[MOJOK.CO] “Apakah si Nyonya Tua Juventus masih terlalu menawan buat para rival? Akankah Arsenal bersedia ikut senam indah bersama Tottenham Hotspur?”

Akhir minggu ini akan menjadi “akhir minggu festival” bagi para fans Serie A Italia. Dua grande partita, Fiorentina vs Juventus dan Napoli vs Lazio, bisa jadi akan menjadi panggung penentuan gelar juara. Sementara itu, di Inggris, salah satu derbi panas akan dipentaskan. Derbi London Utara Tottenham Hotspur melawan Arsenal. Akhir minggu penuh gelora.

Fiorentina vs Juventus (Sabtu, 10 Februari 2018, 02.45 WIB)

Saat ini, Juventus hanya tertinggal satu poin dari pemuncak klasemen, Napoli. Geliat Si Nyonya Tua di paruh kedua Serie A begitu terasa. Kebangkitan, menjadi narasi mereka setelah pergantian tahun. Juventus tak melulu bermain apik. Namun mereka semakin konsisten.

Kondisi inilah yang perlu diwaspadai oleh banyak rival seperti Lazio, Internazionale Milano, dan AS Roma yang sebelumnya “tertatih” hanya untuk bisa mendekati puncak klasemen. Ketika mesin Juventus sudah bekerja optimal, yang bisa dilakukan para rival hanya satu: menjaga tren kemenangan.

Mesin Juventus yang sudah bekerja optimal akan disambut Fiorentina di Stadio Artemio Franchi. Sebuah pertandingan dengan aroma dendam masa lalu. Tentu masih akan segar di ingatan para pendukung La Viola ketika Juventus tiga kali mematahkan hati mereka.

Pertama, Juventus “mencuri” Scudetto dari bawah hidung Fiorentina pada tahun 1982. Kedua, final Piala UEFA yang berakhir pilu untuk Fiorentina. Ketiga, klimaksnya, ketika Roberto Baggio, kekasih Kota Firenze, dipaksa bergabung dengan Juventus dengan dana transfer delapan juta paun, transfer termahal pada waktu itu. Sehat untuk keuangan Fiorentina, namun pedih untuk hati nurani.

Puncak kekecewaan Fiorentina ditumpahkan ke dalam sebuah kerusuhan di dalam kota. Sebuah kalimat tenar pun lahir: “Meglio secondi che ladri”, artinya ‘menjadi peringkat kedua tiada mengapa, ketimbang menjadi seorang pencuri’.

Dendam dan sakit hati kepada Juventus itu diturunkan dari generasi ke generasi. Sebuah oli pertandingan yang akan menjadi ancaman bagi Juventus. Dendam inilah yang harus menjadi kekuatan terbesar mengingat Fiorentina pun tak lagi “mengancam” ketika bermain di kandang. Prestasi terbaik mereka hanya mampu menahan sesama tim papan tengah: AC Milan dan Internazionale.

BACA JUGA:  Alasan-Alasan Mengapa Juventus Harus Juara Eropa

Memelihara dendam memang tak baik. Namun, untuk meladeni Juventus, skuat Fiorentina perlu segala amarah itu untuk tampil lepas. Jika gagal menjaga api kecil itu, Juventus jelas (masih) akan sulit mereka tundukkan.

Prediksi skor akhir Mojok Institute: Fiorentina 1-2 Juventus.

Napoli vs Lazio (Minggu, 11 Januari 2018, 02.45 WIB)

Fakta: Lazio adalah tim tertajam kedua di Serie A dengan 58 gol, hanya terpaut satu gol saja dengan Juventus. Lantas, dengan fakta tersebut, apakah lantas Lazio dapat berbicara banyak di kandang Napoli?

Hingga Giornata ke-23, Napoli adalah tim dengan pertahanan paling meyakinkan. Saat ini, Napoli hanya kebobolan 14 kali. Tim dengan pertahanan terbaik kedua adalah Juventus dengan 15 gol kebobolan. Satu detail menarik berpeluang menjadi pembeda untuk grande partita ini, yaitu performa Lazio ketika meladeni tim besar.

Meski rajin mencetak gol, Lazio hampir selalu kesulitan ketika melawan tim-tim enam besar. Melawan Milan dan Internazionale, tim papan tengah itu, Lazio sudah kewalahan. Memang, Lazio sempat mengalahkan Juventus. Namun, kemenangan itu terjadi di putaran pertama musim 2017/2018 ketika mesin La Vecchia Signora belum bekerja optimal.

Ketika Derby Roma, Lazio dibuat tersungkur oleh armada Roma yang di putaran pertama tampil lebih stabil ketimbang putaran kedua. Bagaimana dengan pertemuan pertama antara Lazio dan Napoli? Bermain di Olimpico, skor akhir pertandingan adalah 1-4 untuk kemenangan Napoli. Bertemu tim besar, lini pertahanan Lazio seperti mentega yang dipotong menggunakan pisau panas. Lumer.

Napoli sendiri, selain menjadi tim dengan pertahanan paling solid sampai saat ini, punya lini depan yang juga bisa diandalkan. Napoli adalah tim tertajam ketiga dengan 50 gol dan Dries Martens, pemain sayap yang dikonversi menjadi juru gedor itu, sudah mencetak 14 gol.

Laga ini berpeluang menjadi arena saling bunuh, hujan gol apabila Dries Martens dan Ciro Immobile, striker Lazio yang tengah menjadi capocannoniere dengan 20 gol, mendapat asupan yang cukup.

Prediksi skor akhir Mojok Institute: Napoli 3-1 Lazio.

BACA JUGA:  Aubameyang dan Arsenal Memang Sakti, Sementara Liverpool dan Van Dijk Kembali ke Khitah: Mengecewakan

Tottenham Hotspur vs Arsenal (Sabtu, 10 Februari 2018, 19.30 WIB)

Statistik masih menjadi barang yang terlalu seksi di sepak bola. Di satu sisi, kita enggan untuk melirik. Namun di sisi lain, rasa penasaran untuk mengintip begitu besar. Satu hal yang pasti, statistik di sepak bola harus diletakkan di dalam konteks yang tepat. Laga Tottenham Hotspur melawan Arsenal yang akan digelar di Stadion Wembley adalah contoh yang bagus.

Bagi Arsenal, Wembley sudah seperti menjadi “rumah kedua”. Dari 10 laga yang sudah dimainkan Arsenal di Wembley, sembilan laga berakhir dengan kemenangan, dan hanya satu kekalahan. Total, ada enam piala yang dimenangi Arsenal di Wembley.

Sementara itu, bermain di Wembley, kandang sementara, performa Spurs sempat tidak konsisten. Dari 13 laga di Wembley, Spurs menang delapan kali, imbang empat kali, dan satu kali kalah. Perbedaannya dengan Arsenal hanyalah konteks pertandingan yang dijalani. Dan ini bisa menjadi detail pembeda.

Arsenal bermain di Wembley dengan konteks “bermain di laga final” atau setidaknya ketika mentas di ajang Community Shield. The Gunners paham bahwa hanya ada satu 90 menit untuk berjuang. Sementara itu, ketika dijamu Spurs nanti, Arsenal akan berlaga dengan konteks pertandingan liga. Suasana jelas berbeda.

Pada titik tertentu, “suasana” ini bisa menentukan. Bermain di ajang liga tentu membutuhkan fokus yang berbeda, misalnya tak hanya memikirkan satu pertandingan saja. Sementara itu, bagi tuan rumah, bermain di Wembley dengan konteks liga sudah mereka jalani lebih lama ketimbang Arsenal.

Ketika Arsenal tak bisa mengubah fokus, hasil akhir bisa tidak bersahabat. Bagi Spurs, kemenangan atas Arsenal tak hanya soal gengsi rival satu kota, namun menjadi peluang mereka untuk terus memepet Chelsea di posisi empat yang tengah berada dalam performa buruk. Kemenangan menjadi bekal penting masuk ke zona Liga Champions.

Spurs juga akan semakin berbahaya ketika, misalnya, nanti turun hujan deras pas pertandingan. Maklum, jago “senam indah” tentu akan menguntungkan.

Prediksi skor akhir Mojok Institute: Tottenham 2-2 Arsenal.

#SalamElus

Komentar
Add Friend
No more articles