Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame List

5 Kebohongan di Masa-Masa SD yang Pernah Kita Ucapkan

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
21 Oktober 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Mari bernostalgia pada kenangan-kenangan soal kebohongan-kebohongan yang sering kita ucapkan di masa-masa SD!

Yang namanya masa lalu pastilah selalu mudah dikenang. Perkara indah atau tidak indahnya, itu urusan lain—yang penting mudah aja dulu~

Salah satu kenangan yang everlasting di ruang ingatan kita adalah masa-masa Sekolah Dasar alias SD, yaitu saat kita masih lucu-lucunya dan cupu-cupunya memakai seragam putih merah dan langganan Majalah Bobo. Di umur-umur kritis sekarang, di saat kita harus rela diserbu pertanyaaan “Kapan nikah?” dan “Kapan dapet kerja”, mengenang masa-masa SD bisa menjadi harta karun paling berharga~

Kali ini, Mojok Institute ingin mengajak kamu bernostalgia pada kenangan-kenangan soal…

…kebohongan-kebohongan yang sering kita ucapkan di masa-masa SD!!!

*jeng jeng jeng*

1. “Aduh, aku belum belajar sama sekali, nih, buat ulangan.”

Kalau kalimat ini diucapkan oleh kita-kita yang buku paketnya masih rapi (karena jarang dipakai belajar), duduk di belakang, dan rankingnya juga di belakang, artinya jelas: kita beneran belum belajar dan nilai kita terancam jelek. Tapi, ingat-ingatlah kembali: pasti ada satu orang di kelas yang hobi mengucapkan kalimat ini, memasang wajah panik agar lebih meyakinkan, tapi pas ulangan ngerjainnya cepet selesai (setelah sebelumnya ia memasang ‘benteng’ di sekitar kertas ulangannya biar nggak ada yang nyontek), dan tahu-tahu dapat nilai…

…100!!!

Hadeeeh, orang pintar harus banget pakai siasat melemahkan musuh dulu, ya?

2. “Wah, aku juga belum selesai ngerjain PR. Semoga nanti Bu Guru lupa, ya. Kita diem-diem aja.”

Biasanya, kalimat ini muncul ketika ada PR dan tugas yang super banyak dan bikin anak-anak satu kelas keteteran. Pada masa-masa ini, tak jarang ada seseorang yang (umumnya) cukup rajin dan tekun, tapi mengaku belum selesai mengerjakan PR. Alhasil, bersamanya, kita pun sepakat untuk tidak mengingatkan guru soal tugas yang naudzubillah ini.

Tapi eh tapi, menjelang akhir pelajaran, biasanya muncullah celetukannya kemudian, “Bu, PR yang kemarin jadi dikumpulin?”

Ya Allah, Gusti…

3. “Ma, aku pusing, sakit perut…”

Suatu hari, di sekolah akan ada ulangan Matematika, diikuti dengan latihan Pramuka sampai sore, lalu penilaian Olahraga yang melelahkan. Rasanya, hari itu bakal jadi hari yang panjang dan melelahkan, Ya Lord~

Dengan jurus muka memelas dan sikap lucu-lucu gemash, kita yang masih SD pun mengaduh pada ibunda, berharap beliau akan menuliskan surat izin dan menitipkannya pada teman. Berhasil izin masuk sekolah pun rasanya keren saat itu, ya? Hehe~

Iklan

4. “Nggak kok, aku nggak kentut atau buang air kecil atau buang air besar di celana!”

Bau-bauan aneh sering tercium di penjuru kelas di masa-masa SD. Beberapa muncul karena hal-hal umum, misalnya petugas kebersihan sedang membakar sampah, tapi beberapa hal lain bisa saja timbul karena…

…manusia-manusia di dalam kelas, alias kita-kita sendiri, yang mungkin saja khilaf mengeluarkan hajat selagi duduk manis di pelajaran bahasa Inggris.

Hehehe. Jorok-jorok, tapi berkesan, kan?

5. “Aku suka sama kamu. Pacaran, yuk.”

Dasar anak SD kecepetan puber, cinta monyet pun bukan hal asing dari kenangan kita di zaman putih-merah. Beberapa anak SD mungkin terang-terangan mengaku suka pada temannya, lalu nembak dan pacaran. Yaaah, zaman dulu, sih, pacarannya anak SD paling pol juga cuma ngobrol waktu istirahat~

Tapi ingat, mylov, tak peduli berapapun usiamu, kalimat di atas adalah serupa candu dan kebohongan yang paling umum diucapkan manusia. Jadi, waspadalah, waspadalah!

Terakhir diperbarui pada 21 Oktober 2018 oleh

Tags: cinta monyetkebohonganmasa-masa SDnostalgiaputih merahsekolah dasar
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

2016, Tahun Terakhir Gen Z dan Milenial Merasa Berjaya. MOJOK.CO
Ragam

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026
pulang ke rumah, merantau.MOJOK.CO
Catatan

Duka Setelah Merantau: Ketika Rumah Menjadi Tempat yang Asing untuk Pulang

16 September 2025
Tak Cuma Untuk Belanja, Circle K Juga Jadi Penolong Orang-Orang Kere di Tanggal Tua.MOJOK.CO
Catatan

Tak Cuma Untuk Belanja, Circle K Juga Jadi Penolong Orang-Orang Kere di Tanggal Tua

20 Januari 2025
Sekolah Dasar atau SD dengan Murid Paling Sedikit di DIY yang Tak Akan Tutup Meski Hanya Punya Satu Murid MOJOK.CO
Ragam

Sekolah Dasar dengan Murid Paling Sedikit di DIY yang Tak Akan Tutup Meski Hanya Punya Satu Murid

21 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gotong royong atasi tumpukan sampah Kota Semarang MOJOK.CO

Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

16 Januari 2026
Film Suka Duka Tawa mengangkat panggung stand-up comedy. MOJOK.CO

“Suka Duka Tawa”: Getirnya Kehidupan Orang Lucu Mengeksploitasi Cerita Personal di Panggung Komedi demi Mendulang Tawa

13 Januari 2026
Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa. MOJOK.CO

Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan Kuliah S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa

12 Januari 2026
Kos horor di Jogja.MOJOK.CO

5 Tahun Tinggal di Kos-kosan Horor Jogja: Gajiku Lebih “Satanis” dari Tempat Tinggalku

12 Januari 2026
Saya Memutuskan Kuliah di Jogja Bukan Hanya untuk Cari Ilmu, tapi Juga Lari dari Rumah

Saya Memutuskan Kuliah di Jogja Bukan Hanya untuk Cari Ilmu, tapi Juga Lari dari Rumah

12 Januari 2026
Dosen Profesi Nelangsa, Gaji Kalah sama Ngajar Anak SD (Unsplash)

Gelap Masa Depan Dosen, Lulusan S2 Jogja Mending Ngajar Anak SD di Surabaya yang Lebih Menjanjikan dari sisi Gaji

12 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.