Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Lebih Baik Jadi Orang Fast Respons daripada Slow Respons karena Gengsi

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
25 Mei 2020
A A
Lebih Baik Jadi Orang Fast Respons daripada Slow Respons karena Gengsi balesnya cepet nungguin wa balesnya lama tandanya sengaja bales lama chat whatsapp pdkt mojok.co

Lebih Baik Jadi Orang Fast Respons daripada Slow Respons karena Gengsi balesnya cepet nungguin wa balesnya lama tandanya sengaja bales lama chat whatsapp pdkt mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Orang yang fast respons balas chat selalu kena stigma negatif. Mulai dari gabut keseringan pegang hp sampai dibilang terlalu ngebet. Ngawur ah!

Secara logika, orang yang kalau dichat balasnya lama itu menjengkelkan. Bikin kita kepikiran dan lama-lama nggak tahan buat ngebom chat atau miscall sampai dibalas. Lha gimana, ditungguin kok malah mengilang.

Banyak faktor yang melatarbelakangi seseorang jadi slow respons. Pertama, dia mungkin tipe orang sibuk yang nggak sempat buka WhatsApp atau pegang ponsel seharian. Orang demikian perlu kita maklumi. Kecuali di saat-saat genting, kita mungkin perlu meneleponna agar cepat tersambung.

Kedua, dia mungkin malas dan nggak pengin dihubungi dulu. Biasanya penyakit-penyakit ini muncul pas pandemi nih. Jadi mager buat berkontak dengan orang lain saking depresifnya keadaan. Menjengkelkan memang, tapi mau gimana lagi. Nah, tipe ketiga ini yang paling ngehek. Sengaja slow respons karena gengsi kalau balas pesan terlalu cepat. Takut dikira ngebet banget. Hadeeeh, hidup kok dibuat rumit.

Sebelumnya saya benar-benar nggak peduli dengan budaya fast respons atau slow respons karena gengsi. Sampai teman saya tiba-tiba kasih nasihat waktu saya lagi PDKT sama gebetan.

“Trik pertama kalau chat-chatan, kamu harus bikin dia menunggu balasanmu.”
“Hah, trus ngaruhnya apa?”
“Ya biar kelihatan dia yang paling ngebet lah….”

Beneran, saya nggak kepikiran sampai sana. Antaara teman saya yang revolusioner, atau memang gengsinya yang terlalu besar. Saya sendiri kalau emang ngebet ya ngebet aja. Kalau ditanya suka atau nggak ya saya jawab suka. Sejak kapan sih segala sesuatu jadi super ribet begini.

Kepada kawan-kawan yang biasa chat sama saya, kalau saya balas cepat ya emang saya lagi pengin balas cepat. Kalau saya balasnya lama berarti saya nggak pegang ponsel. Udah gitu aja. Masalah mau dibilang terlalu fast respons dan ketahuan hapean terus sih saya nggak peduli. Meski ternyata nggak semua orang punya pemikiran sesimpel ini. Banyak kaum-kaum fast respons yang merasa terhina.

yesterday i hated myself for being a fast respon person but then i think aint nothing wrong about that. glad to be the one who doesnt make someone’s waiting for a reply tho???? https://t.co/GphIBapIZc

— ummul (@aintyourtyppe) May 20, 2020

Beberapa orang merasa tertekan hanya karena mereka fast respons. Istilahnya berasa murah banget gitu ya, Wak…. Padahal jadi orang fast respons itu nggak hina kok.

Orang yang mau balas pesan dengan cepat adalah orang-orang yang sangat menghargai waktu. Mereka tahu betul kalau lawan bicaranya di chat sedang menunggu jawaban dan balasan mereka. Mereka menghargai waktu orang lain sebagaimana mereka menghargai diri sendiri. Semakin fast respons, maka semakin cepat urusannya kelar. Semakin slow respons semakin ruwet dan kelihatan nggak profesional.

Jadilah makhluk fast respons yang tulus dan bahagia. Kalian adalah orang-orang yang sungguh layak diapresiasi karena sudah demikian menghargai orang lain. Kalian bukanlah orang gabut, terlalu ngebet, atau murahan. Pemikiran macam itu harusnya dimusnahkan karena udah bau-bau orba. Alias penuh kepalsuan.

Saya yakin betul, orang-orang yang punya OCD (Obsessive Compulsive Disorder) juga nggak kuat lihat notification tab penuh dan menumpuk. Rasanya gemes banget pengin dibuka satu per satu. Meskipun kita tahu notifikasi itu hanya surel yang isinya promosi atau pemberitahuan dengan fitur no-reply, tapi serasa ada yang mengganjal kalau nggak dibuka. Tenanglah, yang kalian lakukan bukan sebuah kriminalitas. Kalian cuma solutif aja.

Beberapa kemudian salah paham dan mengartikan tindakan fast respons sebagai sebuah perilaku terang-terangan ketika menyukai orang. Padahal nggak selamanya gitu. Kalau saya balesin WhatsApp cepat banget ke teman cowok saya, bukan berarti saya naksir dan nunggu-nungguin balesan darinya setiap saat. Mohon jangan gampang ge-er, itu hati yang mudah baper tolong dikontrol sedikit. Mana ada asmara ditentukan dari cepat tidaknya si doi balas pesan. Kalau gebetannya pilot gimana? Jelas jarang rebahan sambil mantengin DM Instagram.

Iklan

Berbanggalah jadi kaum fast respons dan jangan pernah merasa bodoh terhadapnya. Orang-orang yang slow respons karena gengsi mungkin emang jaim dan insecure. Lantas biarkanlah mereka terjebak dalam jurang anggapan kocak yang mereka bikin sendiri.

BACA JUGA Fitur-fitur ‘Rahasia’ di WhatsApp yang Bahkan Pengembangnya Sendiri Tidak Tahu atau artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 25 Mei 2020 oleh

Tags: chat whatsappfast responseslow response
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

delete message whatsapp mojok.co
Kilas

WhatsApp Perpanjang Delete Message hingga Dua Hari

10 Agustus 2022
ilustrasi Cara Sadap WhatsApp Pacar Paling Paten Sejagat mojok.co
Pojokan

Cara Sadap WhatsApp Pacar Paling Paten Sejagat

4 Oktober 2021
3 Jenis Pesan Pembuka pada Chat WhatsApp yang Membuat Pengirimnya Layak Dicuekin
Pojokan

3 Jenis Pesan Pembuka pada Chat WhatsApp yang Membuat Pengirimnya Layak Dicuekin

19 Agustus 2021
ilustrasi Cara PDKT Lewat WA Tanpa Harus Berwawasan Luas dan Baca 'Homo Deus' mojok.co
Pojokan

Cara PDKT Lewat WA Tanpa Harus Berwawasan Luas dan Baca ‘Homo Deus’

16 April 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rooftop kos kerap jadi tempat blangkrah, tapi jadi ruang healing terbaik bagi anak kos overthinking MOJOK.CO

Tinggal di Kos dengan Rooftop, Meski Kemproh tapi Jadi Tempat Healing Terbaik dari Tekanan Hidup yang Bisa bikin Gila

3 Juni 2026
Dompet digital selamatkan pedagang UMKM. MOJOK.CO

4 Kiat Pedagang Es Campur dan Roti Kukus yang Tetap Laris di Tengah Situasi Pelik

3 Juni 2026
Campus League Basketball 2026 Regional Jakarta Season 1 tidak hanya jadi panggung prestasi basket, tapi juga warna baru solusi mobilitas masa depan anak muda dengan motor listrik Polytron MOJOK.CO

Puncak Campus League Basketball 2026 Jakarta S1: Tak Hanya Jadi Panggung Basket tapi Juga Hadirkan Solusi Mobilitas Masa Depan Anak Muda

2 Juni 2026
Rasyiid, mahasiswa penerima Beasiswa KIP Kuliah UMSURA yang sisihkan uang untuk modal usaha MOJOK.CO

Sisihkan Uang Beasiswa KIP Kuliah buat Modal Usaha, Kuliah Sambil Topang Ekonomi Keluarga hingga bikin Ibu Bangga

2 Juni 2026
Adegan horor tiap awal bulan di kehidupan dewasa. Gajian ludes seketika karena kebutuhan MOJOK.CO

Awal Bulan di Kehidupan Dewasa Itu Horor: Setelah Gajian Gaji Langsung Ludes di Kalkulator

2 Juni 2026
Godaan modifikasi motor Honda Vario 125 demi sinematik kebodohan soal harga jual di Facebook, berakhir jadi motor sampah dan jamet MOJOK.CO

Modifikasi Motor Honda Vario 125 Hasil Tabungan Ibu-Kakak demi Sinematik dan Kebodohan Harga Jual di FB, Berakhir Jadi Motor Jamet dan Sampah

7 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.