Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Komen Versus

Anak FB, Twitter, IG, dan LINE: Mana yang Paling Sok Inggris?

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
1 Februari 2018
A A
Keminggris-di-Medsos-MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

[MOJOK.CO] “Apakah bahasa Inggris telah menjadi keharusan di akun media sosial kita?”

Dalam suatu sesi wawancara dengan Anang Batas, saya pernah balik ditanya oleh Mas Anang, “Mbak, dulu kuliah apa?”

“Pendidikan Bahasa Inggris, Mas.”

“Loh, belajar bahasa Inggris kok kerja di Mojok.co (baca: mojok dot co)? Kan itu bahasa Indonesia?”

Belum sempat saya jawab, Mas Anang sudah menambahkan, “Oh iya, dot co-nya kan bahasa Inggris, ya.”

Saya ngakak.

Pertanyaan (dan jawaban) dari Mas Anang itu nyatanya sukses bikin saya berpikir keras. Lulusan-lulusan Pendidikan Bahasa Inggris dan Sastra Inggris memang tyda melulu bekerja jadi guru bahasa Inggris atau penerjemah; ada pula yang bekerja di bidang yang tidak menyentuh bahasa Inggris sama sekali.

Di lain sisi, orang-orang tampaknya tetap menganggap bahasa Inggris adalah sesuatu yang seksi. Pemberian nama, cara bicara, sampai tulisan-tulisan dalam media sosial, semua dilakukan dengan bahasa Inggris.

Bahkan, contoh paling sederhananya saja bisa kita lihat di pinggir jalan, misalnya sayur soap.

Ya, fenomena penggunaan bahasa Inggris yang meningkat ini ternyata tidaklah diimbangi dengan keakuratan. Alhasil, bahasa Inggris pun disulap menjadi versi Indonesia, atau dikenal pula dengan istilah keminggris.

Bicara soal bahasa Inggris, rasanya wajar jika kita mengingat cuitan Karni Ilyas, presenter acara Indonesia Lawyer Club sekaligus tokoh jurnalistik Indonesia. Jumat (26/1/2018), Karni Ilyas merespons sebuah twit mengenai banner bertuliskan informasi Jembatan Ampera yang ditujukan sebagai promosi Asean Games. Selain kesalahan penulisan nama lokasi (tertulis Sulawesi, seharusnya Sumatra), penggunaan bahasa Inggris menjadi sorotan Karni Ilyas.

Kita memang aneh. Banyak peringatan, petunjuk, bahkan peringatan di tempat umum pakai bahasa Inggeris. Apakah semua rakyat kita sudah mampu berbahasa asing? Bahasa Indonesia saja belum. Belajarlah ke Jepang, Korea atau China yg bangga dg bahasa ibunya. https://t.co/1GcuV6Egsv

— Karni ilyas (@karniilyas) January 25, 2018

Sesungguhnya cuitan ini benar-benar menarik sekaligus menampar generasi muda di Indonesia, khususnya dalam bermedia sosial (dan menampar Karni Ilyas sendiri karena langsung disamber netizen yang bilang, “Pak, kenapa tvOne, bukan tvSatu?”). Nyatanya, status-status dan caption kita banyak tertulis dalam bahasa Inggris. Terlepas dari sudah benar atau belum tata bahasanya.

Iklan

Kali ini Mojok Institute ingin me-review level keminggris pengguna masing-masing media sosial. Yang ingin kami jawab ialah, dari semua platform media sosial populer, mana sih yang penggunanya paling sok Inggris?

Anak Facebook

Anak Facebook adalah anak yang selalu ditanya “Apa yang Anda pikirkan?” setiap kali berhasil log in. Beberapa anak Facebook bahkan ditanya “What’s on your mind?” karena telah mengubah bahasa utama di akunnya.

Tak heran, pengguna setia Facebook langsung terdorong untuk bercerita spontan tentang hal-hal yang ia alami sehari-hari. Demi memenuhi standar status yang lebih berkelas, mereka pun memasukkan istilah-istilah bahasa Inggris dalam susunan kata-katanya. Bahkan konon, istilah “kids jaman now” muncul dari salah satu akun Facebook palsu Seto Mulyadi.

Miris, istilah-istilah yang mereka tulis terkadang malah bermakna kata lain yang sama sekali berbeda… dan jadi kocak, seperti:

Happy new york 2018 bersamamu.

Beraninya sindir gombal di belakang tapi pas fast to fast dia malah bungkam.

Sudah lelah jadi manusia, aku ingin berubah jadi human.

Level keminggris: 4/5

Anak Instagram

Sebagai media sosial favorit anak-anak generasi terkini, Instagram menjadi media yang tepat bagi penggunanya untuk bercerita melalui caption.

Tidak hanya berupa istilah-istilah bahasa Inggris yang sepotong-sepotong (dan salah ketik), anak Instagram sudah selangkah lebih jauh karena berhasil menuliskan caption berupa kalimat utuh, walaupun beberapa dari mereka memulainya tanpa huruf kapital dan tidak mengakhirinya dengan tanda titik. Inspirasi berbahasa Inggris di Instagram cukup beragam, mulai dari @AgnezMo sampai @skinnyfabs.

Tapi, sungguh. Kesempurnaan adalah milik Allah Swt. Meski jauh lebih baik (dan kadang memang sudah minim kesalahan), kalimat-kalimat bahasa Inggris itu terkadang tetap mengandung banyak grammar mistakes yang mengundang gemas, tapi nga tega pengen langsung ngoreksi di kolom komen 🙁

What’s u doing?

Still shoot… Wait for as.

I sorry for make you sad, Baby.

Level keminggris: 3/5 (usaha keras pengguna untuk membuat kalimat utuh tentu perlu diacungi jempol~)

Anak Twitter

Twitter adalah media sosial paling menantang bagi para penulis-penulis dadakan. Tyda seperti Facebook dan Instagram, Twitter memiliki batas karakter 280, setelah sebelumnya hanya 140 karakter saja.

Artinya, para pengguna Twitter yang ingin berbahasa Inggris pastilah harus pandai-pandai menulisnya dengan rapi. Meski tidak selalu, tapi umumnya bahasa Inggris di Twitter digunakan oleh mereka yang hobinya reply-reply-an berbau debat. Hehe~

Akibatnya, beberapa kata bahasa Inggris pun disingkat-singkat sesuka hati, lalu dipakaikan kata-kata yang, kalau bisa sih, tidak terlalu familier bagi banyak orang agar terkesan eksklusif, seru, asyik, dan superwow.

wht can i even say omds dis coconut guy is the lov of ma lyfe

u little shit cause me so much heartache

b4 u ask yes i’m in luv

Level keminggris: 4/5

Anak LINE

Selain sebagai media yang mendukung percakapan beserta sticker, LINE ternyata juga digunakan beberapa orang untuk mencurahkan perasaannya diam-diam.

Sedikit berbeda dengan platform lainnya, anak LINE biasanya punya tema khusus untuk keperluan update, yaitu: perasaan galau dan sedih.

Maka, penggunaan bahasa Inggris yang akrab bagi anak-anak LINE kebanyakan adalah yang berbau perasaan-perasaan sendu, semangat yang hilang, cinta yang patah, dan rindu tersembunyi. Karena LINE bersifat lebih mobile, tulisan-tulisan berbahasa Inggris di sana pun umumnya bukan tulisan sendiri, melainkan hanya berupa hasil share dari kutipan-kutipan yang wira-wiri di timeline.

Don’t be afraid to challenge yourself, just enjoy the process.

If it doesn’t open, it’s not your door.

Allah knows what is best for you.

Level keminggris: 1/5 (karena lebih milih nge-share kutipan asli, biar aman~)

Hmm hmm~

Kira-kira penilaiannya perlu direvisi nga neeeh? Kalau nga, yang paling keminggris ya berarti… xixixi~

 

Terakhir diperbarui pada 1 Februari 2018 oleh

Tags: bahasa inggrisFacebookgaulInstagramkeminggrisKids Jaman NowLinemedia sosialsok inggrisstatustwitter
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

2016, Tahun Terakhir Gen Z dan Milenial Merasa Berjaya. MOJOK.CO
Ragam

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026
Gawai adalah Candu: Cerita Mereka yang Mengalami Brain Rot karena Terlalu Banyak Menonton Konten TikTok.MOJOK.CO
Mendalam

Gawai adalah Candu: Cerita Mereka yang Mengalami Pembusukan Otak karena Terlalu Banyak Menonton Konten TikTok

3 Juli 2025
Belajar Bahasa Inggris Cocok untuk Atlet Brain Rot kayak Kamu MOJOK.CO
Esai

Belajar Bahasa Inggris Adalah Tahap Awal untuk Memanusiakan Diri bagi Atlet Brain Rot seperti Saya

10 Juni 2025
Kosakata Bahasa Indonesia Tidak Miskin, Bahasa Inggris Perampok MOJOK.CO
Esai

Bahasa Indonesia Miskin Kosakata Adalah Pandangan yang Terlalu Jauh di Tengah Pemujaan Bahasa Inggris yang “Merampok” Bahasa Lain

7 April 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gotong royong atasi tumpukan sampah Kota Semarang MOJOK.CO

Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

16 Januari 2026
Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa. MOJOK.CO

Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan Kuliah S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa

12 Januari 2026
Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital: Harga RAM Makin Nggak Ngotak MOJOK.CO

Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal

16 Januari 2026
Saya Memutuskan Kuliah di Jogja Bukan Hanya untuk Cari Ilmu, tapi Juga Lari dari Rumah

Saya Memutuskan Kuliah di Jogja Bukan Hanya untuk Cari Ilmu, tapi Juga Lari dari Rumah

12 Januari 2026
2016, Tahun Terakhir Gen Z dan Milenial Merasa Berjaya. MOJOK.CO

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026
Jombang itu kota serba nanggung MOJOK.CO

Jombang Kota Serba Nanggung yang Bikin Perantau Bingung: Menggoda karena Tenteram, Tapi Terlalu Seret buat Hidup

12 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.