Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Pencurian Data Kependudukan Dilakukan dengan Cara-cara Ini

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
2 Agustus 2019
A A
pencurian data
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Heboh-heboh soal jual beli data NIK dan KK seolah nggak ada habisnya. Daripada cuma ketakutan, mending kamu mulai waspada deh dari sekarang.

Akun Twitter @hendralm yang kemarin berperkara dengan Kementerian Dalam Negeri setelah ia membagikan info adanya jual beli data kependudukan di media sosial kembali mencuit. Jumat ini (2/8), Hendra membuat thread yang menjelaskan bahwa data kependudukan yang dijual-belikan tempo hari bukan didapat dari database pemerintah.

Thread-nya membuat kita tahu, ada pihak-pihak tertentu yang punya cara-cara jahat dan mengerikan untuk merampas data kependudukan pribadi kita. 

Menurut keterangan @hendralm, perampokan untuk jual beli data NIK dan KK berangkat dari SMS acak yang isinya penawaran bantuan pinjaman utang. Ini patut kita waspadai, khususnya bagi kita-kita yang sobat misqueen dan hobi pinjam uang.

Plis banget, ingat ini baik-baik: Nggak usahlah kamu kepincut sama copywriting-nya SMS acak ini lalu kirim WhatsApp ke nomor yang disediakan.

Kenapa? Karena, kalau kamu melakukan itu, kamu hanya akan masuk ke lubang buaya. Kamu akan dimintai mengisi data lengkap, termasuk nomor KTP, nomor KK, bahkan foto KTP dan KK, hingga diminta selfie sambil megang KTP.

Cara kedua datang dengan langkah yang lebih modern dan harus diwaspadai oleh kamu yang sekarang jadi penjual di marketplace. Dengan dalih pura-pura takut ditipu, si calon pembeli ini akan mengajakmu bertukar kirim foto KTP. Selagi kamu mengirim foto KTP aslimu, bisa saja dia kirim foto KTP punya orang lain—korban dari jual beli data NIK dan KK sebelumnya!

Cara-cara lainnya termasuk berpura-pura menjadi penyedia lapangan kerja yang meminta kita mengisi data lengkap melalui Google Form. Waspadai pula aplikasi bernama Cek KTP-ku. Apabila kamu ketemu petugas keliling yang sedang mengumpulkan nama, nomor, dan foto KTP plus selfie kamu bersama KTP, sebaiknya pastikan kepentingannya jelas.

Temen-temen semua, data-data yang diperjual belikan di Thread saya ini bukan dari pemerintah, banyak yang DM dan mention ke saya memberi tau saya cara para oknum ini mendapatkan data-data tersebut.https://t.co/laEGCSSRBq

— Samuel Christian (@samuelchrstnn) August 2, 2019

 

Jual beli data NIK dan KK ini mungkin membuatmu sangsi: Untuk apa orang repot-repot melakukan hal di atas demi nomor kependudukan milik orang lain?

Duh, Sayangku, plis deh. Di dunia ini, ada banyak jenis orang yang akan kamu temui. Salah satu di antara mereka adalah orang-orang yang dengan anehnya bakal memakai nama dan nomor KTP-mu untuk hal-hal apa saja, mulai dari registrasi SIM Card hingga ikutan pinjaman online. 

Bayangin deh, sebel nggak sih kalau kamu lagi hidup tenang hari ini, tapi di kota sebelah ada orang lain meminjam uang berjuta-juta rupiah atas nama dan nomor KTP-mu, berkat hasil jual beli data NIK tadi?

Maksud saya, kehilangan data NIK dan KK ini mengerikan, loh.

Iklan

Iya, iya—ini bahkan jauh lebih mengerikan daripada kehilang seseorang yang jelas-jelas nggak menghargai kamu sama sekali. Percaya deh sama saya.

Terakhir diperbarui pada 24 September 2025 oleh

Tags: Cek KTP-kufoto KTPjual beli data NIKKKSMS pinjaman
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Watermark KTP, Solusi Baru Memerangi Pinjol Laknat! MOJOK.CO
Konter

Watermark KTP, Solusi Baru Memerangi Pinjol Laknat!

12 Oktober 2021
ilustrasi Dugaan Penelantaran Orang Tua ke Panti Jompo Memang Perlu DIlihat dari Dua Sisi mojok.co
Pojokan

Begini Cara Mencoret Anak Durhaka dari Kartu Keluarga, Meski Kenyataannya Sulit Terjadi

7 Agustus 2021
Data kependudukan KK dan NIK dijual MOJOK.CO
Pojokan

Whistle Blower Kasus Jual Beli KK dan NIK Malah Dilaporkan ke Polisi

31 Juli 2019
serangan siber mojok.co
Kilas

Data Kependudukan Diakses Swasta, Nomor NIK/KK Diperjualbelikan: Kita Ini Aman Nggak, Sih?

27 Juli 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Dosa Indomaret yang Bikin Kecewa karena Terpaksa (Unsplash)

3 Dosa Indomaret yang Membuat Pembeli Kecewa tapi Bisa Memakluminya karena Keadaan lalu Memaafkan

21 Februari 2026
lulusan LPDP, susah cari kerja.MOJOK.CO

Curhatan Alumni LPDP yang Merasa “Downgrade” Ketika Balik ke Indonesia, Susah Cari Kerja Hingga Banting Setir demi Bertahan Hidup

23 Februari 2026
Perbandingan pengguna iPhone vs Android (Infinix dan Samsung)

8 Tahun Pakai iPhone, Ternyata Saya Dibutakan Gengsi padahal Android Lebih Praktis dan Nyaman

25 Februari 2026
Mekanisme beasiswa LPDP untuk kuliah di luar negeri masih silang sengkarut, awardee cemas jadi "WNI" MOJOK.CO

Mekanisme dalam Beasiswa LPDP (Masih) Silang Sengkarut: Awardee Cemas Jadi WNI, Negara Punya PR yang Harus Diberesi

23 Februari 2026
Tes Kompetensi Akademik, TKA, Stres, orang tua.MOJOK.CO

3 Cara Sukses Hadapi TKA Tanpa Banyak Drama, Orang Tua Wajib Tahu Biar Anak Nggak Stres

25 Februari 2026
Pertama kali merantau ke Jogja: kerja palugada di coffee shop dengan gaji Rp10 ribu MOJOK.CO

Pertama Kali Merantau ke Jogja: Kerja di Coffee Shop 12 Jam Gaji Rp10 Ribu Perhari, Capek tapi Tolak Pulang karena Gengsi

24 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.