8   +   5   =  

MOJOK.CO Demi kenyamanan petarungan di arena perang komentar, beberapa istilah pengaman ini perlu kamu pakai sebagai tameng di debat online agar terhindar dari blunder.

Sepandai-pandainya selebtwit dan selebgram comment war, mereka yang menang adalah yang tidak lantas blunder, anxiety, dan tutup akun. Butuh mental sekuat baja untuk menghadapi cercaan netizen yang pedihnya tiada tara. Debat online adalah keniscayaan, dan mulai sejak sekarang perlu dipersiapkan.

Saya sarankan jangan jadi orang yang terlalu nyolot dan besar omongan. Biasanya tipe yang begini layak dikirimin meme “Pengin tak hiiiih” karena netizen ikutan gemas. Butuh strategi yang halus tapi menusuk dan buat lawan bicaramu merasa bersalah sendiri dengan apa yang mereka sampaikan. Ingat-ingat istilah pengaman berikut dan gunakan sebagai tameng alias armor saat perang komentar.

Istilah pengaman debat online #1 CMIIW

Kependekan dari Correct Me If I’m Wrong yang artinya mohon diperbaiki jika aku salah. Terdengar agak pengecut, tapi sebenarnya kalimat ini begitu rendah hati dan membantumu agar tidak terlihat sotoy. Menunjukkan bahwa tipe pendebat seperti ini bijak dan tidak takut mengakui kesalahan jika dirinya memang keliru. Selanjutnya lawan bicara yang ngeyel bakal agak ragu-ragu sendiri dalam menanggapi orang bijak macam ini.

Peringatan: jangan digunakan saat sesuatu sudah benar-benar jelas faktanya seperti, “CMIIW tapi setahu aku Gibran itu anaknya Jokowi.” Tentu akan banyak yang rela bayar mahal buat menampolmu secara offline.

Istilah pengaman debat online #2 IMO

IMO adalah kependekan dari In My Opinion. Sebenarnya nggak beda artinya sama “menurutku…”. Tapi karena bahasa Inggris, maka orang-orang diprediksi bakal lebih respek. Istilah ini juga bakal menegaskan kalau kamu sebenarnya nggak yakin atau dengan kata lain kamu seolah menyampaikan, “aku cuma beropini woy, opini mah bebas.” Pakai tameng ini saat debat online memang ampuh, tapi efek sampingnya membuatmu jadi terlihat nggak tegas.

Istilah pengaman debat online #3 Menyapa lawan bicara saat membalas sanggahannya

Contohnya ketika kamu didebat oleh Seno di Twitter maka balaslah sanggahan pedas yang dia lontarkan dengan awalan kalimat berbunyi,

“Hai Seno. Terima kasih opininya, tapi aku kurang sepakat dengan…”

Sok-sokan santai walau hatinya bergejolak boleh dong! Sapaan yang disampaikan di awal kalimat selain meredam emosimu sendiri juga bisa meredam emosi lawan debatmu. Selanjutnya obrolan kalian lebih sopan dan nggak srampangan. Setidaknya kelihatan profesional karena mirip template membalas email.

Istilah pengaman debat online #4 TBH

TBH kalau diartikan ke bahasa Indonesia itu ada kok istilahnya yaitu, “jujur aja nih…” Tapi entah mengapa TBH (To Be Honest) terasa lebih diterima, lebih tulus, dan yang jelas nulisnya lebih singkat, Beb. Usahakan kalimat selanjutnya menegasikan topik yang sedang kamu bicarakan dengan alasan yang paling manusiawi. Karena nulis TBH tanpa dibumbui alasan-alasan logis selalu terasa hambar.

“TBH, gue nggak suka Awkarin dari dulu sampai sekarang. Tapi gue nggak pernah cancel doi, siapa tahu besoknya banyak kebaikan yang akan dia kasih ke orang-orang.”

Istilah pengaman debat online #5 No offense dan bukan bermaksud

Kedua istilah ini kalau boleh saya bilang adalah istilah paling peres, basa basi busuk. Tapi walau bagaimana ‘no offense’ dan ‘bukan bermaksud’ bisa berguna jika ditempatkan dalam situasi dan kondisi tepat. Setidaknya bisa jadi semcam trap card kalau lawan bicaramu tersinggung.

“No offense ya, tapi kalau belum paham betul RUU Cipta Kerja nggak usah sok berjuang. Apa yang diperjuangin.”

“Loh, suka-suka saya mbak mau mulai berjuang kek, mulai berdandan kek. Ngapain ngurusin?!”

“Yeuuu baper, kan no offense, Sis.”

Kira-kira begitu skenario netizen berdebat kosong di media sosial. Bagi kaum silent reader yang nggak ikutan terjun dalam peperangan, selamat ya. Keberadaan kalian dalam dunia ini kemungkinan cuma tiga, saking pengecutnya jadi nggak mau ribut, netral dan nggak ada kepedulian, atau saking tahunya jadi ketawa-ketawa menyaksikan kebodohan kayak Yang Mulia di Benteng Takeshi.

BACA JUGA Rekomendasi Pose Foto Bareng Tersangka buat Polisi. Biar Nggak Pose Jempol Terus atau artikel lainnya di POJOKAN.

Baca juga:  Gorengannya Sudah Matang, dan Para Santri Itu akan Semakin Sering Bertengkar