Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Corak Curhat

Kantor Mulai Rese, Jadi Bingung Harus Resign atau Tidak

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
15 September 2018
A A
Cewek-Posesif-MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Curhat

Assalamualaikum, Gus Mul yang saya kasihi…

Dalam kesempatan kali ini, saya pengin curhat, tetapi bukan masalah cinta, Gus, sebab cinta saya berlebihan jadi sudah saya habiskan kepada setiap insan di bumi ini. Saya Cuma ingin curhat tentang pekerjaan saya sebagai seorang PNS di kementerian yang sangat humble tetapi ternyata didalamnya tidak humble sama sekali seperti namanya.

Awalnya saya bekerja di kementerian ini dengan hati yang begitu riang dan gembira. Saya membayangkan saya akan bekerja di bidang yang akan penuh dengan ke-humble-an. Tetapi pada perjalanannya, saya ternyata tidak bekerja pada bidang yang sosial-sosial amat, sebab ternyata saya ditempatkan di bagian keuangan.

Bekerja di bagian keuangan ternyata membuat saya jadi tertekan karena berbenturan dengan nurani Gus Mul. Sebab saya jadi tahu tentang intrik-intrik, politik, dan itik-itik yang lain yang ada di bagian ini.

Saya semakin tertekan setelah saya melakukan kesalahan, semenjak saat itu, setiap pekerjaan saya seperti tak dihargai oleh bosque. Padahal apa yang saya kerjakan sudah maksimal.

Saya galau Gus Mul, andaikan saya sekarang bekerja di perusahaan swasta, saya pasti sudah mengajukan resign, pindah kantor ke tempat yang menurut terawangan saya bakalan lebih asyique. Apalagi saya menjalani LDM yang pahitnya naudzubillah, ingin pindah tapi tak bisa. Semangat saya yang tadinya 95 % turun ke angka 40% lah. Setengah hati saya sudah tak disini karena saya merasa malu dengan kantor yang namanya humble tapi ternyata nggak ada humble-humblenya ini.

Nah, barangkali Gus Mul bisa memberikan pencerahan kepada saya soal perkara yang begitu pelik ini.

~Sita

Jawab

Dear Sita.

Sampeyan boleh tak setuju, namun memang tak bisa dimungkiri, bekerja sebagai seorang PNS, apalagi di sebuah kementerian merupakan sebuah pencapaian yang besar bagi banyak orang. Percayalah, ada jutaan orang yang ingin bekerja di posisi sampeyan saat ini.

Maka, jika tanpa memandang bagaimana kondisi pekerjaan sampeyan, sampeyan merupakan seseorang yang sangat-sangat beruntung.

Nah, dalam posisi sampeyan saat ini, yang menjadi kunci tentu saja adalah prioritas.

Jika sampeyan bekerja memang untuk mencari kenyamanan dan kesehatan jiwa, maka resign tentu saja menjadi langkah yang perlu diambil. Sebab, jiwa akan mengalami pertarungan yang dahsyat jika bekerja pada tempat yang bahkan sama sekali tidak membuat sampeyan tidak nyaman.

Jika sampeyan bekerja memang untuk mengisi waktu luang, maka resign saja. Sebab sampeyan tetap bisa mengisi waktu luang tanpa harus bekerja.

Iklan

Namun jika sampeyan bekerja memang untuk mencari uang, maka jangan resign, sebab kalau resign, sampeyan belum tentu bisa mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang lumayan seperti yang sudah sampeyan dapatkan.

Begini, Sita. Hidup dan bekerja itu soal pilihan. Tidak melulu yang senang-senang.

Itu pemulung, tukang bangunan, tukang becak, dan pekerja kasar lainnya kalau boleh memilih tentu lebih memilih untuk santai di teras rumah, nonton tivi, ngopi-ngopi, ngobrol sama tetangga, sambil sesekali kebal-kebul merokok samsu. Namun jika mereka melakukannya, mereka tidak dapat uang, keluarga tidak makan, uang sekolah anak tidak bisa dibayarkan. Maka, kenyamanan untuk duduk di teras harus mereka tukar dengan bekerja di jalanan yang panas dan melelahkan.

Yang namanya bekerja itu ya memang harus tidak nyaman. Harus penuh beban. Harus menghantam kita dengan lelah. Karena apa? Karena ada imbalan yang kita dapatkan. 

Memang sih ada segelintir orang yang bisa bekerja, dengan gaji yang besar, lingkungan kerja yang nyaman, kantornya ada ayunan dan meja bilyard-nya, beban kerjanya ringan, jam kerjanya juga terserah. Namun, tentu saja kita tak bisa berharap bisa mendapatkan pekerjaan yang seperti itu.

Saran saya, jangan resign. Kalau memang tidak kuat, tahan-tahankan diri barang setahun. Kumpulkan modal, buat usaha, baru kemudian resign.

Kalau memang masih belum sanggup, ya sebisa mungkin dikuat-kuatkan.

Aturan bekerja itu simpel: “Kalau kamu tidak suka dengan pekerjaanmu, segera resign. Tapi kalau kamu tidak berani resign, sukai pekerjaanmu.”

Terakhir diperbarui pada 15 September 2018 oleh

Tags: pekerjaanresign
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

lulusan s2 pilih slow living untuk wujudkan ketahanan pangan. MOJOK.CO
Sosok

Lulusan S2 IT, Rela Tinggalkan Gaji 2 Digit demi Jadi Peternak di Bogor untuk Wujudkan Ketahanan Pangan

3 Maret 2026
Hidup setelah resign dan menikah. MOJOK.CO
Sehari-hari

Dihujat ‘Salah Pilih Suami’ usai Menikah karena Terlanjur Resign dari Pramugari, Kini Jadi Pedagang Kopi Keliling

3 Februari 2026
Lulusan UNSRI resign dari pegawai bank. MOJOK.CO
Sosok

Lulusan Sarjana UNSRI Pilih Resign sebagai Pegawai Bank, Lebih Menjanjikan Buka Toko Kelontong

21 Januari 2026
Resign kerja di Jakarta pilih di Bali. MOJOK.CO
Ragam

Baru Satu Tahun Kerja di BUMN, Pilih Resign karena Nggak Kuat “Ugal-ugalan” di Jakarta sampai Temukan Peluang Karier Lebih Baik di Bali

6 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ada potensi anomali ketika wisata Jogja diserbu 8,2 juta wisatawan. Daya beli rendah, tapi ada ancaman masalah MOJOK.CO

Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi

19 Maret 2026
Kuliner khas Minang, rendang, di rumah makan Padang di Jogja rasanya berubah jadi kuliner Jawa

Nasi Padang Versi Jogja “Aneh” di Lidah, Makan Rendang Tanpa Cita Rasa Gurih dan Asin karena Dominasi Kuliner Manis Jawa

16 Maret 2026
Sarjana (lulusan S1) susah cari kerja. Sekali kerja di Sidoarjo dapat gaji kecil bahkan dapat THR cuma Rp50 ribu MOJOK.CO

Ironi Sarjana Kerja 15 Jam Perhari Selama 3 Tahun: Gaji Kerdil dan THR Cuma 50 Ribu, Tak Cukup buat Senangkan Ibu

17 Maret 2026
Mudik Lebaran mepet dari Jogja dengan kereta demi kumpul keluarga

Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah

19 Maret 2026
Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
Belajar Tentang Sejarah Ekonomi Komunis China dari Duanju, Drama Vertikal yang Nagih MOJOK.CO

Belajar Sejarah Ekonomi Komunis China Lewat Kamerad Chang dan Duanju yang Bikin Nagih

16 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.