

Sayang, mewah atau nggaknya sebuah pesta pernikahan, itu tidak akan menjadi patokan kehidupan rumah tangga kalian akan langgeng selamanya. Sudahlah, tak perlu terjebak dalam kehidupan Instagram yang semu itu.

Salam hangat dari saya yang belum pernah menggelar pesta pernikahan.

Terakhir diperbarui pada 23 Februari 2019 oleh

Tags: Instagrampesta mewahpesta pernikahanselebgram
Audian Laili

Audian Laili

Redaktur Terminal Mojok.

Artikel Terkait

Lula Lahfah Beri Pelajaran Penting tentang Kabar Duka: Saat Kematian Tak Dibiarkan Hening MOJOK.CO
Esai

Lula Lahfah Beri Pelajaran Penting tentang Kabar Duka: Saat Kematian Tak Dibiarkan Hening

28 Januari 2026
2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup MOJOK.CO
Ragam

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026
Cara Termudah Menghapus Akun Instagram Secara Permanen MOJOK.CO
Kilas

Cara Termudah Menghapus Akun Instagram Secara Permanen

20 September 2023
survei revou untuk instagram dan tiktok ugm mojok.co
Pendidikan

Survei RevoU: Instagram dan TikTok UGM Paling Populer dari 15 Kampus Teratas

10 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

bencana.MOJOK.CO

Mitos dan Pamali adalah Sains Tingkat Tinggi yang Dikemas dalam Kearifan Lokal, Bisa Menjadi Peringatan Dini Bencana

4 Februari 2026
blok m jakarta selatan.mojok.co

Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign

5 Februari 2026
Pinjol Jerat Gen Z Fomo tanpa Cuan, Apalagi Tabungan MOJOK.CO

Fakta Indonesia Hari ini: Sisi Gelap Gen Z Tanpa Cuan yang Berani Utang Sampai Ratusan Juta dan Tips Lepas dari Jerat Pinjol Laknat

3 Februari 2026
Krian Sidoarjo dicap bobrok, padahal nyaman ditinggali karena banyak industri serap kerja dan biaya hidup yang masuk akal MOJOK.CO

Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

5 Februari 2026
Mahasiswa Muslim Kuliah di UKSW Salatiga: Kampus Kristen yang Nggak Perlu Ngomongin Toleransi MOJOK.CO

Mahasiswa Muslim Kuliah di UKSW Salatiga: Kampus Kristen Kok Nggak Ngomongin Toleransi

2 Februari 2026
Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumatera Selatan menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun ke-42 sebagai momentum strategis untuk memperkuat ekosistem pendidikan yang inklusif dan kolaboratif MOJOK.CO

BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan

7 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.