Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Menebak-nebak Faedah Filter Snapchat Gender Swap yang Lebih Mirip Aplikasi Akhir Zaman

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
14 Mei 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO– Keseruan mencoba filter Snapchat terbaru menyisakan pertanyaan: ini manfaatnya apaan, dah, kayak beginian? Jangan-jangan ini tanda-tanda akhir zaman???

Seolah-olah nggak merasa puas pada pencapaian filter face swap yang fenomenal, Snapchat baru saja meluncurkan filter terbarunya, yang akhirnya membuat saya kembali meng-install aplikasi ini saking penasarannya. Lah mau gimana coba: di lini masa, mendadak ramai foto-foto perempuan dengan filter laki-laki, dan sebaliknya, tentu dengan hasil yang—harus diakui—cukup mengagumkan.

Iklan

Bagi kamu-kamu yang belum tahu—siapa tahu kamu terlalu sibuk ngikutin berita politik atau masalah perseteruannya Tati Westbrook dan James Charles—filter Snapchat yang baru ini bernama gender swap. Secara sederhana, ia bakal mem-perempuan-kan wajah laki-lakimu dan me-laki-laki-kan wajah perempuanmu.

Ah, mana mungkin? Mentok-mentok juga paling kayak filter Instagram Story yang cuma nambahin efek bulu mata!

Tadinya saya pikir begitu, sampai suatu hari saya menemukan twit ini.

https://twitter.com/Azabkuburpedih/status/1126275396549234690

Saya melongo. Buset, kalau saya nggak tahu ia sedang bicara soal filter Snapchat, mungkin saya bekal mengira dirinya adalah mbak-mbak eksis yang biasa ditemui di media sosial, yang followers-nya sampai puluhan ribu!

Ta-tapi, sebenarnya, apa tujuan filter Snapchat gender swap ini, coba??? Apakah dengan mempercantik atau menggantengkan wajah, kita bakal merasakan benefit yang luar biasa dalam hidup yang fana dan menyedihkan ini??? Hmm???

Saya nggak tahu, sih, tapi kalau saya tebak, filter ini bisa dimanfaatkan para pekerja seni dalam media sosial.

Bapak saya, semasa muda, adalah aktor drama di panggung kecil-kecilan dan sering mendapat peran sebagai seorang perempuan. Saya jadi mikir, kalau dulu udah ada Snapchat, agar Bapak dan teman-temannya nggak capek harus make up, bisa kali, ya, mereka tampil pakai live streaming, dibantu filter Snapchat yang gender swap ini?

Nggak cuma laki-laki yang sukses “jadi perempuan”, hal sebaliknya juga berlaku. Saya terkekeh-kekeh menemukan twit ini.

Ive never seen the new #snapchatfilter face filter used so greatly. ⁦@lizzybagdasarr⁩ pic.twitter.com/a4cTZTQeVN

— DanielBagdasar (@DBagdasar) May 13, 2019

Twit terakhir ini mengingatkan saya kembali pada seorang pekerja seni, tapi bukan bapak saya, melainkan Hudson Prananjaya, atau lebih sering dikenal dengan nama Hudson IMB (Indonesia Mencari Bakat). Lagi-lagi, di era digital seperti sekarang ini, daripada harus repot-repot dandan dengan dua karakter wajah, jelas Hudson bakal diuntungkan dengan filter ini untuk membuat video di media sosial. Mantap!

Terus, apakah filter ini hanya mentok untuk orang-orang seperti Bapak dan Hudson saja?

Tentu saja, jawaban dari pertanyaan di atas adalah wallahualam karena sejujurnya hanya Allah yang tahu segala yang diniatkan makhluk di muka bumi ini. Tapi, sebelum tulisan ini jadi tulisan di rubrik Khotbah, lebih baik saya segera menunjukkan foto lainnya hasil filter Snapchat di atas.

Dan ini, jelas-jelas, membuat saya melongo lebih lebar dan lama…

https://twitter.com/MohimenMahbuba/status/1127391568980320256

…juga yang ini.

Iklan

https://twitter.com/MoshWithTyler/status/1127668016857079808

Beberapa pria mencoba membuat akun Tinder sebagai seorang perempuan, menggunakan foto yang didapat dari Snapchat. Mereka harus mengakui keterkejutan mereka atas reaksi para lelaki yang ditemui di sana—penuh sapaan, rayuan, hingga tawaran untuk pergi ke luar negeri.

Meski harus diakui juga bahwa mereka-mereka ini niat banget sampai nge-swipe kanan hampir semua profil laki-laki yang mereka temui agar biasa bertukar pesan, setidaknya filter gender swap telah membantu menyampaikan satu hal penting:

…bahwa perempuan terkadang mendapatkan pesan yang cukup—katakanlah—annoying dari beberapa pria asing.

Maksud saya, kita tuh harus membalas apa, sih, kalau isi chat-nya cuma “Halo” atau “Hi….” atau “Salken”??? Lebih menyebalkan lagi, chat yang nyerempet-nyerempet juga ada-ada saja, misalnya: “Aku lagi selonjoran, nih, di kasur. Kamu udah di kasur juga belum? Pakai baju apa?”

Duh, Mas, please.

Perkara filter Snapchat gender swap memang bukan perkara yang heboh-heboh amat di kancah nasional, seperti soal kemungkinan Puan Maharani menjadi Ketua DPR RI atau Anies Baswedan yang hingga sekarang masih belum mendapat partner berupa Wakil Gubernur DKI Jakarta. Namun, sepertinya, ada satu hal penting yang patut membuat kita harus memperhatikan Snapchat lebih dalam lagi.

Ya gimana nggak: kita ini, kan, nggak boleh menyerupai laki-laki kalau kita perempuan, dan nggak boleh menyerupai perempuan kalau kita laki-laki. Lupa, ya?!

Jadi, jangan-jangan, Snapchat dan filternya ini sesungguhnya dirilis untuk menguji keimanan kita, sekaligus menjadi aplikasi akhir zaman yang harus diwaspadai??? Hmm???

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2021 oleh

Tags: akhir zamanfilter Snapchatgender swapHudson IMBmenyerupai laki-lakiTinder
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

LinkedIn Swindler Bakal Nangis Darah! Personal Branding Pasti Hancur dan Kamu Dibenci HRD Sedunia MOJOK.CO

LinkedIn Swindler Bakal Nangis Darah! Personal Branding Pasti Hancur dan Kamu Dibenci HRD Sedunia

10 Agustus 2022
ilustrasi Ada Anggapan bahwa di Aplikasi Kencan, Cowok Bule Lebih Sopan ketimbang Cowok Lokal mojok.co

Ada Anggapan bahwa di Aplikasi Kencan, Cowok Bule Lebih Sopan ketimbang Cowok Lokal

21 Agustus 2021
Niatnya Mau Menghindari Fitnah Dajjal, tapi Sama Hoaks Langsung Percaya

Niatnya Mau Menghindari Fitnah Dajjal, tapi Sama Hoaks Langsung Percaya

16 Juli 2021
Fakboy biasa menggunakan dating app untuk mencari korbannya. Alexander Sinn

Membaca Modus Fakboy dan yang Berharap Jodoh di Dating Apps

21 April 2021
Ghosting, menyebabkan perih korbannya dan kepuasan pelakunya. lIustrasi Photo by Priscilla Du Preez on unsplash

Ghosting: Antara Perih Korban dan Kepuasan Pelakunya

16 April 2021
Kalau Kiamat Hari Jumat, Wilayah yang Saat Itu Masih Kamis Gimana?

Kalau Kiamat Hari Jumat, Wilayah yang Saat Itu Masih Kamis Gimana?

15 September 2020
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Universitas Terbuka (UT).MOJOK.CO

Kuliah di UT Dikira Bikin Kehilangan Relasi, Mahasiswanya Malah Bisa Membangun Jejaring sampai Luar Negeri 

27 Agustus 2026
Gus Yahya dalam sambutan pembukaan Muktamar ke-35 NU: Nahdlatul Ulama harus bersinergi dengan pemerintah untuk kemaslahatan rakyat MOJOK.CO

Gus Yahya: NU Tidak Punya Jalan Lain Selain Kerja Sama dengan Pemerintah jika Ingin Hadirkan Manfaat Nyata

27 Agustus 2026
Kemiskinan Struktural di Balik Riuh Operasi Pesta Copet.MOJOK.CO

Kemiskinan Struktural di Balik Riuh Operasi Pesta Copet

25 Agustus 2026
4 tradisi hajatan di Rembang (bancaan) yang terdengar asing bagi orang daerah lain MOJOK.CO

4 Tradisi Hajatan di Rembang yang Bikin Heran Orang Daerah Lain: Terkesan Ada-ada Saja, Terlalu Detail ke Banyak Urusan

27 Agustus 2026
Perempuan pakai tas cantel di Kota Medan dicap centil karena tingkat kriminalitas yang tinggi. MOJOK.CO

Saya Bersaksi Kota Medan Tak Ramah Perempuan: Pakai Tas Centel Lebih “Hina” dibanding Pelaku Kriminal

27 Agustus 2026
Kiprah dosen pembimbing mahasiswa KKN UGM di Sangurejo. MOJOK.CO

Dulu Dicap Kampung Kumuh, Kini Produk Kulit Salak Kampung Sangurejo Sampai Belanda

21 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.