Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Maaf, Sekadar Mengingatkan: Dampak Positif Instagram Juga Ada!

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
11 Desember 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Banyak orang membenci Instagram karena penuh kepalsuan. Duh mohon maaf, sekadar mengingatkan, nih, tapi dampak positif Instagram juga ada, loh.

Kepopuleran media sosial Instagram kian meningkat setiap tahunnya. Sayang, hal ini tak disertai dengan “harga diri” Instagram di mata netizen. Meski bertabur lokasi-lokasi kekinian dan mbak-mbak yang foto pakai OOTD alias outfit of the day paling menarik, Instagram tetap dipandang sebelah mata oleh sebagian orang karena dianggap sebagai media sosial yang pamer kekayaan, eksistensi, dan, yang paling ngeselin…

…menyimpan segudang netizen bermulut besar dan suka mencela!!!!1!!1!!

Ya, ya, ya, kalau kamu memiliki waktu luang, cobalah sesekali berselancar di Instagram, khususnya di profil akun-akun selebritis atau influencer Instagram. Konon, kamu akan menemukan komentar-komentar yang beraneka rupa, mulai dari komentar positif hingga komentar yang mampu membuatmu ternganga, seperti:

“Kamu cantik, tapi lebih cantik kalau pakai celana panjang. Kalau perlu, sepanjang jarak Jakarta-Banjarmasin.”

“Kamu gendutan, ya? Pipimu kayak tekadku menikahimu: bulet.”

“Tua banget mukanya. Kamu umur 17 apa 70 tahun?”

“Maaf, sekadar mengingatkan itu tangannya tolong bersedekap aja biar nggak usah pasang pose aneh-aneh soalnya saya jadi gimanaaaa, gitu.”

“Ih, jelek.”

“Ih, jelek.”

“Ih, jelek.”

…dan lain sebagainya.

Karena ke-lamis-an jempol netizen inilah, Instagram harus rela kian di-bully dan dijauhi, meski ia juga memiliki penggemarnya sendiri. Kira-kira, ada 382.329 alasan orang-orang membenci Instagram dan membuat media sosial yang satu ini kian terpuruk dalam lembah kesendirian (halah!).

Padahal, kalau dipikir-pikir, Instagram punya banyak alasan yang patut menjadikannya sebagai media sosial terbaik. Maaf-maaf aja nih, ya—sekadar mengingatkan—tapi saya rasa kita harus fair mengiyakan dampak positif Instagram berikut ini.

Iklan

Pertama, Instagram melatih pemilik akunnya untuk menjadi puitis, baik untuk menulis caption foto di feed atau membuat sepatah-dua patah kata di Instagram Story.

Meski caption yang panjang tak melulu dibaca followers sampai habis, ada kepuasan tersendiri menulis caption lebih dari dua baris, apalagi kalau berhasil meningkatkan engagement, baik berupa like ataupun komentar. Sampai sini saja kita sudah bisa melihat kebaikan dari Instagram: meningkatkan minat menulis masyarakat Indonesia. Iya atau iya?

Lantas, bagaimana kalau pemilik akun Instagram tidak pede dengan tulisannya?

Waini, mylov, wainiiii!!! Ketidakpercayaan diri Instagramer dalam menulis caption sesungguhnya bisa menjadi peluang karier bagi kita-kita—tukang galau dan pecandu kata-kata bak pujangga. Dengan kata lain, kita bisa berjualan caption di Instagram. Menyenangkan, bukan—galau-galau sendu sambil nambahin uang jajan buat beli kuota???

Kedua, dampak positif Instagram adalah memosisikan dirinya sebagai media untuk melatih warga meningkatkan kesadaran hukum.

FYI aja nih, ada aturan UU ITE nomor 19 tahun 2016 (perubahan dari UU nomor 11 tahun 2008) yang mengatur perilaku bermedsos kita dengan baik dan benar. Dalam UU ini, diatur pula banyak perilaku di dunia maya, termasuk pencemaran nama baik, pengancaman, pemerasan, dan berita bohong alias hoaks.

Naaaah, adanya netizen-netizen jahil yang komentarnya tak bisa dikondisikan sesungguhnya bisa membuka kesempatan bagi pihak yang dirundung untuk melapor kepada pihak yang berwajib. Cara ini sekaligus dapat melatih seluruh warga yang ber-Instagram untuk sadar hukum dan menjaga cocotnya jempolnya agar tidak sembarangan ngetik komentar~

Ketiga, Instagram mendukung aksi investigasi orang-orang yang sedang dilanda cemburu buta, dan ini serius.

[!!!!11!!!!!!1!!!]

Ya, ya, ya, nyatanya Instagram menyediakan fitur-fitur yang mendukung “penelitian” secara spesifik kepada seseorang, misalnya kekasih yang kita curigai sedang main api dengan pihak ketiga. Pasalnya, di Instagram, kita bisa melihat siapa-siapa saja yang di-follow oleh kekasih kita, di-like komentarnya oleh kekasih kita, serta mengetahui apakah kekasih kita sedang online atau tidak. Kalau sedang memegang akun kekasih, kita pun bisa melihat siapa-siapa saja yang menonton Instagram Story miliknya.

Apa? Kamu perlu mengintai akun orang lain, tapi akunnya masih digembok? Tenang saja, Instagram juga bisa!

Kita bisa login dengan dua akun atau lebih di satu aplikasi Instagram, memungkinkan kita untuk memantau akun yang dimaksud tanpa harus membuka identitas diri. Langkah gerilya ini bisa membuat kita mengantongi fakta-fakta rahasia yang sebelumnya tertutupi oleh kebodohan dan kenaifan kita.

Dengan kebaikan-kebaikan di atas, patutlah kita akui bahwa Instagram tak melulu soal gemerlap hidup di dunia maya yang palsu dan penuh dengan filter. Toh nyatanya, yang palsu bukan cuma Instagram, melainkan juga dirinya yang mengkhianatimu tanpa rasa bersalah. Eaaa~

Ups, maaf, sekadar mengingatkan saja.

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2021 oleh

Tags: dampak positif Instagraminfluencermaaf sekadar mengingatkanmedia sosialselebgram
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Anomali pengunjung toko buku sekarang bukan baca, malah foto
Sehari-hari

Anomali Pengunjung Toko Buku Hari Ini: Outfit Foto Elite, Beli Buku Sulit

11 Februari 2026
Lula Lahfah Beri Pelajaran Penting tentang Kabar Duka: Saat Kematian Tak Dibiarkan Hening MOJOK.CO
Esai

Lula Lahfah Beri Pelajaran Penting tentang Kabar Duka: Saat Kematian Tak Dibiarkan Hening

28 Januari 2026
Honor Influencer Puluhan Juta, Dosen 300 Ribu! Mengenaskan! MOJOK.CO
Esai

Ketika Influencer Dibayar Belasan Juta, Dosen Cuma dapat 300 Ribu? Dosen Memang Sudah Sering Ikhlas dan Terbiasa Kecewa

7 November 2025
Gawai adalah Candu: Cerita Mereka yang Mengalami Brain Rot karena Terlalu Banyak Menonton Konten TikTok.MOJOK.CO
Mendalam

Gawai adalah Candu: Cerita Mereka yang Mengalami Pembusukan Otak karena Terlalu Banyak Menonton Konten TikTok

3 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perbandingan pengguna iPhone vs Android (Infinix dan Samsung)

8 Tahun Pakai iPhone, Ternyata Saya Dibutakan Gengsi padahal Android Lebih Praktis dan Nyaman

25 Februari 2026
Rasa Sanga (1): Sunan Gresik Membawa Masuk Islam ke Jawa Lewat Dapur dan Semangkuk Bubur Harisah MOJOK.CO

Rasa Sanga (1): Sunan Gresik Membawa Masuk Islam ke Jawa Lewat Dapur dan Semangkuk Bubur Harisah

23 Februari 2026
produk indomaret, private label.MOJOK.CO

Private Label Indomaret Penyelamat Hidup Saat Tanggal Tua Bulan Ramadan, Murah tapi Tak Murahan

24 Februari 2026
User bus ekonomi Sumber selamat pertama kali makan di kantin kereta api. Termakan ekspektasi sendiri MOJOK.CO

User Bus Sumber Selamat Pertama Kali Makan di Kantin Kereta, Niat buat Gaya dan Berekspektasi Tinggi malah Berakhir Meratapi

25 Februari 2026
7 buah legendaris dalam game Blox Fruits yang jadi incaran MOJOK.CO

7  Koleksi Buah Legendaris di Game Blox Fruits yang Jadi Incaran: Tak Cuma Memperkuat, Tapi Juga Jadi Aset Berharga

24 Februari 2026
THR belum cair, tapi sudah ludes dalam hitungan di kalkulator. Mudik lebaran memang tidak menyenangkan MOJOK.CO

THR Belum Cair tapi Sudah Jelas Ludes buat Dibagi-bagi, Yang Pasti Tak Ada Bagian untuk Diri Sendiri

23 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.