Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

5 Definisi Komunisme Menurut Orang Antikomunis di Indonesia

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
7 Juli 2020
A A
definisi komunisme sistem tanpa kelas komunisme adalah komunis adalah PKI adalah bahaya laten PKI karl marx friedrich engels the communist anifesto paham ideologi komunisme kapitalis kelas sosial mojok.co

definisi komunisme sistem tanpa kelas komunisme adalah komunis adalah PKI adalah bahaya laten PKI karl marx friedrich engels the communist anifesto paham ideologi komunisme kapitalis kelas sosial mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ternyata komunisme itu beragam ya, sampai bingung mana yang benar. Coba cermati definisi komunisme dari antikomunis di Indonesia berikut. Siapa tahu makin butek.

Generasi yang lahir di tahun 80 dan 90-an minimal pernah sekali terbersit rasa penasaran di kepala mereka, tentang apa sih komunisme, apa sih PKI? Kenapa orang-orang bisa setakut dan seheboh itu kalau membahas keduanya. Maklum, generasi milenial kan memang nggak tahu apa-apa soal kejadian 30 September 55 tahun silam, jadi kami kadang kepo.

Tapi kebanyakan definisi yang diungkapkan oleh orang-orang antikomunis ini bikin merinding sendiri ya. Coba ditelaah dulu pelan-pelan definisi-definisinya berikut. Supaya nggak perlu naik komedi putar buat cari kepusingan.

#1. Definisi komunisme menurut Novel Bamukmin, Jubir PA 212

Pak Novel Bamukmin baru-baru ini menuding PDIP membawa ajaran PKI yang dimanifestasikan dengan hadirnya program rumah sakit tanpa kelas. Mungkin dia ingin mengacu pengertian komunisme dari istilah ‘masyarakat tanpa kelas’ yang muncul di Marxisme kali ya? Nah selain masyarakat tanpa kelas, Novel Bamukmin juga bilang kalau Marxisme itu anti-Tuhan.

“Itu program komunisme melalui pemahaman Marxisme yang memang sama-sama anti-Tuhan.”

Bulu kuduk aku langsung berhamburan nih, Gesku~

#2. Definisi komunisme menurut Kivlan Zen, tokoh militer dan pensiunan jenderal

Pak Kivlan Zen sangat getol ngomongin komunisme, maklum lah, Boy. Udah banyak pengalaman pastinya ya kan? Beliau juga bilang di Indonesia masih ada 15 juta orang penganut PKI dan simpatisannya. Kalau dikumpulkan dengan semua anak cucunya jumlahnya bisa sampai 60 juta orang. N666eri, hampir setengahnya penduduk pulau Jawa itu mah.

Pro tips dari Pak Kivlan Zen untuk mendeteksi komunis di sekitar kita adalah dengan melihat profesinya. Orang-orang PKI katanya punya kelompok, mereka ramai-ramai bikin kaos dan bendera. Mulai sekarang hati-hati kalau punya tetangga yang buka usaha sablon, patut dicurigai k0mUn1Ys.

#3. Definisi komunisme menurut Ryamizard Ryacudu, mantan menteri pertahanan

Niscaya penjelasan dari Pak Ryamizard ini bikin mahasiswa-mahasiswa yang suka ngumpul di Mato Kopi buat rapat LPJ bubar tidak berbekas. Beliau bilang kalau penganut paham komunis di Indonesia suka rapat di sana-sini utamanya rapat di warung makan dan rapatnya kayak serius gitu.

Hati-hati, Lur! Ketimbang diganyang dan disangka komunis padahal lagi ngerapatin barang apa yang dijual pas danusan, mending rapat online, ya kan?

Pernyataan soal ‘komunis rapat di warung makan’ itu disampaikan Pak Ryamizard setelah tentara merazia buku-buku politik yang disinyalir sebagai gizi bagi pertumbuhan penganut komunis. Wah, saya sebagai mahasiswa FISIP juga agak ngeri-ngeri sedap kalau kena razia. Bukan apa-apa, saya bokek, itu buku belinya pakai duit. Tahu gitu dari kemarin beli bukunya Fiersa Besari aja lah yang aman.

#4. Definisi komunisme dari the one and only, Amien Rais paling rispek

Kebangkitan PKI di negeri ini, menurut Lord Amien, sudah tidak perlu diragukan lagi. Kalau ada tokoh negara yang bilang PKI sudah usang, sudah tidak perlu ditakuti, maka orang itu sedang pura-pura bodoh dengan tindakannya yang tidak bertanggung jawab. Camkan itu, Sahabat.

Yang lebih n666eri lagi adalah, Lord Amien bilang pornografi dan narkoba juga termasuk komunisme kultural. Coba ingat lagi kawanmu yang suka nontonin bokep, tanyakan “Hyung, kenapa nonton bokep, ideologimu Pancasila bukan?!”

Lord Amien pernah bersedih saat aksi massa 22 Mei di depan gedung Bawaslu dibubarkan kepolisian. Menurutnya polisi-polisi berbau PKI itu telah menembaki umat secara ugal-ugalan. Sampai di sini saya baru paham ada juga parfum aroma PKI.

Iklan

#5. Definisi komunisme menurut Tengku Zulkarnain, Wasekjen Dewan Pimpinan MUI

Ngomongin kondisi terkini komunis di Indonesia, Tengku Zul setuju kalau PKI, partainya memang sudah nggak kelihatan. Tapi ideologinya masih subur. Pernyataan ini agak beda yasama yang sebelumnya percaya PKI masih 60 jutaan.

Buktinya, kata beliau, Indonesia masih bisa ekspor orang-orang dari partai di Indonesia untuk berguru sama partai komunis di China.

“…ngapain kalau dia nggak senang sama PKI belajar PKI sama China? Ngapain Partai Komunis China dijadikan guru?”

Kalau kamu membayangkan perguruan komunis di China sama aja kayak perguruan kungfu di film-film Boboho, maka kita sama. Besok lagi kalau ada kawan pengin liburan ke Great Wall coba dicegah daripada seram buntut perkaranya.

***

Saya akui ilmu saya cetek banget buat memahami definisi dan kondisi terkini komunisme di Indonesia dari kelima tokoh hebat di atas. Saya emang perlu banyak berguru. Kalau Indonesia ini emang lagi memerangi komunisme, kata orang, cara memenangkan perang adalah dengan mengenali musuhmu.

Atas dasar itulah saya coba baca sedikit tentang apa maksud Karl Marx dan Friedrich Engels di buku The Communist Manifesto. Lha masa dari tadi sumbernya nggak ada yang buku.

Kurang lebih, Marx menuliskan bahawa paham komunis itu segala macam bentuk masyarakat tanpa kelas, tanpa pebagian kerja, dan juga tanpa paksaan. Ide Marx ini memang utopis, makanya Engeles kemudian menghubungkan definisi komunisme dengan perjuangan kelas pekerja dan konsepsi materialis. Katanya, kalau kelas sosial lenyap, maka kekuasaan politik pun akan lenyap.

Tapi saya paling mantep sama definisi komunisme ala Nurhadi-Aldo yang emang nggak setuju sama Karl Marx.

“Jika Karl Marx memimpikan tatanan masyarakat tanpa kelas, lalu di mana kita akan belajar?”

Iya juga, saya nggak mau dosen terus-terusan bilang, “Hari ini nggak ada kelas ya, Teman-teman.” Itu artinya jam kosong dan walau terbersit kebahagiaan saya jadinya nggak belajar dong! Fix, dosen PKI, Nderrr.

Intinya sih komunis itu kontras banget sama ide kapitalis (katanya buku The Communist Manifesto loh!). Nah, apakah orang-orang antikomunis berarti juga akar kapitalisme, itu yang saya nggak ngerti. Suwer. Kalau iya berarti… eh jangan.

Soalnya sampai di sini pemahamannya jadi putus-putus, bercampur dengan kengerian PKI yang katanya musuhin agama, PKI yang berdarah-darah. Aduh saya mah nyerah deh, bosque, daripada kantor saya habis ini diganyang. Untung lagi WFH.

BACA JUGA Karl Marx Bakal Tolak PKI juga Kalau Sempat ke Indonesia atau artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 6 Januari 2026 oleh

Tags: komunismePKI
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Belajar Tentang Sejarah Ekonomi Komunis China dari Duanju, Drama Vertikal yang Nagih MOJOK.CO
Esai

Belajar Sejarah Ekonomi Komunis China Lewat Kamerad Chang dan Duanju yang Bikin Nagih

16 Maret 2026
Ini Bukan Perkara Sunni vs Syiah, PKI Belapati dengan Iran karena Senasib sebagai Negeri Anti-imperialisme Amerika MOJOK.CO
Esai

Ini Bukan Perkara Sunni vs Syiah, PKI Belapati dengan Iran karena Senasib sebagai Negeri Anti-imperialisme Amerika

11 Maret 2026
PKI dan Politik Ingatan: Dari Demonisasi hingga Penghapusan Sejarah
Video

PKI dan Politik Ingatan: Dari Demonisasi hingga Penghapusan Sejarah

27 September 2025
bti, petani, tani.MOJOK.CO
Ragam

Rumus “3S-4J-4H” Wajib Dijalankan Pemerintah Kalau Mau Petani di Indonesia Maju

28 Januari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Suasana Kampung Ramadan Masjid Mlinjon, Klaten. MOJOK.CO

“Jajanan Murah” yang Tak Pernah Surut Pembeli di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten

17 Maret 2026
Mahasiswa Pariwisata UGM Jogja belajar dari kepala suku di Raja Ampat, lebih dari ilmu kuliah

Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata

13 Maret 2026
Stasiun Pasar Senen Jakarta Pusat merampas senyum perantau asal Jogja MOJOK.CO

Stasiun Pasar Senen Saksi Perantau Jogja “Ampun-ampun” Dihajar dan Dirampas Jakarta, Tapi Terlalu Cemas Resign buat Balik Jogja

15 Maret 2026
Gen Z dapat THR saat Lebaran

3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan

18 Maret 2026
Dosen Poltani Kupang sekaligus Ahli Peternakan dapat dana LPDP. MOJOK.CO

Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 

18 Maret 2026
Gaji Cuma 8 Juta di Jakarta Jaminan Derita, Tetap Miskin dan Stres MOJOK.CO

Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin

19 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.