Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Moise Kean di Antara Keajaiban Ibu dan Pemain Terbaik Dunia; Cristiano Ronaldo

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
26 Maret 2019
A A
Moise Kean MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kelahiran Moise Kean dianggap sebagai keajaiban oleh ibunya sendiri. Kini, ia membutuhkan keajaiban selanjutnya supaya sehebat Cristiano Ronaldo.

Jika tidak memproduksi sendiri, Italia merupakan sekolah terbaik bagi para penyerang dunia. Mulai dari mereka yang datang sejak belia, hingga yang sudah berlabel bintang. Datang ke Serie A adalah tentang sebuah perubahan. Kamu harus menjadi yang terbaik untuk sukses di Liga Italia ini. Gagal menjadi lebih baik, kamu tidak akan mendapat tempat selamanya.

Marco van Basten merasakannya. Bulan-bulan awal bersama AC Milan adalah neraka untuk Angsa dari Utrecht itu. Permainannya yang anggun dihancurkan betul-betul oleh barisan bek di Italia, yang ganas, begitu disiplin, dan lebih suka dikartumerah ketimbang kebobolan. Oleh Arrigo Sacchi, van Basten dibentuk ulang. Ia dibuat lebih efisien.

Serie A bukan liga “untuk semua orang”. Tidak semua striker kelas dunia bisa bermain bagus di sini, apalagi berprestasi. Oleh sebab itu, ketika ada pemain muda yang bisa langsung mengambil panggung, namanya akan terus disebut dan disayang media. Ia akan dibingkai dalam pemberitaan yang manis, dibumbui cerita-cerita masa lalu yang inspiratif dan menggugah.

Nama terakhir yang sedang menjadi media darling di Serie A adalah Moise Kean. Striker milik Juventus itu masih berusia 19 tahun ketika ia mencetak gol pertamanya untuk timnas Italia. Striker kelahiran Pantai Gading itu dianggap punya masa depan cerah. Ia dipandang sebagai “berlian yang masih kasar”.

Moise Kean memang datang dengan keajaiban menyelimutinya. Bahkan kelahirannya ke dunia pun dianggap sebagai sebuah keajaiban. Dahulu, Isabelle, ibu Moise Kean sudah divonis tidak bisa punya anak lagi. Dokter yang menjatuhkan vonis itu.

“Apakah Anda tahu mengapa kami memanggilnya Mose [Musa] di rumah? Karena kelahirannya sendiri merupakan keajaiban. Doktor telah memberi tahu bahwa saya tak bisa lagi memiliki anak. Saya menangis dan berdoa. Giovanni (kakak Kean) juga meminta saya seorang adik kecil. Pada suatu malam saya memimpikan Moses, dia datang membantu saya dan, empat bulan kemudian, saya hamil lagi,” tutur Isabelle kepada Tuttosport.

Sebagai pemain belia yang sudah akrab dengan “keajaiban”, Moise Kean bakal dihadapkan di depan tantangan selanjutnya; memenuhi ekspektasi. Berat karena media, dengan segala manis narasi dan pemberitaan, terbiasa memberi beban tidak perlu kepada pemain muda. Enggak di Italia, enggak di Inggris, sudah biasa terjadi.

Apalagi ketika si pemain muda, dalam hal ini Moise, berkembang di bawah pengawasan Cristiano Ronaldo. Merasakan pengalaman berlatih bersama pemain terbaik di dunia tentu sebuah “kelas kehidupan” yang tidak bisa dinikmati banyak pemain muda. Moise sendiri mengakui bahwa dirinya belajar langsung dari kapten timnas Portugal itu.

Moise Kean sendiri mengakui di depan jurnalis bahwa setiap hari ia belajar bersama Cristiano Ronaldo. Salah satu trait Ronaldo yang sepertinya sudah ditunjukkan oleh Kean adalah efektivitas di depan gawang. Menit bermain Kean sangat terbatas. Ia baru empat kali bermain, tapi sudah bisa membuat dua gol. Bagi penyerang 19 tahun, itu catatan yang lumayan bagus.

Ketika mencetak dua gol ke gawang Udinese, jika kamu memperhatikannya secara cermat, Kean menunjukkan pergerakan yang efektif. Ia rajin menekan lawan dan cukup prima membaca situasi. Ketika Ronaldo berevolusi, kemampuan membaca ruang dan penyelesaian peluang yang berkembang paling pesat.

Saat masih bocah dan bermain untuk Sporting Lisbon, dan beberapa tahun bersama Manchester United, Ronaldo adalah penyerang sayap dengan segala keindahan menggiring bola. Usia mudanya ia terjemahkan dari caranya bermain, yang meledak-ledak.

Namun menginjak usia 30 tahun, Ronaldo berubah. Ia tak lagi seorang penyerang sayap yang lihai mengincar gawang dari jarak 30 meter. Ronaldo menjadi predator di dalam kotak penalti. Langkahnya semakin terbatas, namun pandangannya justru semakin luas. Ia mengandalkan kecepatan berpikir, alih-alih kecepatan berlari.

Ia seperti seorang maestro samurai, yang menyelesaikan duel dalam satu gerakan. Kesederhanaan, yang kembali saya tegaskan, membuat Real Madrid, dan Ronaldo di dalamnya, semakin berbahaya. Kesederhanaan itu pula, yang menjadi kekuatan utama Ronaldo ketika berburu banyak rekor ketika masih bermain untuk Madrid.

Iklan

Kean butuh ratusan jam di lapangan latihan dan ribuan menit pertandingan untuk bisa menyamai level Ronaldo saat ini. Ia tidak hanya butuh dedikasi, namun kerja super berat supaya bisa berkembang sempurna. Beruntungnya, ia bernapas begitu dekat dengan kerja Ronaldo hari-hari. Ia, seharusnya, bisa menyerap segala kebaikan dari sisa-sisa ketajaman Ronaldo.

Moise Kean disertai keajaiban ketika lahir. Ia akan butuh keajaiban selanjutnya untuk bisa sehebat mentornya. Ia berdiri di antara dua keajaiban. Satu sudah paripurna, satu sudah menanti. Masa depan, ditentukan oleh seberapa jauh ia berlari, seberat apa ia mampu menahan tekanan menjadi “anak ajaib”.

Terakhir diperbarui pada 4 April 2019 oleh

Tags: Cristiano RonaldoItaliaJuventusmoise kean
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Kegilaan Cinta Sejati di Napoli: Antara Sepak Bola dan Maradona MOJOK.CO
Esai

Menyaksikan Kegilaan Cinta Sejati di Kota Napoli: Antara Copet, Kota Bau Pesing, Sepak Bola, dan Maradona

31 Desember 2024
Silvio Berlusconi Abadi Bersama Angka 3 di Universe AC Milan MOJOK.CO
Esai

Silvio Berlusconi Abadi Bersama Angka 3 di Universe AC Milan

13 Juni 2023
Elena Ricchitelli: Belajar Bahasa dan Sastra Arab untuk melawan Islamofobia
Video

Elena Ricchitelli: Belajar Bahasa dan Sastra Arab untuk melawan Islamofobia

6 Februari 2023
juventus mojok.co
Kilas

Dugaan Financial Fraud di Balik Mundurnya Para Petinggi Juventus

30 November 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rela Melepas Status WNI demi Hidup Sejahtera di Norwegia, Karier Melejit berkat Beasiswa Luar Negeri MOJOK.CO

Rela Melepas Status WNI karena “Technical Stuff” di Norwegia, Karier Melejit berkat Beasiswa Luar Negeri

27 Februari 2026
Yamaha Grand Filano lebih cocok untuk jarak jauh daripada BeAT. MOJOK.CO

Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT

26 Februari 2026
Honda Scoopy membawa maut saat dipakai mudik Surabaya ke Lumajang. MOJOK.CO

Alasan Saya Bertahan Pakai Honda Scoopy untuk Mudik Surabaya-Lumajang, meski Tertipu dengan Tampang dan “Fitur” Biasa Saja yang Menyiksa

25 Februari 2026
Lagu religi "Tuhan Itu Ada" jadi ajang promosi Klaten lewat musik MOJOK.CO

Adhit & Carlo Jikustik Gandeng Klaten Project Rilis Lagu Religi “Tuhan itu Ada”

25 Februari 2026
Honda Supra X 125

Maunya Motor Matic, tapi Terpaksa Pakai Supra buat Kuliah di Fakultas “Elite” di UGM demi Menyenangkan Ayah

24 Februari 2026
Yang paling berat dari mudik lebaran ke kampung halaman bukan pertanyaan kapan nikah atau dibandingkan di momen halal bihalal reuni keluarga, tapi menyadari orang tua makin renta dan apa yang terjadi setelahnya MOJOK.CO

Hal Paling Berat dari Mudik Bukan Pertanyaan atau Dibandingkan di Reuni Keluarga, Tapi Ortu Makin Renta dan Situasi Setelahnya

27 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.