MOJOK.CO Demi terlihat lebih go international, ekspresi mengumpat dalam bahasa Inggris pun rela dipelajari. Tapi, pastikan kamu menggunakan ini dengan wise, ya!

“Fak dem fak dem fak dem!”

Saya ingat betul kejadiannya—anak kelas 6 SD sedang bermain kelereng dan kalah, lalu mengumpat secara refleks. Kami—saya dan kakak si anak SD tadi—langsung menoleh dan bertanya, “Ngomong apa tadi?”

“Loh, aku cuma ikut-ikutan kamu, Mas!”

Usut punya usut, kakak si anak SD tadi memang kerap mengumpat dalam bahasa Inggris. Sayangnya, karena terbatasnya vocabulary, ia hanya bisa berkata Fuck atau Damn demi memenuhi ego dan keinginannya untuk tampil keren dan keminggris.

Mengumpat, memaki, atau dalam bahasa Inggris disebut cursing atau swearing, memang sering digunakan dalam bahasa sehari-hari. Meski terkesan tidak sopan, nyatanya swearing itu penting juga kok untuk mengungkapkan ekspresi. Daripada dipendem, ya kan???

Bicara soal cara mengumpat dalam bahasa Inggris, setidaknya ada tiga kata paling populer yang sering digunakan. Selain fuck dan dam, ada pula kata shit. Masing-masing kata ini, meski sama-sama digunakan untuk memaki, ternyata memiliki “porsi” yang berbeda.

Pertanyaannya, di manakah letak kata fuck, shit, dan damn dalam tingkatan umpatan berbahasa Inggris? Seperti dilansir dari Sederet.com, setidaknya ada tiga “kelas” jika kamu mengamati tingkatan ekspresi kata mengumpat dalam bahasa Inggris, sebagai berikut.

Baca juga:  Bolehkah Menulis Bajingan di Grup WhatsApp Ibu-Ibu?

Pertama, tingkatan halus, alias mild.

Alih-alih menyebut kata fuck, kata fudge justru disarankan (“What a fudge!”). Dalam Cambridge Dictionary, fudge sendiri berarti “a soft sweet made from, sugar, and milk” ataupun kata kerja yang bermakna “to cheat about something”. Entah pengertian mana yang menjadikan fudge sebagai “pengganti” fuck—mungkin karena tokoh bernama Cornelius Fudge di serial Harry Potter cukup menyebalkan?

Selain kata fudge, penggunaan kata dumb (“You are so dumb!”) juga disebut halus karena lebih tidak kasar dibandingkan kata stupid. Kamu juga bisa menemukan “pengganti” shit di sini, yaitu dengan kata crap (“I don’t want to listen to such a crap like him.”).

Kedua, tingkatan sedang, alias moderate.

Avrilia Kumala Lavigne menggunakan ekspresi mengumpat berbahasa Inggris tingkat moderate ini dalam lagunya yang berjudul “What the Hell”. Dalam kalimat “What the hell are you doing here?”, misalnya, memang dipakai untuk menunjukkan kekesalan pada keadaan yang aneh dan menyebalkan.

Kata the hell ini bisa pula dipakai dalam ekspresi lain, termasuk dalam ekspresi “Get the hell outta here!”. Namun, ia bukan satu-satunya kata yang dipakai dalam tingkatan moderate karena ekspresi damn masuk dalam klasifikasi ini.

Pernah dengar ekspresi goddamn (it)? Dalam Cambridge Dictionary, kata ini merupakan kata informal yang digunakan untuk “emphasis to what is being said”. Namun, perihal mengumpat dalam bahasa Inggris, ekspresi ini dianggap masuk dalam tingkatan sedang. Jadi, hati-hati bicara atau lebih baik kamu shut that damn mouth, ya, Gaes. Hehe.

Baca juga:  Kata Pak Gatot Nurmantyo, Jangan Ikuti Ulama yang Bicara Kasar

Ketiga, tentu saja tingkatan “juara” alias kasar, alias strong.

Kata fuck ada dalam ekspresi mengumpat berbahasa Inggris, bahkan bisa diposisikan dalam banyak kelas kata. Ekspresi-ekspresi semacam “What the fuck are you doing?”, “Can you shut the fuck up?”, atau Fuck off!” adalah sebagian kecil dari sekian banyak penggunaan kata fuck untuk mengumpat dalam bahasa Inggris.

Contoh lainnya mblarah-mblarah di internet, tapi  saya rasa kamu cukup bijaksana untuk tidak menggunakan swearing words secara serampangan. Iya, kan?



Tirto.ID
Loading...

No more articles