Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai Kolom

Mari Berterima Kasih kepada Massa Petamburan

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
17 November 2020
A A
Petamburan
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tak banyak yang menyangka bahwa berkumpulnya ribuan massa yang memenuhi Bandara Soekarno-Hatta untuk menyambut kepulangan Habib Rizieq Shihab serta acara peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. dan pernikahan putri Habib Rizieq Shihab di Petamburan beberapa waktu yang lewat bakal menghasilkan dampak sosial politik yang cukup besar.

Dua insiden tersebut membuat kepolisian dianggap gagal mengantisipasi pelanggaran protokol kesehatan. Imbasnya tak main-main, dua Kapolda (Metro Jaya Inspektur Jenderal Nana Sudjana dan Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Rudy Sufahriadi) langsung dicopot oleh Kapolri.

Tak hanya itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga dipanggil ke Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan terkait dengan pelanggaran protokol di Petamburan.

Sementara itu, BNPB juga disorot karena membagikan 20 ribu masker kepada para tamu yang hadir dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. dan pernikahan putri Habib Rizieq Shihab tersebut. Langkah itu dikecam oleh masyarakat sebab dianggap memfasilitasi acara yang melibatkan massa yang ribuan jumlahnya.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala BNPB Doni Monardo sampai harus meminta maaf dan memberikan penjelasan atas langkah yang sudah dilakukan oleh lembaga yang ia pimpin itu.

Rentetan efek karambol yang dihasilkan oleh berkumpulnya massa pengikut dan pendukung Habib Rizieq tersebut tak pelak menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Pemerintah, dengan segenap instrumennya, dianggap tak becus memastikan penegakan protokol kesehatan. Jangankan membubarkan, bahkan sekadar mengantisipasi saja tak sanggup.

Pada titik itulah, terasa betul betapa pentingnya FPI, Habib Rizieq, beserta ribuan pengikut dan simpatisannya.

Mereka tampil menjadi martir untuk menguji seberapa tangguh dan seberapa tegas pemerintah mampu memastikan pelaksanaan protokol kesehatan.

Sebelum ini, memang belum ada bukti bahwa pemerintah sanggup menegakkan aturan protokol kesehatan sebab aksi-aksi pembubaran acara yang melibatkan kerumunan oleh aparat masih sebatas pada acara dengan massa yang tak terlalu besar. Mereka belum terbukti mampu membubarkan acara yang dihadiri oleh ribuan peserta.

Nah, untuk itulah barisan kelompok FPI beserta kawan-kawannya itu hadir. Mereka seakan dikirim Tuhan untuk menjadi lembar soal kenaikan kelas bagi pemerintah.

Mereka, dengan segenap risiko bakal tertular Covid-19, tetap bersedia untuk menjadi penguji kepemimpinan pemerintah.

Tak banyak kelompok yang mau dan mampu mengambil tugas yang berat ini. Hanya kelompok yang punya jiwa tawakal yang besar yang sanggup melakukannnya.

Dengan fakta tersebut, maka sudah selayaknya bagi kita untuk berhenti mencibir orang-orang yang hadir dalam acara di Petamburan beberapa waktu yang lewat.

Iklan

Ingat, kehadiran mereka merupakan faktor penting bagi upaya evaluasi pemerintah untuk maju ke arah yang lebih baik.

Massa Petamburan, tak bisa tidak, benar-benar menjalankan apa yang disebut sebagai revolusi akhlak. Dan langkah pertama yang mereka lakukan adalah dengan memperbaiki ketegasan pemerintah, dengan cara mereka sendiri.

Akhlak yang baik pastilah bisa dicapai jika pemerintahnya juga baik.

Terakhir diperbarui pada 17 November 2020 oleh

Tags: Habib RizieqkapoldaPetamburanSotar Satir
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

Bisa Hidup Mewah, Berapa Gaji Polisi Sebenarnya?
Hukum

Bisa Hidup Mewah, Berapa Gaji Polisi Sebenarnya?

17 Oktober 2022
rizieq shihab bebas
Hukum

Rizieq Shihab Bebas dari Rutan Bareskrim, Disambut Keluarga di Petamburan

20 Juli 2022
jokowi
Kolom

Perintah Jokowi Memang Sebaiknya Tidak Selalu Dituruti oleh Anak Buahnya

27 Agustus 2021
stiker
Kolom

Penempelan Stiker pada Rumah Warga yang Belum Divaksin Adalah Langkah yang Brilian dan Harus Diapresiasi

13 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kuliner khas Minang, rendang, di rumah makan Padang di Jogja rasanya berubah jadi kuliner Jawa

Nasi Padang Versi Jogja “Aneh” di Lidah, Makan Rendang Tanpa Cita Rasa Gurih dan Asin karena Dominasi Kuliner Manis Jawa

16 Maret 2026
Sarjana (lulusan S1) susah cari kerja. Sekali kerja di Sidoarjo dapat gaji kecil bahkan dapat THR cuma Rp50 ribu MOJOK.CO

Ironi Sarjana Kerja 15 Jam Perhari Selama 3 Tahun: Gaji Kerdil dan THR Cuma 50 Ribu, Tak Cukup buat Senangkan Ibu

17 Maret 2026
Belajar Tentang Sejarah Ekonomi Komunis China dari Duanju, Drama Vertikal yang Nagih MOJOK.CO

Belajar Sejarah Ekonomi Komunis China Lewat Kamerad Chang dan Duanju yang Bikin Nagih

16 Maret 2026
burjo atau warmindo bikin rindu anak rantau dari Jogja ke Jakarta. MOJOK.CO

Anak Rantau di Jogja Menyesal ke Jakarta, Tak Ada Burjo atau Warmindo sebagai Penyelamat Karjimut Bertahan Hidup

16 Maret 2026
Mudik Lebaran mepet dari Jogja dengan kereta demi kumpul keluarga

Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah

19 Maret 2026
Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa Mojok.co

Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa

19 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.