• 744
    Shares

MOJOK.CO Ada suatu masa ketika anak kecil dan pemuda justru nggak pernah tidur di rumah dan malah tidur di masjid. Mungkinkah larangan tidur di masjid salah satu yang bikin masjid sepi dari pemuda? Ya? Tidak? Bisa jadi?

Gerakan salat Subuh berjemaah kini tengah dilakukan banyak kelompok pemuda di beberapa tempat. Namun, ramainya masjid di kala Subuh ternyata tidak serta-merta berarti bahwa masjid menjadi tempat yang selalu sering dikunjungi. Pada beberapa kasus, masjid juga bisa menjelma sebagai tempat yang sepi dan tidak seramai sebelumnya, khususnya pada masjid-masjid yang justru memiliki lokasi strategis, misalnya di pinggir jalan atau di sekitar stasiun.

Keadaan ini pun menimbulkan tanda tanya besar: kenapa masjid-masjid ini bisa sepi??? Ke mana orang-orang??? Apakah karena sekarang belum jadwalnya salat Tarawih??? Atau…

… apakah ini semua gara-gara aturan dilarang tidur di masjid??? Haaah???

*zoom in, zoom out*

Yha benar, Saudara-Saudara, kini beberapa masjid dengan tegas memberlakukan peraturan dilarang tidur di dalamnya. Jangankan masjid, musala-musala kecil aja nga ngebolehin kita tidur di dalamnya, kok. Kalau ketahuan tidur, kamu akan disuruh keluar. Pokoknya, masjid ya cuma buat ibadah aja—nga kurang, nga lebih. Titik!

Sesungguhnya, peraturan ini merupakan peraturan yang menyenangkan. Coba, deh, bayangin kamu masuk ke masjid dan mau ngambil mukena/sarung/Alquran/sajadah di rak yang tersedia, tapi harus terhalang oleh badan bapak-bapak yang sedang asyik memejamkan mata sambil garuk-garuk kumis. Pernah nga? Enak nga?

Baca juga:  Tentang Larangan PNS Menunjukkan Dukungan Politik di Internet

Tapiii, meski pelarangan tidur di masjid ini punya alasan yang kuat dan bermanfaat, ada pula orang lain yang menawarkan alasannya tersendiri. Pertanyaannya, apakah benar masjid hanya digunakan untuk ibadah dan mendengarkan ceramah?

Baiklah, mari kita #throwback dulu, agar lebih berkah~

FYI aja nih, pada zaman Rasulullah saw., masjid justru banyak dipakai sebagai pusat budaya dan pengetahuan. Artinya, alih-alih hanya berfungsi sebagai tempat salat berjemaah setelah azan dikumandangkan, ada banyak pula fungsi masjid lainnya, misalnya sebagai tempat latihan perang dan pengobatan tentara (pada zaman Rasulullah saw.), tempat menerima tamu, tempat diskusi, serta…

…tempat peristirahatan musafir!!!!!!

Yaaak, inilah polemik yang kian meruncing. Sebagai seorang musafir alias pengembara, banyak orang yang mengandalkan masjid sebagai tempat bernaung, barang untuk sehari atau dua hari, sebelum mereka melanjutkan perjalanannya kembali. Namun, ketika muncul larangan tidur di masjid, mereka harus gimana? Bobok di jalan tol, gitu?

Selain musafir, orang-orang yang tengah melaksanakan iktikaf juga memilih tidur di masjid selepas menjalankan ibadah. Kalau aturan dilarang tidur di masjid ini dipukul rata dan berlaku bagi semua orang, mereka kudu pulang dulu, dong?

Intinya, perkara tidur-di-masjid ini bisa jadi sedikit pelik kalau tidak dibarengi dengan kesepakatan bersama. Orang yang tidur di masjid hingga mengganggu kelangsungan ibadah memang perlu ditegur, namun bukan berarti kegiatan ini dilarang. Bagaimanapun, sebagaimana yang sudah disebutkan, masjid sesungguhnya memiliki sisi budaya yang menjadikannya bernilai lebih dari sekadar rumah ibadah.

Baca juga:  Cara Gus Dur Mengritik dan Menjawab Kritik sambil Menertawakan Diri Sendiri

Bukan hanya tidur saja: di Sulawesi, rapat pengurus desa selalu dilaksanakan di masjid, bukan di balai desa atau pos ronda. Pada beberapa kasus lain, masjid bahkan bisa menjadi tempat bermain anak-anak.

Yhaaa, selagi jemaah-jemaah di masjid berubah senewen ketika ada anak kecil menangis keras-keras saat orang tuanya salat, beberapa hadis justru menyebutkan bahwa Rasulullah saw. mempersingkat salatnya kala mendengar tangisan anak kecil. Alasannya, demi meringankan ke-tidak-enak-hati-an sang ibu. Masyaallah~

Selain menjadi pusat budaya, fungsi masjid yang lain adalah pusat pengetahuan. Tak hanya tempat belajar Al-Quran, dengan mempertimbangkan perkembangan zaman, rasanya tak muluk-muluk kalau kita berharap akan adanya perpustakaan, komputer, dan Wi-Fi di masjid, bukan?

Yaaah, asalkan nanti nga ada poster bertuliskan “DILARANG INTERNETAN DI MASJID” aja~

Kalau menurut saya, sih, mau tidur atau nga di masjid ya silakan. Mau cari referensi pakai internet atau nga di masjid juga silakan. Yang penting, nanti pas saya mau akad nikah udah pada minggir semua. Muehehehe~