• 78
    Shares

MOJOK.CO – Sudah puasa selama 28 tahun, Liverpool mungkin sudah jadi pertapa sakti. Berikut 4 syarat jika mereka ingin berbuka puasa juara Liga Inggris.

Betul, kamu tidak salah membaca judul tulisan ini. Liverpool itu sudah puasa gelar juara Liga Inggris selama 28 tahun. Ibarat kata puasa dalam terminologi agama, The Reds mungkin sudah mencapai level makrifat. Apalagi sambil bertapa di bawah pohon trembesi atau air terjun, sedikit lagi sudah jadi pertapa sakti.

Dan musim ini, setelah penampilan yang hampir heroik musim lalu, Liverpool punya peluang besar untuk “berbuka puasa”. Selisih poin mereka dengan Manchester City di peringkat kedua memang hanya satu poin. Namun, melihat kedewasaan yang ditunjukkan anak asuh Jurgen Klopp, slogan “Next year will be our year” bakal menjadi kenyataan.

Nah, supaya bisa berbuka puasa juara Liga Inggris di musim 2018/2019 ini, Liverpool perlu memenuhi empat syarat di bawah ini.

1. Liverpool memenangi semua sisa pertandingan.

Syarat nomor satu ini hukumnya mutlak. Kalau menang, tentu saja tidak kalah, apalagi imbang. Jika menang, The Reds akan mengantongi tiga poin. Lawan mungkin akan selalu menang juga. Mereka juga akan mendapatkan tiga poin. Namun, selisih satu angka dengan City di peringkat kedua dan enam poin dengan Tottenham Hotspur di peringkat ketiga membuat tim ini punya keuntungan.

Selisih satu dan enam angka akan tetap terjaga. Dan perlu kalian tahu, rival The Reds musim ini mungkin hanya City. Spurs terlalu tidak konsisten untuk dimasukkan ke dalam daftar penantang juara. Lawan Arsenal yang konsisten saja belum mereka kalah, kok mau menantang tim papan atas. Sebagai tim yang biasanya berada di papan tengah, mental mereka tidak cukup kuat menahan yang namanya ekspektasi.

Baca juga:  LiveScore Diblokir, Coach Justin Memblokir: Terkadang, Sepak Bola Memang Susah Dimengerti

2. Lawan-lawan Liverpool kalah terus selama sisa pertandingan.

Syarat kedua ini cukup sulit untuk diwujudkan oleh Liverpool. Bukan apa-apa. Syarat ini tidak bergantung kepada mereka sendiri. Di dalam sepak bola, yang bisa kamu lakukan hanya mengontrol takdir sendiri. Berharap tim lawan untuk selalu kalah hanya berada dalam dunia “sebatas angan” saja.

Namun jika, terutama City, lalu Spurs, Chelsea, dan Arsenal selalu kalah, maka peluang Liverpool untuk juara akan sangat besar. Dan, syarat kedua ini berlaku apabila syarat pertama juga dipenuhi oleh The Reds. Susah, bukan?

3. Alisson clean sheet dan lini depan Liverpool bikin gol lebih banyak ketimbang lawan.

Syarat ketiga ini sangat taktikal. Perlu kedewasaan taktik dan kedisiplinan pemain untuk melakukannya. Tahukah kamu, hanya Bernd Leno (Arsenal) dan Asmir Begovic (Bournemouth) yang membuat blunder lebih banyak ketimbang Alisson. Leno dan Begovic sudah membuat tiga blunder, sedangkan Alisson dua kali.

Salah satunya adalah ketika gagal menangkap crossing medioker dari Romelu Lukaku, bola lepas lalu disodok oleh pemain medioker lainnya, Jesse Lingard, sehingga tim medioker Manchester United bisa menyamakan kedudukan menjadi 1-1 meski akhirnya menunjukkan wajah medioker mereka dengan kalah 3-1 dari Liverpool.

Jika Alisson tidak membuat blunder, saat ini The Reds baru kebobolan enam gol, paling sedikit di Liga Inggris. Ingat, gol akan membuat tim kamu memenangi sebuah pertandingan. Namun, pertahanan yang solid akan membawamu menjuarai kompetisi. Coba tanyakan kepada Steven Gerrard tentang makna tidak kebobolan. Mantan kapten The Kop pasti paham betul.

Baca juga:  Arsenal, Arteta, dan Pepe Harus Berhenti 'Cengeng', Hidup dalam Gelembung, dan Merasa Baik-baik Saja

Selain tidak kebobolan, jika ingin menjadi juara Liga Inggris, lini depan Liverpool perlu mencetak lebih banyak gol daripada lawan.

Jurgen Klopp punya solusi untuk situasi buntu. Adalah Xherdan Shaqiri, yang masuk di babak kedua melawan Setan, Merah, berhasil mencetak dua gol dan mendapatkan status pemain terbaik. Jika terus mempu melakukannya, Liverpool akan mencetak gol lebih banyak dari lawan sembari tidak kebobolan.

4. Ederson, Hugo Lloris, Kepa, dan Leno kebobolan lebih banyak gol ketimbang lini depan masing-masing tim.

Konon, bertahan adalah pekerjaan paling berat di sepak bola. Menjaga timnya tidak kebobolan bisa jadi lebih sulit ketimbang membuat gol ke gawang lawan. Coba tanyakan ke Real Madrid era Galacticos, ketika lini depan mereka pesta gol, namun lini belakang terlalu gemar bersedekah kepada lini depan lawan.

Liverpool bisa menjadi juara Liga Inggris ketika kiper masing-masing rival: Ederson (City), Lloris (Spurs), Kepa (Chelsea), dan Leno (Arsenal) kebobolan banyak gol. Sementara itu, lini depan masing-masing tim tidak mampu mencetak gol.

Saat ini, The Reds baru kebobolan tujuh gol. Masih di bawah dua digit. Ketika kompetisi sudah berjalan hampir separuh, ini catatan yang sungguh mengesankan. Dan perlu dijaga, apalagi ketika kiper tim-tim lawan nanti akan kebobolan banyak gol dan kalah skor.

Nah, itulah empat syarat yang perlu dipenuhi oleh Liverpool jika ingin berbuka puasa juara Liga Inggris. Pokoknya asal jangan ada yang terpeleset di tengah lapangan, semuanya akan aman-aman saja.