• 89
    Shares

MOJOK.CO Merenungi kisah Mandra dan Munaroh yang tidak happy ending.

Di tahun 2018, serial Si Doel Anak Betawi yang dulu melambung dikabarkan akan diangkat ke layar lebar. Yha, seperti halnya Keluarga Cemara yang akan menjadi sebuah film, Si Doel the Movie pun sedang dalam masa penggarapan.

Bicara soal si Doel pasti tida melulu soal cinta segitiga si insinyur Betawi ini dengan dua wanita cantik bernama Sarah dan Zaenab. Tak kalah bombastisnya, tokoh bernama Mandra yang merupakan pamannya si Doel turut menyumbang masalah cinta di sini~

Yak, Anda benaaaar, tulisan kali akan membahas Mandra dan Munaroh!!!

Cerita cinta yang sederhana diabadikan dalam serial? Tentu, kisah mereka inilah jawabannya. Mandra yang asli Betawi jatuh cinta pada Munaroh yang masih merupakan teman dari Zaenab. Cintanya bersambut karena Munaroh juga balik mencintai Mandra.

Sebagaimana kisah cinta pada umumnya, berniatlah Mandra melamar Munaroh. Tujuannya? Tak lain dan tak bukan, ia tentu ingin memperistri Munaroh. Sungguh, cintalah yang melingkupi keinginannya.

Tuh, gaes, ingat: menikah bukan hanya untuk menghindari pertanyaan, “Kapan kawin?”

Maka bicaralah Mandra pada ayahnya, Kong Ali. Mengutarakan niatnya, Mandra meminta Kong Ali membiayai pernikahannya. Keinginan Mandra ini akhirnya disetujui. Alhamdulillah!

Sialnya, kegembiraan Mandra direbut paksa. Menjelang acara lamaran Mandra dan Munaroh, Kong Ali yang sudah tua tapi masih hobi menggoda wanita ini tahu-tahu bermaksud melamar Nyak Rodiyah, seorang janda. Yhaaa, kamu tidak salah baca: Mandra tidak jadi melamar karena ayahnya sendiri melamar wanita lain!!!!!111!!!!1!!

Baca juga:  Cinta yang Putus dan Alasan Ogah Move On

Apa-apaan ini??? Siapa sebenarnya Kong Ali??? Apa hubungannya dengan Ali de Praxis???? Kenapa yang namanya Ali ini juga berkutat di masalah-masalah cinta???

Berkat kejadian itu, Mandra dianggap sebagai pembohong dan tidak tepat janji. Orang tua Munaroh marah-marah. Keadaan berubah rumit. Sepertinya, kisah cinta Mandra dan Munaroh harus berakhir.

Tapi, karena tulisan ini masih 290-an kata, tentu kisah Mandra dan Munaroh masih berlanjut.

Setelah peristiwa tadi, Mandra masih menjalin cinta dengan Munaroh.  Karena orang tua Munaroh sudah kepalang kesal dan tidak merestui, mereka pun memadu cinta diam-diam, alias backstreet. Cerita bertambah ruwet ketika tahu-tahu Munaroh akan dinikahkan dengan pria bernama Cecep.

Panik dan tyda ingin menikah dengan Cecep, Munaroh kabur—tentu dengan ditemani Mandra. Sampai sini saja bisa kita lihat betapa besarnya cinta Mandra pada Munaroh, begitu juga sebaliknya.

Kalau Munaroh nga secinta itu sama Mandra, ngapain doski repot-repot backstreet sama Mandra? Ngapain juga Mandra rela dipenjara kalau bukan gara-gara ikutan kabur demi bisa menemani Munaroh? Apalagi, adegan Mandra memainkan gitar asal-asalan sambil berdendang, “Munaroohh… Yee yeeeyee…,” juga menjadi iconic hingga hari ini.

Benarlah bahwa lama-kelamaan kisah perjuangan mereka bagaikan Romeo dan Juliet yang asli Betawi. Gimane? ‘Tul kagak?

Kisah mencapai klimaksnya pada sebuah surat lain dari Munaroh. Episode ini konon menjadi salah satu episode yang sukses menorehkan duka para penggemarnya karena tangisan Mandra yang melankolis. Di sebuah surat, Munaroh menuliskan:

Baca juga:  Aku Kelaparan dan Seorang Laki-Laki Membawakanku Mi Ayam Paling Enak di Dunia

“Kepada Bang Mandra tercinta,

Munaroh nulis surat ini sambil nangis. Maafin Munaroh ye Bang. Munaroh terpaksa ninggalin abang soalnya Munaroh dipaksa nikah sama Cecep.”

JUEEDEEEERRR!!!!!

Mandra sedih bukan main. Bukan karena isinya, tapi karena Mandra nga bisa membaca. Hehehe. Untung, dibantulah si Mandra ini oleh Zaenab. Karena kali ini Mandra baru tahu isi suratnya, mari kita ulang kembali:

JUEEDEEEERRR!!!!!

Seperti guntur yang membelah bumi, atau tangan yang ditabokkan ke paha keras-keras, atau bau durian yang menusuk sampai bikin pusing, hati Mandra langsung tercabik-cabik. Sontak, ia menangis dan meracau, “Katanya lu janji sama gue sehidup semati! Mana janji lu sama gua?!”

Begitulah pemirsa. Cerita cinta Mandra dan Munaroh, saat itu, mendadak runtuh berantakan.

Dari kisah Mandra, bisa kita lihat bahwa memang benarlah kata pepatah: kalau jodoh, tak akan ke mana, tapi kalau tidak jodoh ya bakal ke mana-mana…

Eh, gimana? Kamu familier dengan kondisi ini juga? 🙁

Anyway, entah apa yang terjadi pada Mandra sekarang, padahal Munaroh mulai muncul kembali di layar pertelevisian hingga 2015 lalu. Lagi-lagi, kehadirannya diiringi sebuah lagu. Bukan lagi dari Mandra, lagu tadi berbunyi:

“Munarooooh, Bang Ocid datang. Prepet prepet prepeeet~”

#plak